Guna mengatasi banjir yang acap kali terjadi di kawasan Jalan TB Simatupang, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, saat hujan deras turun, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) membangun saluran drainase, persisnya dekat SMP Negeri 9 Medan. . Saluran drainase yang dibangun sepanjang 739 meter dengan lebar 2 meter. Ada dua tipe saluran drainase yang dibangun, yakni tipe tertutup dan terbuka. Tipe tertutup untuk saluran drainase yang berada di pinggir Jalan TB Simatupang, sedangkan tipe terbuka untuk drainase yang berfungsi sebagai saluran pembuangan menuju Sungai Belawan. . Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan menjelaskan, pembangunan drainase tipe tertutup dilakukan untuk mengantisipasi masuknya sampah yang akan menyebabkan terjadinya penyumbatan. . “Walaupun tertutup, namun nantinya jika diperlukan, penutup drainase tetap bisa diangkat dan dibuka guna dilakukan pembersihan, sehingga air yang mengalir tetap lancar,” katanya, Kamis (17/1). . Drainase tipe tertutup, jelas Syahnan, guna mengantisipasi kemungkinan adanya masyarakat yang membuang sampah ke dalam saluran drainase. Apalagi letaknya berada di pinggir jalan umum dan dekat sekolah. Dikhawatirkan menjadi wadah tempat pembuangan sampah sembarangan. . “Dengan ditutupnya saluran drainase yang berada di pinggir jalan, tujuannya agar masyarakat, terutama para siswa dapat memanfaatkannya sebagai sarana berjalan kaki, sehingga merasa lebih aman dan nyaman,” terangnya. . Sedangkan pembangunan drainase tipe terbuka sengaja dilakukan karena merupakan saluran pembuangan yang berasal dari Jalan TB Simatupang menuju Sungai Belawan. Selain jauh dari kediaman penduduk, juga mempermudah pengawasan sekaligus cepat melakukan antisipasi apabila terjadi penyumbatan. . “Proses pengerjaan saluran drainase berlangsung selama sebulan. Semoga kehadiran drainase ini membuat masyarakat sekitar terhindar dari banjir maupun genangan air yang terjadi selama ini setiap kali hujan deras turun,” ungkapnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/pemko-medan-bangun-drainase-sepanjang-739-meter-untuk-atasi-banjir/679654/2019/01/17

Guna mengatasi banjir yang acap kali terjadi di kawasan Jalan TB Simatupang, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, saat hujan deras turun, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) membangun saluran drainase, persisnya dekat SMP Negeri 9 Medan.
.
Saluran drainase yang dibangun sepanjang 739 meter dengan lebar 2 meter. Ada dua tipe saluran drainase yang dibangun, yakni tipe tertutup dan terbuka. Tipe tertutup untuk saluran drainase yang berada di pinggir Jalan TB Simatupang, sedangkan tipe terbuka untuk drainase yang berfungsi sebagai saluran pembuangan menuju Sungai Belawan.
.
Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan menjelaskan, pembangunan drainase tipe tertutup dilakukan untuk mengantisipasi masuknya sampah yang akan menyebabkan terjadinya penyumbatan.
.
“Walaupun tertutup, namun nantinya jika diperlukan, penutup drainase tetap bisa diangkat dan dibuka guna dilakukan pembersihan, sehingga air yang mengalir tetap lancar,” katanya, Kamis (17/1).
.
Drainase tipe tertutup, jelas Syahnan, guna mengantisipasi kemungkinan adanya masyarakat yang membuang sampah ke dalam saluran drainase. Apalagi letaknya berada di pinggir jalan umum dan dekat sekolah. Dikhawatirkan menjadi wadah tempat pembuangan sampah sembarangan.
.
“Dengan ditutupnya saluran drainase yang berada di pinggir jalan, tujuannya agar masyarakat, terutama para siswa dapat memanfaatkannya sebagai sarana berjalan kaki, sehingga merasa lebih aman dan nyaman,” terangnya.
.
Sedangkan pembangunan drainase tipe terbuka sengaja dilakukan karena merupakan saluran pembuangan yang berasal dari Jalan TB Simatupang menuju Sungai Belawan. Selain jauh dari kediaman penduduk, juga mempermudah pengawasan sekaligus cepat melakukan antisipasi apabila terjadi penyumbatan.
.
“Proses pengerjaan saluran drainase berlangsung selama sebulan. Semoga kehadiran drainase ini membuat masyarakat sekitar terhindar dari banjir maupun genangan air yang terjadi selama ini setiap kali hujan deras turun,” ungkapnya.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/pemko-medan-bangun-drainase-sepanjang-739-meter-untuk-atasi-banjir/679654/2019/01/17

Jalan Sutomo simpang Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena sering banjir akibat drainase tersumbat, mulai mendapat normalisasi. . Normalisasi dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Sabtu (28/4), sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk mendukung normalisasi, Dinas PU menurunkan 1 unit excavator mini, 1 unit mobil penyedot lumpur, 1 unit backhoe loader serta 7 unit dump truck. . Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, penyumbatan yang paling parah terdapat di bawah gorong-gorong. Akibat penyumbatan tersebut, drainase pun tak berfungsi sehingga kerap terjadi banjir setiap turun hujan. . Lanjutnya, penyumbatan terjadi karena gorong-gorong terdapat banyak lumpur bercampur sampah sehingga mobil penyedotan lumpur dikerahkan untuk mengatasi penyumbatan tersebut. . “Penyumbatan terjadi karena gorong-gorong sudah cukup lama tidak dikorek sehingga lama kelamaan mengeras dan menyebabkan terjadinya sedimentasi,” kata Khairul, Minggu (29/4). . “Alhamdulillah setelah kita lakukan normalisasi, air sekarang sudah mengalir menuju saluran pembuangan MUDP (Medan Urban Development Project). Semoga normalisasi ini berhasil mengatasi banjir yang selama ini terjadi,” harapnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/sering-banjir-dinas-pu-medan-normalisasi-drainase-di-jalan-sutomo/547257/2018/04/29

Jalan Sutomo simpang Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena sering banjir akibat drainase tersumbat, mulai mendapat normalisasi.
.
Normalisasi dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Sabtu (28/4), sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk mendukung normalisasi, Dinas PU menurunkan 1 unit excavator mini, 1 unit mobil penyedot lumpur, 1 unit backhoe loader serta 7 unit dump truck.
.
Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, penyumbatan yang paling parah terdapat di bawah gorong-gorong. Akibat penyumbatan tersebut, drainase pun tak berfungsi sehingga kerap terjadi banjir setiap turun hujan.
.
Lanjutnya, penyumbatan terjadi karena gorong-gorong terdapat banyak lumpur bercampur sampah sehingga mobil penyedotan lumpur dikerahkan untuk mengatasi penyumbatan tersebut.
.
“Penyumbatan terjadi karena gorong-gorong sudah cukup lama tidak dikorek sehingga lama kelamaan mengeras dan menyebabkan terjadinya sedimentasi,” kata Khairul, Minggu (29/4).
.
“Alhamdulillah setelah kita lakukan normalisasi, air sekarang sudah mengalir menuju saluran pembuangan MUDP (Medan Urban Development Project). Semoga normalisasi ini berhasil mengatasi banjir yang selama ini terjadi,” harapnya.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/sering-banjir-dinas-pu-medan-normalisasi-drainase-di-jalan-sutomo/547257/2018/04/29

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan normalisasi drainase di Jalan Mesjid Syuhada Pasar VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. . Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan normalisasi drainase. . Kali ini yang menjadi objek normalisasi adalah drainase di Jalan Mesjid Syuhada Pasar VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. . Selama ini, drainase tidak berfungsi karena tersumbat dan mengalami sedimentasi ataupun tumpukan sampah. Hal itu pun memicu terjadinya banjir. . Kegiatan normalisasi ini, dipimpin langsung Kabid Drainase Dinas PU Edi Zalman didampingi Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis. . Guna mendukung kelancaran pengorekan, Dinas PU menurunkan 50 orang personil, dibantu 1 unit mobil penyedot lumpur, 1 unit ekskavaor, 1 unit backhoe loader serta 10 unit truk. . Edi Zalman mengatakan, normalisasi drainase ini dilakukan atas permintaan warga sekitar. Pasalnya, selama ini setiap kali hujan deras turun sepanjang jalan Masjid Syuhada Pasar 6 Padang Bulan, selalu digenangi air, tidak hanya jalan, rumah warga pun mengalami kebanjiran. . “Selain ini permintaan warga dan Ketua DPRD Medan juga, normalisasi drainase yang kita lakukan ini juga merupakan kegiatan rutin Dinas PU,”kata Edi Zalman Kamis (21/2/2018). . Normalisasi drainase yang dilakukan Dinas PU, juga dibantu 10 orang Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Selayang. . Proses normalisasi berjalan lancar, selain menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, normalisasi juga dibantu alat berat dan mobil pengisap lumpur. Usai dilakukan normalisasi, air drainase pun tampak mengalir kembali. . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/02/22/tumpukan-sampah-memicu-banjir-dinas-pu-normalisasi-drainase-yang-tersumbat

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan normalisasi drainase di Jalan Mesjid Syuhada Pasar VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang.
.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan kembali melakukan normalisasi drainase.
.
Kali ini yang menjadi objek normalisasi adalah drainase di Jalan Mesjid Syuhada Pasar VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang.
.
Selama ini, drainase tidak berfungsi karena tersumbat dan mengalami sedimentasi ataupun tumpukan sampah. Hal itu pun memicu terjadinya banjir.
.
Kegiatan normalisasi ini, dipimpin langsung Kabid Drainase Dinas PU Edi Zalman didampingi Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis.
.
Guna mendukung kelancaran pengorekan, Dinas PU menurunkan 50 orang personil, dibantu 1 unit mobil penyedot lumpur, 1 unit ekskavaor, 1 unit backhoe loader serta 10 unit truk.
.
Edi Zalman mengatakan, normalisasi drainase ini dilakukan atas permintaan warga sekitar. Pasalnya, selama ini setiap kali hujan deras turun sepanjang jalan Masjid Syuhada Pasar 6 Padang Bulan, selalu digenangi air, tidak hanya jalan, rumah warga pun mengalami kebanjiran.
.
“Selain ini permintaan warga dan Ketua DPRD Medan juga, normalisasi drainase yang kita lakukan ini juga merupakan kegiatan rutin Dinas PU,”kata Edi Zalman Kamis (21/2/2018).
.
Normalisasi drainase yang dilakukan Dinas PU, juga dibantu 10 orang Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Selayang.
.
Proses normalisasi berjalan lancar, selain menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, normalisasi juga dibantu alat berat dan mobil pengisap lumpur. Usai dilakukan normalisasi, air drainase pun tampak mengalir kembali.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/02/22/tumpukan-sampah-memicu-banjir-dinas-pu-normalisasi-drainase-yang-tersumbat