Mau punya wajah kinclong dan bebas jerawat. Yuk buruan di order skincare dr. skin cosmetic. Skincare ini sudah BPOM. Dan harga di jamin murah dan berkualitas. Aman di pakai cowok/cewek dan ibu menyusui. . . Follow instagramnya: @mister_traveling @mister_traveling @mister_traveling @mister_traveling 👇👇👇👇 Info Pemesanan: Konsultasi : WA – 081267977717 Semua produk sudah BPOM

Mau punya wajah kinclong dan bebas jerawat. Yuk buruan di order skincare dr. skin cosmetic. Skincare ini sudah BPOM. Dan harga di jamin murah dan berkualitas. Aman di pakai cowok/cewek dan ibu menyusui.
.
.
Follow instagramnya:
@mister_traveling
@mister_traveling
@mister_traveling
@mister_traveling
👇👇👇👇
Info Pemesanan:
Konsultasi : WA – 081267977717
Semua produk sudah BPOM

Publik tanah air dikejutkan dengan pesan berantai dari media sosial maupun aplikasi pesan singkat yang menyebutkan 10 jenis obat-obatan dilarang konsumsi, yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini. . Obat-obatan yang dilarang konsumsi berdasarkan pesan berantai itu yakni Paramex, Inza, Inzana, Contrex & Contrexyn, Hemaviton Energy Drink, Hemaviton Action, Bodrex & Brodexyn, Natur E, Super Tetra, dan Stop Cold. . Alasan pelarangan berdasarkan pesan berantai itu seperti jumlah presentase PPA-nya 15 persen, telah terjadi bencana kematian di sejumlah wilayah Indonesia karena meminum obat-obatan itu. . Lalu obat-obatan tersebut mengandung racun yang amat berbahaya bagi produksi reproduksi tubuh manusia (kualitas sperma dan sel telur), jika obat-obatan itu rusak tidak bisa dikembalikan, sehingga berbahaya dikonsumsi, serta obat-obatan itu diproduksi tidak higienis. . Menanggapi hal itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento mengatakan, pesan berantai tersebut adalah bohong alias hoax. . “Melihat alasan dari pesan berantai tersebut, menurut saya itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, atau istilahnya ingin menjatuhkan pesaing,” katanya kepada Analisadaily.com, Minggu (11/3). . Lanjutnya, hal itu karena 10 jenis obat-obatan disebutkan itu sudah berulangkali tersebar melalui medsos maupun pesan berantai di aplikasi pesan singkat. . “Ini bukan pertama kalinya terjadi. Ini sudah terjadi beberapa kali sejak 2003 silam, dan BPOM sudah berulangkali mengklarifikasikannya,”sebut Yulius. . Oleh karena itu, Yulius meminta kepada masyarakat untuk tidak resah atau langsung percaya atas informasi menyesatkan tersebut. . “Jika masyarakat resah atas info itu dapat mengeceknya langsung melalui website BPOM ataupun melalui call center Halo BPOM di nomor 1-500-533,” pesannya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bpom-imbau-masyarakat-jangan-mudah-percaya-pesan-berantai/519821/2018/03/11

Publik tanah air dikejutkan dengan pesan berantai dari media sosial maupun aplikasi pesan singkat yang menyebutkan 10 jenis obat-obatan dilarang konsumsi, yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini.
.
Obat-obatan yang dilarang konsumsi berdasarkan pesan berantai itu yakni Paramex, Inza, Inzana, Contrex & Contrexyn, Hemaviton Energy Drink, Hemaviton Action, Bodrex & Brodexyn, Natur E, Super Tetra, dan Stop Cold.
.
Alasan pelarangan berdasarkan pesan berantai itu seperti jumlah presentase PPA-nya 15 persen, telah terjadi bencana kematian di sejumlah wilayah Indonesia karena meminum obat-obatan itu.
.
Lalu obat-obatan tersebut mengandung racun yang amat berbahaya bagi produksi reproduksi tubuh manusia (kualitas sperma dan sel telur), jika obat-obatan itu rusak tidak bisa dikembalikan, sehingga berbahaya dikonsumsi, serta obat-obatan itu diproduksi tidak higienis.
.
Menanggapi hal itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento mengatakan, pesan berantai tersebut adalah bohong alias hoax.
.
“Melihat alasan dari pesan berantai tersebut, menurut saya itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, atau istilahnya ingin menjatuhkan pesaing,” katanya kepada Analisadaily.com, Minggu (11/3).
.
Lanjutnya, hal itu karena 10 jenis obat-obatan disebutkan itu sudah berulangkali tersebar melalui medsos maupun pesan berantai di aplikasi pesan singkat.
.
“Ini bukan pertama kalinya terjadi. Ini sudah terjadi beberapa kali sejak 2003 silam, dan BPOM sudah berulangkali mengklarifikasikannya,”sebut Yulius.
.
Oleh karena itu, Yulius meminta kepada masyarakat untuk tidak resah atau langsung percaya atas informasi menyesatkan tersebut.
.
“Jika masyarakat resah atas info itu dapat mengeceknya langsung melalui website BPOM ataupun melalui call center Halo BPOM di nomor 1-500-533,” pesannya.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bpom-imbau-masyarakat-jangan-mudah-percaya-pesan-berantai/519821/2018/03/11

BPOM: 4 Mie Instan Asal Korea Mengandung Babi. Bagi kamu para pecinta Samyang dan mi instan lainnya asal Korea, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi menyatakan empat produk mi instan asal Korea, positif mengandung babi. Merek mie Instan tersebut, adalah dari merek Samyang, Nongshim, dan Ottogi. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, membenarkan hal tersebut. “Ya, benar,” ujar Dewi dalam pesan singkatnya kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/6). Surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 itu ditujukan untuk Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut, tercantum perintah untuk menarik ketiga produk mi terhitung sejak Kamis (15/6). “Surat tersebut berupa pesan ke Balai se-Indonesia,” kata Dewi. BPOM mengungkapkan, berdasarkan hasil sampling dan pengujian laboratorium, ketiganya menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Merespons hasil tersebut, BPOM telah memerintahkan para importir untuk melakukan penarikan produk-produk dari peredaran. Empat produk dan jenis mi itu, adalah sebagai berikut: 1. Samyang, dengan produk mi instan U-Dong 2. Samyang, dengan produk mi instan rasa Kimchi 2. Nongshim, dengan produk mi instan Shin Ramyun Black 3. Ottogi, dengan produk mi instan Yeul Ramen BPOM pun secara resmi meminta Kepala Balai POM seluruh Indonesia untuk memantau agen distributor dan supermarket yang masih menjual ketiga merek mi instan tersebut. “Kami informasikan target pemantauan antara lain di sarana distribusi retail produk yang menjual produk termasuk diantaranya importir distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja saudara masing-masing,” ujar BPOM dalam keterangannya. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak importir, baik Samyang, Nongshim dan Ottogi menanggapi surat tersebut. Sumber: kumparan.com

BPOM: 4 Mie Instan Asal Korea Mengandung Babi.
Bagi kamu para pecinta Samyang dan mi instan lainnya asal Korea, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi menyatakan empat produk mi instan asal Korea, positif mengandung babi.
Merek mie Instan tersebut, adalah dari merek Samyang, Nongshim, dan Ottogi. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, membenarkan hal tersebut.
“Ya, benar,” ujar Dewi dalam pesan singkatnya kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/6). Surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 itu ditujukan untuk Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut, tercantum perintah untuk menarik ketiga produk mi terhitung sejak Kamis (15/6). “Surat tersebut berupa pesan ke Balai se-Indonesia,” kata Dewi.
BPOM mengungkapkan, berdasarkan hasil sampling dan pengujian laboratorium, ketiganya menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Merespons hasil tersebut, BPOM telah memerintahkan para importir untuk melakukan penarikan produk-produk dari peredaran.
Empat produk dan jenis mi itu, adalah sebagai berikut:
1. Samyang, dengan produk mi instan U-Dong
2. Samyang, dengan produk mi instan rasa Kimchi
2. Nongshim, dengan produk mi instan Shin Ramyun Black
3. Ottogi, dengan produk mi instan Yeul Ramen
BPOM pun secara resmi meminta Kepala Balai POM seluruh Indonesia untuk memantau agen distributor dan supermarket yang masih menjual ketiga merek mi instan tersebut.
“Kami informasikan target pemantauan antara lain di sarana distribusi retail produk yang menjual produk termasuk diantaranya importir distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja saudara masing-masing,” ujar BPOM dalam keterangannya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak importir, baik Samyang, Nongshim dan Ottogi menanggapi surat tersebut.
Sumber: kumparan.com

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan berhasil menggerebek lokasi penampungan bahan tambahan pangan ilegal di sebuah rumah toko di Jalan Metal Medan. Ratusan kotak bahan tambahan makanan diamankan dalam penggerebekan, Selasa (13/6/2017) malam. Ada delapan item bahan tambahan pangan olahan kue yang disita.(Yu

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan berhasil menggerebek lokasi penampungan bahan tambahan pangan ilegal di sebuah rumah toko di Jalan Metal Medan.

Ratusan kotak bahan tambahan makanan diamankan dalam penggerebekan, Selasa (13/6/2017) malam. Ada delapan item bahan tambahan pangan olahan kue yang disita.(Yu

Kita kasih Diskon 10% untuk 100 orang Pertama [TAG TEMEN KAMU yg HARUS NAMBAH TINGGI ] ⠀⠀⠀⠀⠀ Secara teori, usia 20-22 adalah usia mentok pertumbuhan TINGGI BADAN nya. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀ MITOS atau FAKTA? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Karena Pertumbuhan TINGGI BADAN sangat dipengaruhi oleh Massa Tulang, Hormon HGH & Pola Hidup. ⠀⠀⠀⠀⠀ Apa boleh dikata, 1000 TEORI akan kalah oleh 1 FAKTA! ⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Faktanya, banyak konsumen kami dgn usia 23 tahun-45 Tahun masih bisa bertambah, ⠀⠀⠀⠀ Masak iya? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀ apalagi kamu yg usianya 13-25 thn, bisa BANGET! ⠀⠀⠀⠀ DAN kamu yg ingin tes masuk AKPOL/ AKMIL / Pekerjaan yg Mengharuskan Tinggi Ideal, tapi kamu bermasalah di tinggi badan, ⠀ @halo_tiens PUNYA SOLUSINYA. @halo_tiens Menyediakan Nutrisi Peninggi badan Terbaik untuk kamu, Hanya untuk usia 45 tahun kebawah. Tanya langsung Pesan ⠀ Wa: 0821-6747-5171 Line: rizka_faradhilla *Langsung ke Owner* Wilayah Medan bisa COD, diluar Medan Pengiriman melalui Pos Express 1 hari sampai

Kita kasih Diskon 10% untuk 100 orang Pertama
[TAG TEMEN KAMU yg HARUS NAMBAH TINGGI ]
⠀⠀⠀⠀⠀
Secara teori, usia 20-22 adalah usia mentok pertumbuhan TINGGI BADAN nya.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
MITOS atau FAKTA?
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Karena Pertumbuhan TINGGI BADAN sangat dipengaruhi oleh Massa Tulang, Hormon HGH & Pola Hidup.
⠀⠀⠀⠀⠀
Apa boleh dikata, 1000 TEORI akan kalah oleh
1 FAKTA!
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Faktanya, banyak konsumen kami dgn usia 23 tahun-45 Tahun masih bisa bertambah,
⠀⠀⠀⠀
Masak iya?
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
apalagi kamu yg usianya 13-25 thn,
bisa BANGET!
⠀⠀⠀⠀
DAN kamu yg ingin tes masuk AKPOL/ AKMIL / Pekerjaan yg Mengharuskan Tinggi Ideal, tapi kamu bermasalah di tinggi badan,

@halo_tiens PUNYA SOLUSINYA.

@halo_tiens Menyediakan Nutrisi Peninggi badan Terbaik untuk kamu,

Hanya untuk usia 45 tahun kebawah.
Tanya langsung Pesan

Wa: 0821-6747-5171
Line: rizka_faradhilla
*Langsung ke Owner*

Wilayah Medan bisa COD, diluar Medan Pengiriman melalui Pos Express 1 hari sampai