Aksi demonstrasi berbagai elemen mahasiswa di depan kantor Gubenur Sumatera Utara, Senin (3/5) berakhir ricuh. Sedikitnya 30-an massa dari kelompok demonstran terpaksa diamankan polisi di Mapoltabes Medan. Menurut Polisi, aksi itu sudah mengganggu ketertiban umum karena melakukan pemblokiran jalan yang mengakibatkan kemacetan total di kawasan itu.
| Aksi yang berlangsung sejak siang tadi ini berawal dari Bundaran Majestic Medan. Dari sana, massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Pro Demokrasi ini berlanjut ke Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan. Namun karena merasa tidak mendapat tanggapan, massa lalu bergeser ke Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan.
Gerakan Prodem dalam aksi kali ini menuntut pemerintah menyelesaikan persoalan PHK sepihak Hotel Novotel Soechi, buruh PT WRP Buana Multi Corpora PT Mahakarya Inti Buana dan sejumlah buruh perusahaan lainnya yang sedang bermasalah. Di kantor Gubernur Sumatera Utara, massa lalu memblokir jalan Diponegoro. Mereka berbaris membuat formasi lingkaran di tengah jalan. Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas menjadi macet total di sejumlah jalan utama di kawasan itu, seperti Jalan Cik Di Tiro, Imam Bonjol, Zainul Arifin dan beberapa jalan lain. Melihat aksi itu, polisi meminta massa pengunjuk rasa untuk menghentikan aksinya dengan tidak memblokir jalan. Namun massa tidak peduli dan terus berorasi di situ. Merasa tidak dipedulikan, polisi lalu mengambil jalan paksa untuk membubarkan massa. Situasi berubah chaos saat polisi “menangkapi” satu persatu massa pengunjukrasa ke truk polisi. Polisi juga terlihat mengayun-ayunkan tameng ke arah massa. Pengunjukrasa yang tertangkap lalu diboyong ke Poltabes Medan. |
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












