Baru-baru ini masyarakat dan jagat dunia maya dihebohkan dengan munculnya berita yang mengatakan bahwa ikan sarden kalengan mengandung cacing pita di dalamnya. . Berita ikan sarden bercacing itupun lantas menjadi Viral hingga menjadi pembicaraan banyak orang. . Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan kasus ikan sarden dalam kaleng yang berisi cacing menjadi salah satu pointer pengecekan dan pengujian oleh pihak BBPOM. . “Kasus ikan dalam kaleng yg berisi cacing juga jadi salah satu pointer pengecekan atau pengujian kita,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada Tribun Medan. . Namun Yulius Sacramento juga menambahkan bahwa memang sampai saat ini belum ada ditemukan ada kasus ikan sarden merek tertentu yang terdapat cacing di dalamnya. . “Dari hasil pengecekan kita di Sumatera Utara (Sumut), sampai dengan saat ini memang belum ada ditemukan kasus tersebut,” pungkasnya. . Untuk diketahui, berita yang sempat viral terkait ikan sarden kaleng bercacing tersebut berawal dari keluhan salah seorang warga bernama Lili yang menemukan adanya cacing pita di dalam ikan sarden kalengan. . Lili merupakan warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.(*) . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/03/17/ikan-sarden-bercacing-pita-jadi-viral-begini-penjelasan-bppom

Baru-baru ini masyarakat dan jagat dunia maya dihebohkan dengan munculnya berita yang mengatakan bahwa ikan sarden kalengan mengandung cacing pita di dalamnya.
.
Berita ikan sarden bercacing itupun lantas menjadi Viral hingga menjadi pembicaraan banyak orang.
.
Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan kasus ikan sarden dalam kaleng yang berisi cacing menjadi salah satu pointer pengecekan dan pengujian oleh pihak BBPOM.
.
“Kasus ikan dalam kaleng yg berisi cacing juga jadi salah satu pointer pengecekan atau pengujian kita,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada Tribun Medan.
.
Namun Yulius Sacramento juga menambahkan bahwa memang sampai saat ini belum ada ditemukan ada kasus ikan sarden merek tertentu yang terdapat cacing di dalamnya.
.
“Dari hasil pengecekan kita di Sumatera Utara (Sumut), sampai dengan saat ini memang belum ada ditemukan kasus tersebut,” pungkasnya.
.
Untuk diketahui, berita yang sempat viral terkait ikan sarden kaleng bercacing tersebut berawal dari keluhan salah seorang warga bernama Lili yang menemukan adanya cacing pita di dalam ikan sarden kalengan.
.
Lili merupakan warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.(*)
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/03/17/ikan-sarden-bercacing-pita-jadi-viral-begini-penjelasan-bppom

Cacing Pita 2.86m : Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (Sumut) menemukan suatu spesies cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter. Cacing pita itu keluar dari dalam tubuh manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. “Penemuan bermula saat pasien asal Negeri Dolok Kabupaten Simalungun datang ke klinik mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Atas keluhan itu, lantas diperiksa serta mengunjungi lokasi tempat tinggal pasien,” kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Umar Zein, Kamis 19 Oktober 2017. Setelah dilakukan survei epidemiologi dan observasi, ternyata pasien menderita penyakit Taenisiasi, parahnya, tak hanya seorang pasien, tapi ada 29 orang menderita penyakit tersebut. Kemudian timnya memberikan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien. Tak lama setelah itu, dari salah seorang pasien keluar cacing sepanjang 2,86 meter dari anus korban. “Taeniasis merupakan salah satu penyakit terabaikan. Penderitanya biasanya mengeluhkan sakit perut berkepanjangan dan lemas. Taenisiasi menjadi masalah di dunia yang belum terpecahkan karena berhubungan dengan perilaku serta gaya hidup manusia,” ucap Umar Zein. Menurut Umar Zein, penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak maupun yang tidak sempurna dimasak. “Kita selalu menganggap penyakit cacing pita ini sepele. Padahal penyakit ini sangat mengganggu,” ujar mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini. “Ini sangat baru dan menjadi penemuan bahwasanya di Simalungun dijumpai penyakit cacing pita. Bisa saja di Sumut penyakit ini meningkat. Karena menyangkut penularan dari daging hewan, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Selain itu langkah yang ditempuh melakukan penyediaan obat-obatan bagi pasien,” bebernya. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram Sumber: http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/JKRl7L3b-universitas-islam-sumut-temukan-cacing-pita-2-86-meter?utm_source=line&utm_medium=line

Cacing Pita 2.86m : Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (Sumut) menemukan suatu spesies cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter. Cacing pita itu keluar dari dalam tubuh manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. “Penemuan bermula saat pasien asal Negeri Dolok Kabupaten Simalungun datang ke klinik mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Atas keluhan itu, lantas diperiksa serta mengunjungi lokasi tempat tinggal pasien,” kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Umar Zein, Kamis 19 Oktober 2017.

Setelah dilakukan survei epidemiologi dan observasi, ternyata pasien menderita penyakit Taenisiasi, parahnya, tak hanya seorang pasien, tapi ada 29 orang menderita penyakit tersebut. Kemudian timnya memberikan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien. Tak lama setelah itu, dari salah seorang pasien keluar cacing sepanjang 2,86 meter dari anus korban. “Taeniasis merupakan salah satu penyakit terabaikan. Penderitanya biasanya mengeluhkan sakit perut berkepanjangan dan lemas. Taenisiasi menjadi masalah di dunia yang belum terpecahkan karena berhubungan dengan perilaku serta gaya hidup manusia,” ucap Umar Zein.

Menurut Umar Zein, penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak maupun yang tidak sempurna dimasak. “Kita selalu menganggap penyakit cacing pita ini sepele. Padahal penyakit ini sangat mengganggu,” ujar mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini. “Ini sangat baru dan menjadi penemuan bahwasanya di Simalungun dijumpai penyakit cacing pita. Bisa saja di Sumut penyakit ini meningkat. Karena menyangkut penularan dari daging hewan, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Selain itu langkah yang ditempuh melakukan penyediaan obat-obatan bagi pasien,” bebernya.

Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram
Sumber: http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/JKRl7L3b-universitas-islam-sumut-temukan-cacing-pita-2-86-meter?utm_source=line&utm_medium=line