Warga Medan kini punya tempat tongkrongan baru. Satu lokasi bangunan tua yang akhirnya dibuka sebagai pusat penjualan asesoris dan kuliner: Titi Gantung Medan.
Lokasinya yang persis di jantung Kota Medan ini memang cocok sebagai satu spot nongkrong di malam hari dengan pemandangan kota Medan di malam hari, keramaian Lapangan Merdeka, Merdeka Walk, sambil ditengarai suara kereta api yang lalu lalang sambil mengenang nostalgia Medan tempo dulu.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin didampingi Walikota Medan Rahudman Harahap telah meresmikan kawasan Titi Gantung ini sebagai pusat penjualan aksesori dan kuliner khas Kota Medan, kemarin malam. Ia berharap kawasan ini bisa memperkaya lokasi rekreasi dalam kota Medan. Sementara, Walikota Medan Rahudman Harahap mengungkapkan, kawasan Titi Gantung direncanakan buka 24 jam. Pagi hingga sore untuk pedagang suvenir dan asesoris, sedangkan malam hingga pagi menjadi pusat kuliner. Pedagang yang berjualan nantinya pelaku UMKM dari 21 kecamatan yang sudah melewati seleksi sehingga layak berjualan di sana.
Penataan Titi Gantung ini untuk menghidupkan kembali nilai sejarah KOta Medan. Titi Gantung sebagai merupakan bangunan bikinan Belanda tahun
1885. Dibangun saat mulai dibukanya Perusahaan Kereta Api Deli Spoorweg
Maatschappij (DSM) pada masa kolonial Belanda.
Walau sudah diresmikan pada 5 September lalu, kawasan Titi Gantung ini baru mulai beroperasi setelah Lebaran nanti.* (foto: dok.medantalk)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












