9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Reyno On April - 22 - 2011

jjgrosir

MUHAMMAD Rachman sudah tidak muda lagi. Usia petinju kelahiran Merauke, Papua itu sudah menginjak 39 tahun. Namun di usia yang sudah tidak muda lagi, Rachman mampu merebut gelar juara dunia.

Rachman atau akrab dengan nama ring Predator tiba-tiba muncul kembali. Tak tanggung-tanggung, Rachman mengejutkan insan tinju tanah air dengan merebut gelar juara dunia tinju kelas terbang mini versi WBA.

 

Gelar bergengsi itu disandangnya setelah mengalahkan sang juara bertahan asal Thailand, Kwantai Sithmorseng, Selasa, 19 April 2011. Dalam duel ini, Rachman mampu memukul KO Sithmorseng di ronde ke-9.

 

Kepada fightnews.com, Rachman mengaku tidak didampingi pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan dunia tersebut. Satu-satunya yang dengan setia menemaninya berlatih adalah istri tercintanya.

 

Rachman mengaku setiap pagi bangun pada pukul 04.00 WIB. Selanjutnya dia menghabiskan waktu berlari sejauh 10 km mengelilingi stadion sepakbola yang ada di dekat rumahnya di Blitar, Jawa Timur.

 

“Saya berlari di atas rumput dan saya berpikir saya merasa berlari di atas kanvas,” kata Rachman. Selesai berlari, Rachman lalu melanjutkan dengan latihan fisik, seperti push up, sit up dan yang lainnya.

 

Rachman selesai sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya mantan juara dunia tinju kelas terbang mini versi IBF itu mandi dan kembali menjalankan kehidupannya sehari-harinya sebagai seorang pebisnis.

 

Di siang hari, Rachman kembali menjalani latihan berupa shadow boxing dan memukul kantong pasir. Kegiatan ini dilakukannya sendirian setiap hari usai menerima undangan pertarungan lawan Sithmorseng.

 

“Saya hanya punya seorang asisten saat latihan, istri saya,” katanya. “Dia mempersiapkan makanan untuk saya, dan di siang hari dia menjadi pencatat waktu saat saya memukul kantong pasir,” bebernya.

 

Rachman baru menyewa asisten saat menjalani latihan memukul pad atau bantalan berbentuk sarung tangan. Untuk program ini, petinju dengan rekor 64-10-5, 33 KO mengaku terpaksa menyewa asisten harian.

 

“Jelang laga ini, saya hanya memukul pad sebanyak lima kali,” katanya.

 

Lantas bagaimana saat sparring partner? Untuk program ini Rachman terpaksa berkunjung ke Surabaya.

 

“Percaya atau tidak, petinju yang akan tampil pada kejuaraan dunia biasanya melakukan sparring partner hingga 100 ronde. Namun saya hanya menjalani 16 ronde selama 3 hari saya di Surabaya,” kata Rachman.

 

“Selain untuk melatih diri saya, lewat sparring partner saya juga mengajari petinju-petinju muda yang menjadi lawan saya,”lanjutnya.

 

Mengubah Gaya Bertinju

Saat masih muda, Rachman dikenal sebagai petinju counterpuncher yang suka jual beli pukulan dengan lawannya. Saat lawannya memukul sekali, Rachman bisa membalasnya dengan tiga sampai empat pukulan beruntun.

 

“Namun saya sadar kalau usia saya sudah tidak muda lagi. Saya tidak ingin menghibur orang-orang dengan mengorbankan diriku. Jadi saya memutuskan untuk mengganti gaya bertinju saya,” kata Rachman.

 

“Sekarang saya adalah petinju counter boxer. Saya merancang strategi saya sendiri yang saya sebut sebagai pertarungan efektif dan efisien. Saya tidak akan membiarkan lawan memukul saya, dan saya akan menunggu momen yang tepat untuk melepaskan pukulan,” pungkasnya.

 

Strategi ini terbukti ampuh saat menghadapi Sithmorseng. Meski 10 tahun lebih tua, Rachman mampu mendominasi jalannya pertarungan sebelum akhirnya dinyatakan menang KO atas Sithmorseng pada ronde kesembilan.

 

Rachman pertama kali merebut gelar juara dunia kelas terbang mini versi IBF usai mengalahkan petinju Kolombia, Daniel Reyes, 14 September 2004. Rachman dua kali berhasil mempertahankan gelarnya tersebut.

 

Rachman baru kehilangan gelar tersebut saat bertemu petinju Filipina, Florante Condes, 7 Juli 2007. Dalam duel ini, Rachman yang sempat terjatuh di ronde ke-7 dan 10 sebelum akhirnya dinyatakan kalah angka.(Sumber:Vivanews)

Popularity: unranked [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.