Tiga orang Bocah di Bengkalis dilarikan ke Puskesmas setelah mengkonsumsi ekstasi yang awalnya dikira permen, Senin (10/9/2018) . “Semalam ada kejadian tiga orang anak yang dilarikan Ke Puskesmas Sungai Pakning karena diduga mengonsumsi pil ektasi,” ujar Kapolsek Bukit Batu Kompol Hendrik, Selasa (11/9) pagi. . Kompol hendrik mengutarakan bahwa awalnya bocah yang masih berusia tujuh tahun yang pertama kali mendapati ekstasi tersebut dari mobil ayahnya. . Bocah tersebut mengira pil ekstasi tersebut adalah permen yang dibawa ayahnya sepulang dari Pekanbaru. . “Bocah yang menemukan ekstasi tersebut masuk ke dalam mobil ayahnya yang diparkir setelah pulang dari Pekanbaru,” ujarnya. . Menurut dia, kejadian ini langsung diselidiki oleh Polsek Bukit Batu, ternyata diduga pil ektasi di dapat dari sebuah mobil milik ayah satu diantara anak yang termakan diduga pil ektasi tersebut. . Polsek Bukit Batu yang mendapat informasi ini langsung melakukan penyilidikan. Alhasil dari mobil H polisi berhasil menemukan sisa diduga pil ektasi sebanyak satu butir. . “Kemudian barang bukti dan H diamankan ke Mapolsek Bukit Batu, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ” terang Kapolsek. . Tersangka di sidik pihak Kepolisian terkait kepemilikan narkoba yang ditemukan di mobilnya. “Saat ini H sudah kita tahan dari hasil pemeriksaan urinnya postif menggunakan narkoba, ” jelas Kapolsek. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/11/dikira-permen-tiga-bocah-konsumsi-ekstasi-milik-ayahnya

View Photo / video in ourInstagram ⇒

Untuk informasi pasang iklan , cek halaman sponsors

Untuk informasi lowongan kerja cek www.KarirGram.com

Untuk informasi kuliner sedunia, cek www.MakanTalk.com

Untuk informasi property Medan, Kost, sewa/jual rumah, tips dan inspirasi design rumah cek www.RumahTalk.com

Untuk informasi otomotif dan video viral otomotif, cek www.OtomTalk.com

Untuk info Medan Punya Cerita, cek www.MedanKu.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply