Birthday surprise
jjgrosir
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Wagubsu Kritisi PRSU ke-39

20/04/2010 in Business

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-39 yang berlangsung selama satu bulan (sejak 19 Maret 2010) sudah ditutup pada Minggu (18/4) malam. Laporan Ketua Yayasan PRSU, Drs H Panusunan Pasaribu MM saat penutupan menyebutkan, ada peningkatan jumlah pengunjung hingga 32 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun Wakil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho justru memberikan kritik. Lho?

Saat penutupan, Gatot menyampaikan, meski banyak yang sudah diraih masyarakat melalui UKM dan pihak penyelenggara, namun evaluasi perlu dilakukan. Utamanya bagi kalangan pemerintah di kabupaten/kota untuk membantu menyajikan PRSU dengan terobosan-terobosan yang lebih baik di masa mendatang.

“PRSU sudah saatnya kita benahi bersama, terutama sektor keuangan atau pendanaannya sehingga hasilnya akan semakin memacu pemerintahan kabupaten dan kota. Serta siap pula menerima kehadiran investor-investor baru,” kata Gatot.

Gatot menegaskan, tantangan pemerintahan Sumut ke depan semakin berat, di mana promosi dagang dan investasi di Sumut selama ini belum maksimal. Masih banyak produk unggulan yang kurang dikenal dan kegiatan ekspor sejumlah komoditas yang belum optimal. “Banyak faktor penyebabnya, seperti keterbatasan dana dan minimnya sponsor,” katanya lagi. Karenanya, ia berharap pelaku UMKM di daerah ini bisa melengkapi data produk saat mempromosikan produk-produknya.

Kenaikan angka kunjungan yang mencapai 111.350 orang pada PRSU ke-39 ini juga ternyata bukan karena penyajian yang lebih menarik di banding sebelumnya. Panusunan Pasaribu sendiri mengakui, meningkatnya pengunjung disebabkan saat pelaksanaan kondisi cuaca cukup baik, tak ada hujan deras.

Memang, Panusunan juga mengatakan tampilan paviliun yang kini lebih bervariasi juga mempengaruhi angka kunjungan. Namun, saat kami berkunjung ke arena PRSU, tak ada perbedaan signifikan dibanding PRSU sebelumnya. Hampir tak ada yang menarik perhatian. PRSU nyaris tak lebih dari sekadar pasar malam biasa. Tiga kali berkunjung dalam waktu berbeda, kami melihat pengunjung sangat sepi.

Pengunjung baru ramai saat ada penampilan artis ibukota. Artinya, sangat sedikit orang yang datang karena memang ingin melihat pameran kerajinan tangan dan industri dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara dan Malaysia ini. Buktinya, petugas di setiap stand lebih banyak yang duduk-duduk santai daripada melayani pengunjung.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>