Beredar kabar di tiap persimpangan ditambahi kamera pengawas untuk mengawasi pengendara pelanggar lalu lintas. Siapa saja yang terekam kamera pengawas akan didenda saat membayar pajak. Nantinya, pelanggar akan ditunjukkan rekaman saat membayar pajak. Kepala Satuan Lalulintas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman, membantah informasi tersebut. Kata dia, urusan kamera pengawas adalah proyek Dinas Perhubungan. . “Kalau itu (penambahan CCTV) saya rasa belum ada dan kami tidak ada proyek tersebut. Informasi itu tidak benar,” ungkap Indra kepada wartawan, Sabtu (21/1/2017). . Ia menjelaskan yang ada adalah penerapan E-Tilang. Di mana, masyarakat yang ditilang bisa langsung membayar denda ke bank tanpa melalui sistem peradilan. . “Sekarang itu masyarakat dikasih surat biru kalau mengakui kesalahannya. Mereka bisa langsung bayar di bank,” ungkap Indra. Jika pengendara melawan saat ditilang, katanya, akan diberikan surat merah. Artinya, pengendara harus melalui proses persidangan di pengadilan. . “Itulah program barunya. Kalau CCTV tadi, belum ada. Karena itu bukan tugas kami,” beber Indra. [Sumber: Tribun Medan

Beredar kabar di tiap persimpangan ditambahi kamera pengawas untuk mengawasi pengendara pelanggar lalu lintas.

Siapa saja yang terekam kamera pengawas akan didenda saat membayar pajak. Nantinya, pelanggar akan ditunjukkan rekaman saat membayar pajak.

Kepala Satuan Lalulintas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman, membantah informasi tersebut. Kata dia, urusan kamera pengawas adalah proyek Dinas Perhubungan.
.
“Kalau itu (penambahan CCTV) saya rasa belum ada dan kami tidak ada proyek tersebut. Informasi itu tidak benar,” ungkap Indra kepada wartawan, Sabtu (21/1/2017).
.
Ia menjelaskan yang ada adalah penerapan E-Tilang. Di mana, masyarakat yang ditilang bisa langsung membayar denda ke bank tanpa melalui sistem peradilan.
.
“Sekarang itu masyarakat dikasih surat biru kalau mengakui kesalahannya. Mereka bisa langsung bayar di bank,” ungkap Indra.

Jika pengendara melawan saat ditilang, katanya, akan diberikan surat merah. Artinya, pengendara harus melalui proses persidangan di pengadilan.
.
“Itulah program barunya. Kalau CCTV tadi, belum ada. Karena itu bukan tugas kami,” beber Indra.
[Sumber: Tribun Medan

MedanTalk: Talk of the Town, Berita Cerita Kota Medan selalu di Medan Talk

Baca Berita Medan di Instagram @medantalk ⇒

Follow our social media: Instagram, Facebook & twitter @MedanTalk untuk berita dan cerita Kota Medan

Leave a Reply