Perempuan ini Tega Aniaya Ponakkanya Hanya Karena Cemburu . Seorang bibi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tega menganiaya keponakannya sendiri dengan cara memukul kepala menggunakan batu dikarenakan dipicu rasa cemburu tak berujung. . Di mana aksi keji itu dilakukan oleh, PYH (23) warga Sibulele Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel. Penyiksaan bermula saat korba MB yang masih berusia 2 tahun diasuh oleh PYH, lantaran ia dan suaminya belum memiliki anak. . Ibu korban, Erlina Nasution mempercayakan MB diasuh oleh Pitra lantaran dirinya juga merantau ke Medan untuk bekerja pasca suaminya meninggal dunia. . “Jadi suami ibu korban dan suami PYH ini merupakan abang adik kandung. Awalnya saat diminta akan mengasuh MB, ibunya sempat tidak memberi, namun karena bekerja di Kota Medan ia pun menitip MB ke pelaku ini,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tapsel, Iptu Happy Margowati. . Penyiksaan terhadap MB bermula, saat MB baru saja bangun dan menangis lantaran buang air besar. PYH yang saat itu tengah memasak di dapur pun mendatanginya dan mengajaknya untuk mandi, namun MB menolak dan tetap menangis. . Sumber : https://digtara.com/2019/01/31/perempuan-ini-tega-aniaya-ponakkanya-hanya-karena-cemburu/

Perempuan ini Tega Aniaya Ponakkanya Hanya Karena Cemburu
.
Seorang bibi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tega menganiaya keponakannya sendiri dengan cara memukul kepala menggunakan batu dikarenakan dipicu rasa cemburu tak berujung.
.
Di mana aksi keji itu dilakukan oleh, PYH (23) warga Sibulele Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel. Penyiksaan bermula saat korba MB yang masih berusia 2 tahun diasuh oleh PYH, lantaran ia dan suaminya belum memiliki anak.
.
Ibu korban, Erlina Nasution mempercayakan MB diasuh oleh Pitra lantaran dirinya juga merantau ke Medan untuk bekerja pasca suaminya meninggal dunia.
.
“Jadi suami ibu korban dan suami PYH ini merupakan abang adik kandung. Awalnya saat diminta akan mengasuh MB, ibunya sempat tidak memberi, namun karena bekerja di Kota Medan ia pun menitip MB ke pelaku ini,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tapsel, Iptu Happy Margowati.
.
Penyiksaan terhadap MB bermula, saat MB baru saja bangun dan menangis lantaran buang air besar. PYH yang saat itu tengah memasak di dapur pun mendatanginya dan mengajaknya untuk mandi, namun MB menolak dan tetap menangis.
.
Sumber : https://digtara.com/2019/01/31/perempuan-ini-tega-aniaya-ponakkanya-hanya-karena-cemburu/

Seorang balita berumur empat tahun di Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) sudah 21 hari tertidur dan tidak bangun-bangun. Kondisi itu membuat panik keluarga, padahal tenaga medis menyatakan balita tersebut dalam kondisi sehat. . Bocah yang hingga kini masih tertidur itu bernama Gilang Tama Alfarizi, tinggal di Jalan Mesjid, Gang Rukun, Desa Sekip, Lubukpakam. Gilang adalah anak pertama dari pasangan Sandi Syahputra dan Prili Mahdania. . Kedua orang tua bocah tersebut khawatir dengan kondisi yang dialami putranya. Mereka berharap kalau putra mereka dapat kembali lincah seperti sedia kala. . Ibunda Gilang, Prili Mahdania menuturkan, sebelumnya tidak ada keanehan pada anaknya tersebut. Seperti anak lainnya, Gilang tetap senang bermain dengan lincah dan gembira. . Keanehan baru mulai terjadi pada Minggu, 26 November 2018 lalu seusai nonton tv gilang tidur seperti biasa dan esok harinya gilang terus mengantuk walau sudah dibangunkan sore hari. . Memasuki hari ketiga, kata dia, Gilang terus tidur dan susah membuka kedua matanya. Meski demikian, Gilang masih bisa diajak bicara. Lantaran khawatir terjadi sesuatu, Prili kemudian membawa anaknya tersebuit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang untuk diperiksa. . Setelah empat belas hari rawat inap dan tidak adak perkembangan, pihak medis RSUD Deliserdang merujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUDP) Adam Malik Medan untuk di periksa lebih lanjut. Namun karena tidak di temukan penyebab penyakitnya, Gilang akhirnya dibawa pulang untuk dirawat di rumah. . “Tapi, dari pemeriksaan dokter di RSUP Adam Malik, tidak di temukan adanya kelainan di tubuh Gilang. Dokter lalu menganjurkan untuk dirawat di rumah,” tutur Prili, Minggu (16/12/2018). . Saat ini, Gilang masih dirawat di rumah dengan didukung peralatan medis seperti oksigen dan cairan infus. Kedua orang tua Gilang berharap anaknya dapat segera sembuh dari penyakit yang belum diketahui ini. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/aneh-balita-4-tahun-di-deliserdang-sudah-21-hari-tertidur-pulas/401140

Seorang balita berumur empat tahun di Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) sudah 21 hari tertidur dan tidak bangun-bangun. Kondisi itu membuat panik keluarga, padahal tenaga medis menyatakan balita tersebut dalam kondisi sehat.
.
Bocah yang hingga kini masih tertidur itu bernama Gilang Tama Alfarizi, tinggal di Jalan Mesjid, Gang Rukun, Desa Sekip, Lubukpakam. Gilang adalah anak pertama dari pasangan Sandi Syahputra dan Prili Mahdania.
.
Kedua orang tua bocah tersebut khawatir dengan kondisi yang dialami putranya. Mereka berharap kalau putra mereka dapat kembali lincah seperti sedia kala.
.
Ibunda Gilang, Prili Mahdania menuturkan, sebelumnya tidak ada keanehan pada anaknya tersebut. Seperti anak lainnya, Gilang tetap senang bermain dengan lincah dan gembira.
.
Keanehan baru mulai terjadi pada Minggu, 26 November 2018 lalu seusai nonton tv gilang tidur seperti biasa dan esok harinya gilang terus mengantuk walau sudah dibangunkan sore hari.
.
Memasuki hari ketiga, kata dia, Gilang terus tidur dan susah membuka kedua matanya. Meski demikian, Gilang masih bisa diajak bicara. Lantaran khawatir terjadi sesuatu, Prili kemudian membawa anaknya tersebuit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang untuk diperiksa.
.
Setelah empat belas hari rawat inap dan tidak adak perkembangan, pihak medis RSUD Deliserdang merujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUDP) Adam Malik Medan untuk di periksa lebih lanjut. Namun karena tidak di temukan penyebab penyakitnya, Gilang akhirnya dibawa pulang untuk dirawat di rumah.
.
“Tapi, dari pemeriksaan dokter di RSUP Adam Malik, tidak di temukan adanya kelainan di tubuh Gilang. Dokter lalu menganjurkan untuk dirawat di rumah,” tutur Prili, Minggu (16/12/2018).
.
Saat ini, Gilang masih dirawat di rumah dengan didukung peralatan medis seperti oksigen dan cairan infus. Kedua orang tua Gilang berharap anaknya dapat segera sembuh dari penyakit yang belum diketahui ini.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/aneh-balita-4-tahun-di-deliserdang-sudah-21-hari-tertidur-pulas/401140

Tiga orang bocah berhasil melarikan diri usai disekap dan dikurung bersama binatang anjing, kucing dan ular di sebuah rumah toko di Jalan Mirah Seruni, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan. . Ketiganya berhasil kabur, namun hanya US (5) dan DV (2,5) yang ditemukan oleh petugas dan dibawa ke Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar. . Sementara sang kakak berinisial OW (11) yang kabur dan lari untuk berpencar saat itu belum ditemukan. . Acci alias Memei alias Gensel (40) datang bersama pengacaranya pada Senin (17/9/2018) malam. . Kedatangannya bermaksud ingin mengambil paksa dua anak angkatnya yakni US dan DV untuk dibawanya kembali pulang. Namun, petugas berhasil menolak maksud Meimei dan memanggil polisi. Meimei akhirnya ditangkap dan diinterogasi polisi. . Dari hasil interogasi tersebut polisi berhasil menemukan OW yang sebelumnya berpencar dari kedua adiknya usai berhasil melarikan diri. . Panit Resmob Polsekta Panakkukang, Ipda Robert Hariyanto Siga mengatakan bahwa OW kabur dan berlindung di rumah ibu asuhnya yang pertama, Ani, yang juga menjadi pembantu rumah tangga Memei, di jalan Toddopuli 6 yang berjarak sekitar 2 kilometer dari ruko . Satgas PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ardian Arnold berujar bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketiga bocah ini. . Pasalnya ketiga bocah tersebut pernah disekap dan disiksa ibu angkatnya pada 2017 lalu. . “Tahun lalu, si ibu angkat berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan berjanji merawat ketiga bocah tersebut dengan baik,” katanya. . Namun ternyata kasus ini terulang kembali dengan menyiksa ketiga bocah dan mengurung mereka bersama puluhan binatang yang ada di dalam ruko. . Dari hasil visum yang dilakukan oleh petugas medis, petugas menemukan banyak luka yang terdapat pada US dan DV. Bahkan ada luka seperti sulutan rokok. . Sumber : http://video.tribunnews.com/view/61190/inilah-sosok-ibu-angkat-yang-tega-siksa-dan-sekap-3-anaknya-bersama-ular-dan-anjing-di-makassar? @disekap

Tiga orang bocah berhasil melarikan diri usai disekap dan dikurung bersama binatang anjing, kucing dan ular di sebuah rumah toko di Jalan Mirah Seruni, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.
.
Ketiganya berhasil kabur, namun hanya US (5) dan DV (2,5) yang ditemukan oleh petugas dan dibawa ke Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar.
.
Sementara sang kakak berinisial OW (11) yang kabur dan lari untuk berpencar saat itu belum ditemukan.
.
Acci alias Memei alias Gensel (40) datang bersama pengacaranya pada Senin (17/9/2018) malam.
.
Kedatangannya bermaksud ingin mengambil paksa dua anak angkatnya yakni US dan DV untuk dibawanya kembali pulang.
Namun, petugas berhasil menolak maksud Meimei dan memanggil polisi. Meimei akhirnya ditangkap dan diinterogasi polisi.
.
Dari hasil interogasi tersebut polisi berhasil menemukan OW yang sebelumnya berpencar dari kedua adiknya usai berhasil melarikan diri.
.
Panit Resmob Polsekta Panakkukang, Ipda Robert Hariyanto Siga mengatakan bahwa OW kabur dan berlindung di rumah ibu asuhnya yang pertama, Ani, yang juga menjadi pembantu rumah tangga Memei, di jalan Toddopuli 6 yang berjarak sekitar 2 kilometer dari ruko
.
Satgas PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ardian Arnold berujar bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap ketiga bocah ini.
.
Pasalnya ketiga bocah tersebut pernah disekap dan disiksa ibu angkatnya pada 2017 lalu.
.
“Tahun lalu, si ibu angkat berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan berjanji merawat ketiga bocah tersebut dengan baik,” katanya.
.
Namun ternyata kasus ini terulang kembali dengan menyiksa ketiga bocah dan mengurung mereka bersama puluhan binatang yang ada di dalam ruko.
.
Dari hasil visum yang dilakukan oleh petugas medis, petugas menemukan banyak luka yang terdapat pada US dan DV. Bahkan ada luka seperti sulutan rokok.
.
Sumber : http://video.tribunnews.com/view/61190/inilah-sosok-ibu-angkat-yang-tega-siksa-dan-sekap-3-anaknya-bersama-ular-dan-anjing-di-makassar? @disekap

Seorang bayi berusia tiga tahun di Asahan, Sumut, tewas dianiaya ibu kandungnya. Dia harus meregang nyawa karena dipukul dengan menggunakan gayung plastik. . Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi mengatakan, bocah malang itu berinisial AP, warga dusun IV, desa Asahan Mati, kecamatan Tanjung Balai. Dia ditemukan di dapur rumahnya pada Jumat (18/5) lalu. . Polisi pun, lanjut Yemi, sudah meringkus ibu kandung Aulia, Dadna Alias Ratna Manurung. Dia diduga tega menganiaya anak kandungnya dengan menggunakan gayung plastik. . “Korban juga dianiaya dengan cara dipukul menggunakan tangan,” kata Yemi, Rabu (23/5). Aulia ditemukan tewas dengan beberapa luka memar di sekujur tubuhnya. . Atas perbuatannya, Ratna terancam dijerat Pasal 80 Ayat 3 dan 4 jo Pasal 76CUU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atasUU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam dipenjara selama 20 tahun. “Saat ini, tersangka masih kami sidik di Satuan Reskrim PPA,” ujar dia. . Selain kasus kematian Aulia, Polres Asahan juga mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di dusun IX, desa Simpang Empat. Korbannya adalah MN, 4 tahun. “Pelaku bernama Sutresman yang merupakan ayah kandung korban,” kata Yemi. . Sutresman dilaporkan menampar MN lantaran kesal karena anaknya tidak mau pulang ke rumah. Akibat tindak kekerasan itu, MN mengalami pecah bibir. “Tersangka, sudah diamankan dan sudah dimintai keterangan,” ujar Yemi. . Atas perbuatannya, tersangka juga terancam dikenakan UU Perlindungan Anak. Kini, dia telah mendekam di sel tahanan Polres Asahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. . Sumber : http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/05/24/p97iyx370-dianiaya-ibu-kandung-balita-di-asahan-meregang-nyawa

Seorang bayi berusia tiga tahun di Asahan, Sumut, tewas dianiaya ibu kandungnya. Dia harus meregang nyawa karena dipukul dengan menggunakan gayung plastik.
.
Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi mengatakan, bocah malang itu berinisial AP, warga dusun IV, desa Asahan Mati, kecamatan Tanjung Balai. Dia ditemukan di dapur rumahnya pada Jumat (18/5) lalu.
.
Polisi pun, lanjut Yemi, sudah meringkus ibu kandung Aulia, Dadna Alias Ratna Manurung. Dia diduga tega menganiaya anak kandungnya dengan menggunakan gayung plastik.
.
“Korban juga dianiaya dengan cara dipukul menggunakan tangan,” kata Yemi, Rabu (23/5).
Aulia ditemukan tewas dengan beberapa luka memar di sekujur tubuhnya. .
Atas perbuatannya, Ratna terancam dijerat Pasal 80 Ayat 3 dan 4 jo Pasal 76CUU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atasUU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam dipenjara selama 20 tahun.
“Saat ini, tersangka masih kami sidik di Satuan Reskrim PPA,” ujar dia.
.
Selain kasus kematian Aulia, Polres Asahan juga mengungkap kasus kekerasan terhadap anak di dusun IX, desa Simpang Empat. Korbannya adalah MN, 4 tahun.
“Pelaku bernama Sutresman yang merupakan ayah kandung korban,” kata Yemi.
.
Sutresman dilaporkan menampar MN lantaran kesal karena anaknya tidak mau pulang ke rumah. Akibat tindak kekerasan itu, MN mengalami pecah bibir.
“Tersangka, sudah diamankan dan sudah dimintai keterangan,” ujar Yemi.
.
Atas perbuatannya, tersangka juga terancam dikenakan UU Perlindungan Anak. Kini, dia telah mendekam di sel tahanan Polres Asahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
.
Sumber :
http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/05/24/p97iyx370-dianiaya-ibu-kandung-balita-di-asahan-meregang-nyawa

Mayat Bayi Ditemukan Mengendang di Aliran Sungai Diperkirakan Usia Balita Berumur 1 Hari. Menurut pengirim video, mayat bayi di temukan di jl pelaksanaan titi runtuh desa bandar setia kecamatan percut seituan dan ditemukan oleh warga pertama kali pak man sebutannya dan pak heri podomoro selaku warga. Polsek dan pihak forensik poltabes sudah sampai lokasi untuk selidiki kasus ini. Kejadian ditemukan sekitar pukul 07:20 WIB pagi 10 Mar 2018 Laporan video dikirim oleh Kicki Rinaldi ke LINE @medantalk . Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Mayat Bayi Ditemukan Mengendang di Aliran Sungai
Diperkirakan Usia Balita Berumur 1 Hari.
Menurut pengirim video, mayat bayi di temukan di jl pelaksanaan titi runtuh desa bandar setia kecamatan percut seituan dan ditemukan oleh warga pertama kali pak man sebutannya dan pak heri podomoro selaku warga.
Polsek dan pihak forensik poltabes sudah sampai lokasi untuk selidiki kasus ini.
Kejadian ditemukan sekitar pukul 07:20 WIB pagi 10 Mar 2018
Laporan video dikirim oleh Kicki Rinaldi ke LINE @medantalk
.
Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Alergi masing-masing orang berbeda-beda, dan beberapa memiliki alergi yang sangat langka. Seperti yang dimiliki oleh seorang balita berusia 18 bulan dari Minnesota, AS, ini. . Bagi Ivy Angerman, nama balita ini, berkontak dengan air bisa berbahaya. Dia akan mengalami biduran yang gatal dan ruam setiap kali menyentuh air. . Menurut stasiun berita lokal Fox 9, mengutip Live Science, Rabu (28/2/2018), Ivy baru-baru ini didiagnosis memiliki aquagenic urticaria, atau alergiair. Dokternya juga mengatakan, Ivy bisa jadi adalah orang termuda yang didiagnosis kondisi ini, yang kebanyakan muncul di usia pubertas. . Orangtua Ivy sempat mendokumentasikan apa yang dialami anaknya saat mandi. Ivy hanya bisa terpapar air selama 15 detik, sebelum simtomnya muncul. . “Apakah dia akan bisa masuk ke tempat penitipan anak? Apakah dia bisa bersekolah di sekolah umum? Apakah dia bisa pergi ke laut? Aku tidak tahu,” ujar ibu Ivy, Brittany Angerman kepadaFox 9. . Saking langkanya alergi aquagenic urticaria ini, tak sampai 100 kasus yang pernah dilaporkan dalam literatur medis, menurut sebuah makalah pada tahun 2011. . Menurut National Institutes of Health’s Genetic and Rare Disease Information Center (GARD) mereka dengan kondisi ini akan segera mengalami biduran dn ruam setelah berkontak dengan air, tanpa peduli suhunya. . Ruam paling sering muncul di area leher, bahu, dan lengan atas. Walau sebenarnya juga bisa muncul di seluruh bagian lain pada tubuh. Reaksi alergi ini biasanya akan menghilang setelah 30 sampai 60 menit setelah paparan, jelas GARD. . Penyebabnya masih misteri . Saking langkanya kondisi ini, para peneliti belum lagi menemukan penyebabnya. Walau begitu, mereka telah memiliki beberapa teori. . Satu kemungkinan adalah, biduran dan ruam itu sendiri sebenarnya bukan disebabkan oleh air, tapi oleh kandungan lain yang ada di dalam air (misalnya klorin) yang masuk ke kulit dan memicu reaksi alergi. . Sumber : http://m.liputan6.com/health/read/3329150/balita-ini-alergi-air-lantas-bagaimana-hidupnya? [bersambung dikomentar]

Alergi masing-masing orang berbeda-beda, dan beberapa memiliki alergi yang sangat langka. Seperti yang dimiliki oleh seorang balita berusia 18 bulan dari Minnesota, AS, ini.
.
Bagi Ivy Angerman, nama balita ini, berkontak dengan air bisa berbahaya. Dia akan mengalami biduran yang gatal dan ruam setiap kali menyentuh air.
.
Menurut stasiun berita lokal Fox 9, mengutip Live Science, Rabu (28/2/2018), Ivy baru-baru ini didiagnosis memiliki aquagenic urticaria, atau alergiair. Dokternya juga mengatakan, Ivy bisa jadi adalah orang termuda yang didiagnosis kondisi ini, yang kebanyakan muncul di usia pubertas.
.
Orangtua Ivy sempat mendokumentasikan apa yang dialami anaknya saat mandi. Ivy hanya bisa terpapar air selama 15 detik, sebelum simtomnya muncul.
.
“Apakah dia akan bisa masuk ke tempat penitipan anak? Apakah dia bisa bersekolah di sekolah umum? Apakah dia bisa pergi ke laut? Aku tidak tahu,” ujar ibu Ivy, Brittany Angerman kepadaFox 9.
.
Saking langkanya alergi aquagenic urticaria ini, tak sampai 100 kasus yang pernah dilaporkan dalam literatur medis, menurut sebuah makalah pada tahun 2011.
.
Menurut National Institutes of Health’s Genetic and Rare Disease Information Center (GARD) mereka dengan kondisi ini akan segera mengalami biduran dn ruam setelah berkontak dengan air, tanpa peduli suhunya.
.
Ruam paling sering muncul di area leher, bahu, dan lengan atas. Walau sebenarnya juga bisa muncul di seluruh bagian lain pada tubuh. Reaksi alergi ini biasanya akan menghilang setelah 30 sampai 60 menit setelah paparan, jelas GARD.
.
Penyebabnya masih misteri
.
Saking langkanya kondisi ini, para peneliti belum lagi menemukan penyebabnya. Walau begitu, mereka telah memiliki beberapa teori.
.
Satu kemungkinan adalah, biduran dan ruam itu sendiri sebenarnya bukan disebabkan oleh air, tapi oleh kandungan lain yang ada di dalam air (misalnya klorin) yang masuk ke kulit dan memicu reaksi alergi.
.
Sumber : http://m.liputan6.com/health/read/3329150/balita-ini-alergi-air-lantas-bagaimana-hidupnya?
[bersambung dikomentar]