Walikota Rahudman Diminta Bongkar Papan Reklame Bermasalah
14/02/2011 in Medan Talk
KETUA Fraksi Partai Golkar Kota Medan, Ferdinand Lumbantobing, meminta Walikota Medan Rahudman Haharap, segera menindak tegas dan membongkar papan reklame yang menyalahi perizinan dan menganggu kepentingan umum, terutama yang dipasang di atas trotoar sehingga menganggu pejalan kaki.
“Kita berharap Walikota tidak sekadar ‘gertak sambal’ menakut-nakuti pengusaha advertising, tapi harus ada pembuktian,” katanya Minggu (13/2/2011) di Medan.
Menurut Ferdinand juga anggota Komisi C ini, jangan karena alasan mengejar target untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), lalu semua cara dilakukan Pemko Medan. Semua aturan diabaikan, estetika kota dikorbankan serta keselamatan masyarakat harus dipertaruhkan. “Kita mendukung dan memberikan apresiasi kepada Walikota untuk membongkar papan reklame tanpa izin yang sudah menjamur dan ‘manyomak’ itu. Terutama papan reklame yang membahayakan keselamatan jiwa,” tegas Ferdinand.
Hasil pantauan Fraksi Golkar, lanjut Ferdinand, keluhan keberadaan papan reklame menyalahi izin ini juga banyak mereka terima berdasarkan pengaduan masyarakat, baik terlulis maupun langsung. Ia menyebutkan, sejumlah kawasan yang sangat mengganggu estetika kota dan kepentingan masyarakat akan keberadaan papan reklame tersebut, seperti di Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kejaksaan, kawasan Jalan HM Yamin dan lainnya.
“Seperti di Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol, kita lihat papan reklame dipasang hampir menutupi trotoar. Akibatnya pejalan kaki terpaksa harus turun ke badan jalan karena terhalang papan reklame. Hal ini tentu membahayakan keselematan pejalan kaki,” tegasnya.
Demikian juga papan reklame di Jalan Kejaksaan, tegas Ferdinand, yang sangat membahayakan penggunan jalan karena tiang papan reklame dipasang di sebagian badan jalan.
Mengingat persoalan papan reklame ini sudah sangat memprihatinkan, lanjutnya, Fraksi Golkar mendesak agar segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus), untuk menelusuri lebih mendalam dan mencari solusi penyelesaiannya. “Apalagi kita menghawatirkan menjamurnya papan reklame ini justru yang diuntungkan oknum-oknum tertentu. Artinya, banyak terjadi kebocoran PAD dari sektor ini. Karena kita menilai, PAD tak sebanding dengan jumlah papan reklame yang menjamur,” katanya.(Sumber:Analisa)
Popularity: unranked [?]












