Meski sudah menggulirkan program Sunset Policy yang memberikan berbagai fasilitas terhadap wajib pajak (WP) untuk mengisi Surat Pengisian Tahunan (SPT) dan pembayaran pajak, sejumlah WP terutama kelas atas belum tergugah mengisi SPT secara benar. Dari hasil catatan Ditjen Pajak, hingga Oktober 2008 di setiap kantor perwakilan pajak di daerah terdapat sekitar 200 WP kelas atas yang belum memperbaiki pengisian pajaknya. Pada 2008, baru tercatat WP perorangan atau badan sekitar 6,8 juta dan sekitar 1,8 juta pendaftar NPWP. Padahal tahun ini, Ditjen Pajak menargetkan perolehan 10 juta pendaftar WP perorangan dan badan.
Untuk itu, Dirjen Pajak Darmin Nasution meminta kepada pimpinan kantor wilayah pajak di Tanah Air agar segera melayangkan surat bagi para pengusaha kelas atas yang menyimpang pembayaran pajak untuk segera membetulkan pengisian pajak.
“Saya sudah menyerukan kepada pimpinan KPP (Kantor Pelayanan Pajak) di daerah untuk mengirim surat kepada pengusaha agar membetulkan pe-ngisian pajak dengan fasilitas sunset policy.” tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/ 11).
Menurut dia, hal itu merupakan cara terakhir bilamana wajib pajak kelas atas belum tergugah atau belum bisa diyakinkan memanfaatkan fasilitas sunset policy. “Apabila belum memanfaatkan sunset policy sampai batas yang ditentukan, pemerintah takkan menolerir lagi untuk memberikan sanksi bagi mereka yang terbukti belum memiliki NPWP atau perbaikan pengisian pajak,” tandas Darmin.
Meski masih menyimpan kekecewaan, namun dia mengaku cukup puas dengan pertumbuhan pendapatan pajak selama 2008. Menurutnya, hingga September 2008 pendapatan pajak mencapai Rp412 triliun atau meningkat 46,39% dibanding periode sama 2007 sebesar Rp218 triliun. Perolehan ini merupakan angka tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dikemukakan, tingginya perolehan tidak hanya terjadi di sektor manufaktur atau komoditas, melainkan juga menyebar ke sektor lain. “Peningkatan pendapatan pajak ini yang terbesar sejak negara ini didirikan,” tuturnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












