Ular Pembunuh Itu Terus Dicari

Ular Pembunuh Itu Terus Dicari

Sudah dengar kabar ular Phyton yang kelaparan hampir saja menelan remaja berusia 13 tahun bernama M Zakaria, warga Jalan Pasar VIII Gambir Dusun IV Sei Rotan Tembung? Meski tak sampai ditelan, korban keburu tewas dan ular besar itu lari dan bersembunyi di kawasan sungai itu.

Berita yang sudah menyebar ini memancing kedatangan orang-orang yang ingin tahu ke lokasi kejadian. Kini, ribuan warga memadati daerah itu. Memang, warga setempat terus melakukan perburuan ular yang disebut-sebut sepanjang 8 meter itu. Mereka membawa parang, golok, kayu, bambu, dan peralatan lain. Warga mengatakan akan terus melakukan perburuan hingga ular itu ditemukan. Arus lalu lintas menjadi sedikit tersendat karena ramainya orang yang datang.

M Zakaria sendiri akhirnya meninggal dunia diduga kehabisan napas setelah dililit si ular besar itu. Sebelumnya ia bersama temannya mandi-mandi di Sungai Tembung, tepatnya Jalan Besar Tembung, Kamis (18/3) pukul 18.30 WIB. Usai mandi, Zakaria bersama teman-temannya melintasi lubang seperti terowongan yang lokasinya di sebelah tembok PT Panca Pinang. Entah bagaimana, Zakaria masuk ke dalam lubang itu.

“Kami sudah selesai mandi dan mau pulang ke rumah, karena baju kami ada di atas (pinggir sungai) lalu kami naik lewat dari samping tembok (tembok PT Panca Pinang). Kemudian Zakaria lompat dan dia berteriak dan kami lihat sudah dilit ular,” kata Muhammad Iryasan, 8 tahun, kepada Sumut Pos. Melihat kejadian itu, teman mereka yang lain lari ke masjid meminta pertolongan.

Warga lalu berusaha melepaskan Zakaria dari lilitan ular. Zakaria saat itu masih berusaha melawan. Kaki kanannya terlihat berbekas gigitan ular. Karena terus dipukuli warga, ular itu melepaskan belitannya dan lari ke dalam lubang.

Jahri Sihombing (42 tahun), kerabat Zakaria menceritakan ulang kejadian itu. Saat itu ia sedang berada di belakang masjid dan langsung lari ke tempat kejadian. “Mungkin sekitar 15 menit Zakaria berjuang melawan ular besar itu. Ular itu berusaha menelan kaki kanan korban, namun dilepaskan setelah kepalanya kupukuli berkali-kali pakai bambu,” kata Jahri. Tapi si ular belum menyerah. Ia malah melilit Zakaria dan sambil berputar-putar menariknya ke semak-semak di pinggir sungai.

Jahri terus mengejar ular dan memukulinya. Mungkin karena merasa sakit, ular itu melepaskan belitannya dan masuk ke dalam sungai. Saat itulah warga langsung mengangkat Zakaria. Naas, ia sudah tewas, mungkin karena lemas kehabisan napas.

Setelah itu, warga lalu melakukan perburuan karena khawatir ular itu akan kembali mengganggu warga. Kemarin sore, warga menemukan seekor ular phyton dari semak-semak di sungai itu. Warga lalu membungkus ular itu di dalam karung plastik putih dan diserahkan ke Mapolsekta Percut Seituan.

Tapi warga yakin, ular yang tertangkap itu bukan ular yang menewakan Zakaria. Jahri yang sempat bergelut dengan ular itu meyakini, ular yang tertangkap kemarin itu lebih kecil dari ular yang menewaskan Zakaria. Karenanya, warga masih terus melakukan perburuan di kawasan pinggiran sungai. Malah, kemarin perburuan melibatkan pawang ular dan berlangsung hingga malam hari.

Menurut warga, kejadian ini merupakan kali pertama terjadi di daerah mereka. Mereka menuturkan, beberapa kali memang pernah melihat ular besar melintas di sungai itu. Namun, karena tidak pernah mengganggu, mereka tidak mengkhawatirkan keberadaan ular sawah itu. Mungkin, karena merasa terganggu dengan kehadiran Zakaria di sarangnya, ular itu menyerang korban.
Dari kemarin hingga sore ini perburuan masih terus dilakukan. Kehadiran banyak orang di kawasan itu sempat memacetkan jalan Tembung di dekat jembatan di depan Masjid Raya Al-Jamik.

Muhammad Zakaria sendiri dikenal sebagai anak yang pendiam dan tak banyak permintaan. Kepergian anak kedua dari tiga bersaudara ini langsung membuat keluarganya merasa kehilangan. “Di antara anak kami yang lainnya, dia anak kami yang paling pendiam, dan tidak banyak tuntutan. Dengan kepergiannya, kami merasa sangat  kehilangan,” kata Zamaluddin (42), orangtua Zakaria. Ibunya, Sriati (44) masih shock.

Kemarin, usai salat Jumat, Zakaria dikebumikan di tanah wakaf Titi Sewa, Tembung. Foto: Ilustrasi-internet

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: