Tragedi Note 7 yang sempat bikin heboh mulai terlupakan. Namun sampai sekarang, Samsung belum secara resmi menjelaskan, apa yang menyebabkan handset flagship itu rawan terbakar. Tak sabar menunggu, seorang pakar hardware mengemukakan analisanya. Namanya Anna-Katrina Shedletsky, CEO perusahaan hardware Instrumental. DikutipdetikINET dari Forbes, Senin (5/12/2016), Anna cukup disegani sebagai pakar independen. Dalam kolom yang baru ia tulis, Anna coba mengungkap penyebab ledakan Note 7 yang menghebohkan itu. Setelah membedah si ponsel, Anna mengambil kesimpulan jika Note 7 rawan meledak karena ada masalah fundamental di desain ponsel tersebut. Menurut Anna, Samsung kemungkinan besar tahu desain ‘super agresif’ Note 7 berisiko, namun memutuskan jalan terus karena mencoba keras berinovasi dan punya keunggulan kompetitif. Kesimpulan dari riset Anna ini adalah, bagian internal Note 7 sangat padat sehingga baterai berpotensi kena tekanan dari berbagai sisi. Tekanan itu membuat pembatas antara elektroda positif dan negatif mudah rusak. Jika kedua elektroda itu bersentuhan, maka menimbulkan panas dan rawan terbakar. Llau kenapa Samsung mau mengambil risiko tersebut? “Jawabannya bukanlah misteri, inovasi berarti melampaui batas,” tulis Anna. Baterainya sendiri mungkin juga bermasalah. “Uji coba baterai butuh waktu lama dan ribuan baterai perlu dicoba untuk mendapat hasil signifikan. Mungkin saja proses manufaktur baterai Samsung berubah dalam perkembangannya dan versi terbaru dari baterai itu tak diujicoba dengan sama ketat seperti sampel pertamanya,” jelas Anna. Apa yang diungkapkan Anna ini sebenarnya tidak begitu jauh berbeda dari analisis beberapa pihak sebelumnya. Namun kesimpulan pastinya tentu harus menunggu jawaban resmi dari Samsung sendiri yang mungkin akan diungkap jelang akhir tahun ini. [Sumber: Detik.Com

Instagram filter used: Normal

View in Instagram ⇒

Leave a Reply