Toet… Minggir, Odong-odong Mau Lewat

Toet… Minggir, Odong-odong Mau Lewat

Anda pasti pernah melihat mobil dengan gandengan sarat penumpang di belakangnya. Dihiasi kerlap-kerlip lampu, cat warna-warni dan diramaikan dengan musik hingar-bingar. Kalau melintas, suaranya mendesis seperti kereta api di Taman Ria pas tempo doeloe. Mobil seperti ini belakangan ini sering seliweran di jalanan Kota Medan, terutama pada malam hari. Ya, itulah Odong-odong.

Odong-odong sekarang ini menjadi salah satu lahan bisnis favorit. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan mobil second plus sedikit modifikasi, mobil ini sudah bisa memberikan penghasilan lumayan bagi pemiliknya. Bayangkan, odong-odong bisa menambah pundi-pundi pemiliknya hingga Rp 500 ribuan per hari!

Nunuk (50 tahun) misalnya. Ibu yang juga akrab dipanggil Dirah, warga Jalan Selamat Pulau, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas ini sudah menjadikan odong-odong sebagai tambatan mata pencaharian keluarganya sejak setengah tahun silam. Dibantu delapan kerabatnya, Nunuk mengoperasikan odong-odongnya mulai pukul 18.00 hingga  23.00 WIB. Sebelum jalan, mesin odong-odong dipanaskan dulu sekitar 15 menit. Setelah itu dibersihkan seluruh bagiannya dan dipasangkan gerbongnya.

Ketertarikan Nunuk pada odong-odong berawal saat ia melihat satu odong-odong di Jalan Garu I tak jauh dari rumahnya. Saban kali lewat di situ, matanya tak pernah terlepas dari odong-odong itu. Apalagi ketika melihat odong-odong yang beroperasi selalu dijejali penumpang. Ini semakin membuat Nunuk tertarik mencoba peruntungan.

Ia lalu mencoba naik odong-odong itu sekitar setahun lalu. “Saya merasakannya langsung menjadi salah seorang sewa odong-odong. Yah… cukup menghibur masyarakat dengan berjalan-jalan keliling kota dengan keluarga,” kata Nunuk. Menurutnya, menumpang odong-odong bisa rileks sambil memandang pemandangan sekitar sambil dihibur musik dangdut atau pop.

Setelah dipikirkan masak-masak, Nunuk pun memulai bisnis odong-odongnya. Bermodalkan duit Rp 40 juta, ia menebus pick-up Toyota Kijang bekas keluaran tahun 1996. Mobil itu oleh pemilik sebelumnya sudah dimodifikasi menjadi odong-odong, namun hasilnya tak maksimal. Nunuk pun melakukan sentuhan ulang. Warna diubah, plus penambahan motif-motif yang semakin membuat odong-odongnya menarik. “Kalau diitung, odong-odong mobil Kijang ini sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 10 juta,” katanya.

Tak cukup satu, beberapa bulan kemudian Nunuk menambah armada odong-odongnya. Kali ini bermodalkan mobil Daihatsu Zebra keluaran tahun 1997. Hanya saja warnanya berbeda. Kalau yang Kijang berwarna hijau, si Zebra dilabur warna pink. Modal yang dihabiskan kurang  lebih sama dengan yang sebelumn ya, sekitar Rp 55 juta.

Lantas, bagaimana itung-itungan bisnis ini? Menurut Nunuk, tarif sekali naik dikenakan Rp 3.000/orang untuk sekali putar-putar keliling kota selama sekitar 1 jam. Biasanya, penumpang yang umumnya anak-anak, orang tua, ibu-ibu dibawa berkeliling mengitari jalan-jalan utama kawasan Medan Amplas hingga Medan Kota seperti Jalan Selamat, Seksama, Garu I, Menteng, Air Bersih, HM Joni, SM Raja dan Jalan Brigjen Katamso.

Dalam sehari, odong-odong ini bisa menghasilkan omset kotor antara Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per harinya. Di hari libur atau malam liburan, omset melonjak tiga hingga lima kali lipat dari biasanya. Lumayan bukan?

“Saya berharap bisnis odong-odong ini lebih aman. Maunya instasi terkait seperti Dinas Perhubungan Kota Medan mau memberikan izin semacam SPJ (Surat Perintah Jalan). Karena bisnis ini cukup menjanjikan dan membuka banyak lapangan kerja,” harap Nunuk. Apalagi odong-odongnya sudah banyak dipesan untuk keperluan hiburan dan kegiatan sekolah, seperti sekolah TK dan SD di Medan.

Nunuk yakin, prospek odong-odong ke depannya cukup menjanjikan. Apalagi jika dioperasikan dengan maksimal dan profesional. “Keunikan dan keunggulan odong-odong kita antara mobil utama dengan gerbong bisa disambung-pasang. Odong-odng saya ini dirancang sebaik mungkin dengan material besi yang kuat demi keamanan,” katanya.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: