Teknologi Defensif Terbaru Armada Tank Israel!
04/04/2010 in Sci-Tech
Di lingkungan berdebu dengan sapuan angin dari Mediterania, tim khusus kecil peneliti Israel melakukan pekerjaan besar untuk menyelesaikan modifikasi perubahan besar pada sistem pertahanan tank mereka. Tim ini membangun miniatur sistem anti-rudal pendeteksi proyektil asing yang menuju wilayah Israel dan segera menembak jatuh ancaman itu sebelum mencapai kendaraan lapis baja mereka.
Jika berhasil, sistem “Trophy” ini secara radikal akan mengubah keseimbangan kekuasaan jika Israel terlibat perang lagi melawan gerilyawan Hizbullah di Libanon atau militan Hamas di Jalur Gaza.
Performa ini juga bisa memiliki implikasi yang lebih luas seperti pasukan Amerika dan koalisinya yang bertempur melawan pemberontakan di Irak dan
Afghanistan.
Trophy diyakini menjadi yang pertama dari serangkaian sistem “pertahanan aktif” yang akan dioperasionalkan. Sistem tersebut bertujuan untuk menetralisir ancaman sebelum mereka menghantam posisi tank. Di masa lalu, tank-tank telah mengandalkan tebalnya lapisan pelindung atau teknologi “reaktif” teknologi yang melemahkan dampak roket yang menghantam lapisan baja sehingga hanya menjadi ledakan kecil.
Rafael, pabrik pembuat senjata Israel yang mengembangkan Trophy, menyebutkan bahwa sistem tersebut telah bekerja selama bertahun-tahun, namun pengalaman pahit perang Israel kontra Hizbullah di Libanon pada 2006 memberi diriongan ekstra pada pengembangan proyek tersebut.
Serangan roket anti tank Hizbullah sangat mematikan dan merugikan Israel, sehingga mereka mempercepat penyempurnaan sistem pertahanan Trophy.
Untuk menyelesaikan proyek ini, media Israel menyebutkan, dibutuhkan dana USD 200 ribu per tank. Namun pihak Rafael tidak mau menginformasikan biaya sesungguhnya dan menatakan dana yang dipublikasi
itu hanya sebagian kecil dari dana keseluruhan sesungguhnya.
Sistem Trophy amat kecil, ditempatkan pada piringan persegi panjang kecil di kedua sisi tank, menggunakan radar untuk mendeteksi serangan misil
dan melepaskan semacam tembakan untuk mencegat misil yang mengancam. Setelah satu penembakan sistem akan terisi ulang secara otomatis dalam waktu singkat dan dampak ledakan misil hanya menimbulkan kerusakan sekitar 1% pada wilayah sekitar.
Teknologi ini memang satu terobosamn untuk perang masa depan. hal yangsama juga sedang dikembangkan militer Amerika dan Rusia.
Penerapan teknologi ini tentu saja akan membantu pengurangan ketebalan kendaraan lapis baja dan menghemat material baja – sehingga kendaraan lapis
baja semakin ringan dan lebihcepat bergerak di medan tempur.
Selain Trophy dan proyek sistem pertahanan anti rudal lainnya, Rafael juga telah mengembangkan sebuah kapal laut tanpa awak yang disebut “Protector”. Kapal-kapal ini sudah berkeliaran di perairan lepas pantai Gaza. Angkatan Laut Israel membenarkan Protector memang sedang diuji, tanpa
memberikan rincian detail lebih lanjut. * (AP/YN/AB)
Popularity: 2% [?]












