Kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif dasar listrik bagi pelanggan per tanggal 1 Juli 2010 memaksa kalangan pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memangkas produksi hingga 30 persen.
Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Kecil Indonesia (APKI) Sumut Syahrizal, yang mengatakan secara otomatis industri rumah tangga mengurangi produksi sejak pemberlakuan TDL terjadi.
“Sebab biaya ongkos produksi juga sudah naik. Seperti bulan ini saja, dengan kuantitas belanja bahan baku sama seperti bulan lalu, total biaya mencapai Rp 17 juta atau sudah naik 15%,” beber Syahrizal, di Medan, Senin (5/7).
Disebutkannya, dari 3 ribu anggota APKI di Sumut, 60% bekerja memakai listrik berkekuatan 1.300 watt. Umumnya, lanjut dia, industri rumah tangga itu bergerak di bidang usaha konveksi, kerajinan tangan, alas kaki (sepatu/sandal), mukena, makanan ringan dan bordiran cenderung memakai listrik saat operasional.
“UKM yang selama ini mengandalkan listrik saat beroperasi hampir semua mengeluhkan kondisi ini. Tagihan listrik naik, begitu juga bahan baku. Sementara, harga barang tak berani disesuaikan,” cetusnya.
Malah, pengusaha konveksi pakaian dalam ini mengaku, selama dua pekan terakhir usaha konveksi miliknya menghentikan pengiriman barang untuk sementara waktu, karena sepi pesanan. Penyebab sepinya order barang tidak lepas dari daya beli masyarakat dan musim masuk tahun ajaran baru.
“Terpaksa kita hanya menghabiskan stok barang saja. Sebab produksi masih berhenti karna sekarang ini konsumen fokus pada kebutuhan masuk sekolah,” kata dia. Setiap hari, usaha konveksi pakaian dalam miliknya memproduksi 30 lusin. Namun angka ini jauh turun tajam dari tahun lalu, yang bisa menghasilkan 100 lusin per hari.
Syahrizal menuturkan, selama produksi, usahanya ditopang tiga unit mesin berdaya 100-200 watt. Sebelum produksinya merosot tajam, usahanya mengoperasikan sebanyak 10 unit mesin jahit. Kini, margin keuntungan pun semakin tipis, mengingat bahan baku seperti benang, plastik dan kain ikut naik rata-rata 15%.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










