9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Frans | Medan Talk On September - 23 - 2011

jjgrosir

MEREKA perempuan-perempuan cantik. Berpakaian modis. Tubuh lumayan jangkung. Rambut tertata. Sungguh, masih layak menjadi model catwalk. Saya tidak menyangka, hampir semua dari mereka sudah punya anak, bahkan ada yang sudah punya anak tiga orang!

Mereka adalah kumpulan XMDL atau biar lebih mudah baca saja dengan eks model. Ah, pantasan lah. Saya bertemu mereka saat arisan di restoran The Kitchen di Hotel Arya Duta Medan, suatu sore beberapa waktu lalu. Ketika itu kali pertama saya mengenal mereka. Begitupun, ternyata mereka ramah-ramah dan cukup asik diajak mengobrol.

Komunitas ini adalah kumpulan perempuan-perempuan mantan model. Karena itu pula mereka menamakan diri sebagai XMDL. “Kami model-model angkatan tahun 90 an,” kata ketuanya, Tety Situngkir. Ketika itu, baru 10 orang yang terdaftar. Sekarang mungkin sudah dua kalinya.

Saat masih aktif menjadi model, ada tiga agency besar di Medan, masing-masing, Swara Persada Production, KM Studio, dan Spectrum. Dan mereka semua tergabung di salah satu di antara ketiga agency itu.

LAMA terpisahkan, Facebook akhirnya mempertemukan mereka kembali. Memang, banyak dari mereka yang kemudian pindah dari Medan. Karir model menuntut mereka untuk tinggal di Jakarta, meski ada juga yang tinggal di luar negeri.

“Yang tinggal di Medan bikin ide bertemu. Kangen juga sudah lama terpisah. Seru sekali rasanya saat bertemu lagi,” kata Tety. Pertemuan yang pasti heboh. Bayangkan saja, dulunya teman akrab, sekian lama terpisah, dan tiba-tiba bertemu kembali.

Dari pertemuan itulah muncul ide membuat arisan. “Sebagai ajang silaturahmi sesama mantan model,” kata Hj Iin Sonny, mantan model paling senior. Disepakati, arisan setiap Jumat pekan kedua.

Setiap kali bertemu, mereka betah mengobrol lama. Kadang bisa sampai tiga jam. “Tergantung, kalau suami atau anak belum telepon mungkin masih betah ngumpul terus,” kata Shanti Devi sambil tertawa. Apa saja rupanya yang dibicarakan? “Kami mengobrol banyak hal. Ya keluarga, anak-anak, bisnis, atau apa aja untuk sharing,” kata Shanti. Agar tak terkesan hura-hura, mereka juga aktif dalam kegiatan bakti sosial, seperti acara donor darah misalnya.

Berkumpul segitu lama, bagaimana dengan anak-anak mereka yang masih kecil-kecil? “Anak-anak sudah ada yang urus. Para suami juga sudah mengerti dan memberikan kesempatan karena memang sudah dijadwalkan,” kata Tety. Para suami tidak pernah ikut arisan. “Paling ikut menjemput saja,” kata Haira Yasmin, Putri Sumut 2003.

Lantas berapa iuran arisan yang mereka kumpulkan? “Duh, gak enak menyebutnya. Tapi kalau di Medan, biasanya berkisar antara Rp 500 sampai Rp 1 juta rupiah per arisan,” kata Shanti. Setelah semua anggota menyetor, lalu mereka mencabut nomor. Persis gaya arisan kebanyakan kok.

Puas mengobrol, dan karena hari semakin sore, plus ditambah lagi panggilan telepon dari para suami dan anak-anak yang minta dijemput, kami pun bubaran.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.