MEDAN – Volume ekspor karet Sumatera Utara pada 2011 hanya naik 4,64 persen dari tahun 2010 atau mencapai 537.668.850 kilogram akibat produksi turun dan melemahnya permintaan di penghujung tahun akibat krisis ekonomi. Tahun 2010, ekspor karet Sumut 513.811.852 kilogram.
“Tetapi meski naik sedikit, masih menggembirakan karena sebelumnya dikhawatirkan justru turun akibat produksi di sentra merosot dan melemahnya permintaan di penghujung tahun,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah di Medan, Jumat (20/1/2012).
Produksi merosot akibat cuaca ekstrem, sementara permintaan yang melemah di penghujung tahun disebabkan dampak krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat.
Krisis ekonomi bukan hanya membuat permintaan melemah tetapi juga berdampak pada penekanan harga jual atau tinggal di kisaran US$ 3 dolar per kg dari sebelumnya sempat mencapai US$ 4-5 per kg.
Namun meski harga melemah di penghujung tahun, secara total nilai eskpor komoditas itu di 2011 masih lebih tinggi dari 2010 karena pada awal tahun harga jual sangat bagus berada di kisaran US$ 4 per kg. (Ant)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












