Bukan Bom, Benda Meledak di Dekat Debat Pilpres Ternyata Petasan Polisi menyatakan ledakandi dekat lokasi Debat Pilpres di Parkir Timur Senayan adalah petasan , bukan bom . Hal itu dipastikan oleh penjinak bom atau gegana. . Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menjelaskan polisi menyatakan sampai kini belum menemukan pemilik petasan itu. . “Sementara ini dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh teman-teman dari jibom itu adalah petasan,” kata Gatot di kawasan Senayan. Teks : www.suara.com

Bukan Bom, Benda Meledak di Dekat Debat Pilpres Ternyata Petasan

Polisi menyatakan ledakandi dekat lokasi Debat Pilpres di Parkir Timur Senayan adalah petasan , bukan bom . Hal itu dipastikan oleh penjinak bom atau gegana.
.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menjelaskan polisi menyatakan sampai kini belum menemukan pemilik petasan itu.
.
“Sementara ini dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh teman-teman dari jibom itu adalah petasan,” kata Gatot di kawasan Senayan.

Teks : www.suara.com

Beberapa hari ini beredar pesan secara berantai melalui aplikasi whatsapp yang mengatakan bahwa akan dilaksanakan pembuatan SIM secara kolektif atau beramai – ramai. . Dalam pesan tersebut dikatakan kegiatan akan dilaksanakan pada 29 – 30 Februari 2019 di Stadion Teladan Medan, seperti diketahui bahwa tanggal pada bulan februari tahun ini hanya sampai tanggal 28 saja sedang kan dikatakan dalam pesan tersebut pada 29 – 30 februari. . Polrestabes Medan melalui akun instagram @polrestabes.medan mengklarifikasi bahwa pesan yang beredar adalah “HOAX” sehingga warga medan tidak perlu menanggapi hal tersebut. . Diketahui, pesan seperti ini pernah terjadi pada tahun lalu 2018, yang mengatakan pertamin sebagai perusahan minyak nasional akan memberikan minyak gratis pada tanggal 29 februari 2018 lalu. . Pembuatan pesan seperti ini mungkin hanya bertujuan menargetkan orang yang tidak teliti dalam membaca pesan, tetapi setelah pesan ini beredar luas banyak orang mempertanyakan isi pesan tanpa membaca detail isi teks pada pesan tersebut. . Saring sebelum sharing, telitilah dalam membaca pesan. . •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Beberapa hari ini beredar pesan secara berantai melalui aplikasi whatsapp yang mengatakan bahwa akan dilaksanakan pembuatan SIM secara kolektif atau beramai – ramai.
.
Dalam pesan tersebut dikatakan kegiatan akan dilaksanakan pada 29 – 30 Februari 2019 di Stadion Teladan Medan, seperti diketahui bahwa tanggal pada bulan februari tahun ini hanya sampai tanggal 28 saja sedang kan dikatakan dalam pesan tersebut pada 29 – 30 februari.
.
Polrestabes Medan melalui akun instagram @polrestabes.medan mengklarifikasi bahwa pesan yang beredar adalah “HOAX” sehingga warga medan tidak perlu menanggapi hal tersebut.
.
Diketahui, pesan seperti ini pernah terjadi pada tahun lalu 2018, yang mengatakan pertamin sebagai perusahan minyak nasional akan memberikan minyak gratis pada tanggal 29 februari 2018 lalu.
.
Pembuatan pesan seperti ini mungkin hanya bertujuan menargetkan orang yang tidak teliti dalam membaca pesan, tetapi setelah pesan ini beredar luas banyak orang mempertanyakan isi pesan tanpa membaca detail isi teks pada pesan tersebut.
.
Saring sebelum sharing, telitilah dalam membaca pesan.
.
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Tim penanganan gangguan khusus (Pegasus), Polrestabes Medan terus melakukan terobosan dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya. Tim Pegasus kini telah memiliki Bank Data Kasus Curat, Curas dan Curanmor (3C) untuk mengidentifikasi kendaraan apakah terlibat tindak pidana atau tidak. . Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, untuk pengungkapan kasus, pihaknya memiliki bank data kasus 3C. . “Saat ini kami sudah memiliki Bank Data Kasus 3C yang aplikasinya sudah kita gunakan khususnya untuk para Kanit dan Panit. Aplikasi ini memang hanya jadi konsumsi internal Tim Pegasus,”ujarnya, Selasa (29/1/2019). . Bank data ini, sambung Kasat, akan memudahkan Tim Pegasus saat melakukan cek di lapangan. Dengan memasukkan nomor rangka atau nomor mesin ke aplikasi ini, nantinya akan muncul notifikasi apakah kendaraan tersebut pernah digunakan untuk melakukan tindak kejahatan atau tidak. . “Kalau kendaraan yang dicek anggota di lapangan ternyata pernah terlibat atau digunakan untuk melakukan kejahatan akan muncul notifikasi nomor Laporan Polisi (LP). Kalau kasusnya sudah terungkap nama tersangka dan berapa kali tersangka terlibat tindak kriminal juga akan muncul,” jelas Kasat. . Sebab di tahun politik ini diyakini para pelaku tindak kriminal akan beraksi menciptakan kekacauan. Kasat juga memastikan, kalau Tim Pegasus akan tetap dipertahankan meski tren kejahatan saat ini cenderung menurun. . “Di sinilah Tim Pegasus bergerak melakukan hunting untuk memotong niat para pelaku,” kata AKBP Putu Yudha Prawira. Biasanya, sambung Putu, angka tindak kriminal akan meningkat saat menjelang hari-hari besar keagamaan seperti saat Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek. . “Para pelaku kejahatan punya agenda penting dalam melakukan aksi kejahatan. Biasanya mereka akan beraksi saat-saat jelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek. Saat-saat tersebutlah Tim Pegasus akan meningkatkan intensitas hunting,”. . Sumber : www.tribunmedan.com

Tim penanganan gangguan khusus (Pegasus), Polrestabes Medan terus melakukan terobosan dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya.
Tim Pegasus kini telah memiliki Bank Data Kasus Curat, Curas dan Curanmor (3C) untuk mengidentifikasi kendaraan apakah terlibat tindak pidana atau tidak.
.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, untuk pengungkapan kasus, pihaknya memiliki bank data kasus 3C.
.
“Saat ini kami sudah memiliki Bank Data Kasus 3C yang aplikasinya sudah kita gunakan khususnya untuk para Kanit dan Panit. Aplikasi ini memang hanya jadi konsumsi internal Tim Pegasus,”ujarnya, Selasa (29/1/2019).
.
Bank data ini, sambung Kasat, akan memudahkan Tim Pegasus saat melakukan cek di lapangan.
Dengan memasukkan nomor rangka atau nomor mesin ke aplikasi ini, nantinya akan muncul notifikasi apakah kendaraan tersebut pernah digunakan untuk melakukan tindak kejahatan atau tidak.
.
“Kalau kendaraan yang dicek anggota di lapangan ternyata pernah terlibat atau digunakan untuk melakukan kejahatan akan muncul notifikasi nomor Laporan Polisi (LP). Kalau kasusnya sudah terungkap nama tersangka dan berapa kali tersangka terlibat tindak kriminal juga akan muncul,” jelas Kasat.
.
Sebab di tahun politik ini diyakini para pelaku tindak kriminal akan beraksi menciptakan kekacauan.
Kasat juga memastikan, kalau Tim Pegasus akan tetap dipertahankan meski tren kejahatan saat ini cenderung menurun.
.
“Di sinilah Tim Pegasus bergerak melakukan hunting untuk memotong niat para pelaku,” kata AKBP Putu Yudha Prawira.
Biasanya, sambung Putu, angka tindak kriminal akan meningkat saat menjelang hari-hari besar keagamaan seperti saat Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek.
.
“Para pelaku kejahatan punya agenda penting dalam melakukan aksi kejahatan. Biasanya mereka akan beraksi saat-saat jelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek. Saat-saat tersebutlah Tim Pegasus akan meningkatkan intensitas hunting,”.
.
Sumber : www.tribunmedan.com