Polisi berhasil menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam jaringan teroris yang selama ini diincar. Keenam tersangka ditangkap di Medan.
Berawal dari kecurigaan petugas patroli dari satuan Sabhara Polsekta Medan Kota pada sebuah mobil kijang yang parkir di kawasan taman makam Pahlawan di Jalan Sisingamangaraja, Minggu sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Saat mobil bernopol BL 643 LH itu didekati, para penumpang mobil langsung lari. “Kejadian sekitar pukul 00.30 WIB. Begitu petugas menghampiri mobil beberapa orang langsung lari,” ujar Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno kepada wartawan di Mapolda Sumut Jl HM Said, Kota Medan Sumatera Utara, seperti dilansir Detik, Minggu (11/4).
Melihat orang-orang di dalam mobil berplat BL (plat Aceh) melarikan diri, polisi segera mengejar mereka. Namun ada satu orang yang berada di dalam mobil tidak ikut kabur. Setelah diperiksa, ternyata orang itu mengalami luka tembak di bagian lengannya. Luka itu sudah ada sebelum polisi datang di lokasi kejadian.
“Selain yang di dalam mobil dua orang juga berhasil ditangkap dalam pengejaran. Lalu ketiganya kita bawa ke Mapolsek Medan Kota (500 meter dari penangkapan),” terang Oegroseno. Dari informasi ketiga orang yang ditangkap itu, polisi akhirnya berhasil menemukan 3 tersangka lainnya.
“Dua orang kita tangkap di jalan, sedangkan satu lagi kita tangkap ketika usai salat di masjid,” terang jenderal bintang dua ini.
Oegroseno juga mengatakan, penangkapan tersangka yang usai salat cukup menyita waktu yang lama. Polisi sempat ragu saat hendak menangkap tersangka, karena tidak langsung melihat mukanya.
“Kita agak ragu karena dia salat, tapi setelah diperhatikan yang bersangkutan sujudnya lama sekali. Ada sekitar 30 menit. Setelah kordinasi dengan pemuka agama, baru kita tangkap,” cerita Oegroseno.
Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain mobil toyota Kijang dengan nomor polisi BL (plat polisi daerah Nanggroe Aceh Darussalam), dan tiga buah peta. Masing-masing peta NAD, peta Sumut dan peta Kota Medan. Tak ada senjata api yang ditemukan.
Para tersangka juga mengenakan jam tangan yang memiliki logo khusus di bagian tengahnya. Tidak satupun dari para tersangka itu yang berasal dari Sumut maupun NAD.
Ada pun keenam tersangka teroris tersebut ialah:
1. Komarudin alias Abu Musa (35) asal Bandar Lampung. Tersangka yang mengalami luka bekas tembakan di tangannya.
2. Yusuf Arifin (25) juga asal Bandar Lampung.
3. Ibrahim alias Deni (31) asal Sidoarjo, Jawa Timur.
4. Bayu alias Budi (26) asal Solo, Jawa Tengah.
5. Pandu alias Abu Asama (26) asal Solo, Jawa Tengah.
6. Abu Musa alias Lufti alias Jafar (30) asal Magetan, Jawa Tengah.
Tersangka Abu Musa alias Lufti alias Jafar mengaku kepada polisi bahwa ia terlibat dalam rencana peledakan Cikeas, Bogor. Dan ia juga pernah mengikuti pelatihan di Moro, Filipina, bersama Dulmatin.
Foto: Markus
Popularity: 2% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












