Google Inc. akan menjual layanan online dari pembuat software lain, demi mengisi kesenjangan produk mereka sendiri serta “membujuk” lebih banyak perusahaan untuk menggunakan aplikasi melalui internet.
Toko online yang diperkenalkan pada Selasa lalu itu menandai langkah lain dalam terobosan Google untuk mengubah dunia memasuki “cloud computing” (komputasi awan) — satu ide untuk menjalankan aplikasi dalam web browser ketimbang menginstalnya dalam hard drive individual.
Informasi yang dimasukkan dalam program tersebut juga akan disimpan
dalam pusat data yang dikelola oleh pihak ketiga seperti Google.
Lebih dari 50 pembuat software telah setuju untuk menjual program
internet mereka melalui Google yang kan tetap memegang 20 persen dari
penjualan. Harga jualnya akan berada pada tingkat rata-rata USD 50
(sekitar Rp 460-an ribu) sampai beberapa ratus dolar pertahun bagi setiap pengguna.
Intuit Inc., sebuah perusahaan pembuat software akuntansi, dan Concur Techhnologies Inc., adalah dua vendor terkenal di antaranya yang sepakat menjual perangkat mereka di toko Google. Seluruh aplikasi yang dijual di toko Google akan dilebur dengan layanan cloud computing Google.
Google memandang bahwa komputasi awan merupakan satu jalan untuk memperdalam ketergantungan orang terhadap layanannya dan akan menggenarasikan lebih banyak keuntungan di luar pencarian iklan internet yang tersedia secara virtual dari seluruh penghasilannya.
Komputasi awan Google ini akan menjadi senjata kuat Google terhadap rival bisnis terbesarnya, Microsoft Corp.
Setidaknya berdasarkan Google, sekitar 25 juta orang yang bekerja dan menjalankan lebih dari 2 juta bisnis, instansi pemerintah dan sekolah-sekolah telah menggunakan aplikasi online Google.*
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












