Beredarnya informasi tentang Gunung Sinabung yang turun dari status awas level IV menjadi awas level III dibantah oleh petugas pantau Gunung Sinabung. . “Informasi tersebut tidak benar atau hoax. Karena sampai saat ini status Gunung Sinabung masih awas level IV,” kata salah seorang petugas Pos Pantau Gunung Sinabung, Aries Purnomo, kepada Analisadaily.com, Kamis (14/2). . Dari hasil laporan aktivitas gunung api, Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 mdpl yang berada di Kabupaten Karo saat ini cuacanya berawan dan mendung. . “Untuk angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Selatan dan Barat. Suhu udara 16-17 drajat Celsius, kelembaban udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg,” jelas Aries. “Untuk visual saat ini gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” sambungnya. . Untuk kondisi, kegempaan seperti hembusan ada 8, Amplitudo : 3-120 mm, Durasi : 5-14 detik dan tektonik lokal jumlah 1, Amplitudo : 28 mm, S-P : 4 detik, Durasi : 25 detik. Aries juga mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer untuk sektor Utara -Barat, 4 kilometer untuk sektor Selatan – Barat, dan dalam jarak 7 kilometer untuk sektor Selatan – Tenggara, di dalam jarak 6 kilometer untuk sektor Tenggara – Timur serta di dalam jarak 4 kilometer untuk sektor Utara -Timur. . “Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat,” imbaunya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/informasi-mengenai-penurunan-status-gunung-sinabung-hoax/693841/2019/02/14

Beredarnya informasi tentang Gunung Sinabung yang turun dari status awas level IV menjadi awas level III dibantah oleh petugas pantau Gunung Sinabung.
.
“Informasi tersebut tidak benar atau hoax. Karena sampai saat ini status Gunung Sinabung masih awas level IV,” kata salah seorang petugas Pos Pantau Gunung Sinabung, Aries Purnomo, kepada Analisadaily.com, Kamis (14/2).
.
Dari hasil laporan aktivitas gunung api, Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 mdpl yang berada di Kabupaten Karo saat ini cuacanya berawan dan mendung.
.
“Untuk angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Selatan dan Barat. Suhu udara 16-17 drajat Celsius, kelembaban udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg,” jelas Aries.
“Untuk visual saat ini gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” sambungnya.
.
Untuk kondisi, kegempaan seperti hembusan ada 8, Amplitudo : 3-120 mm, Durasi : 5-14 detik dan tektonik lokal jumlah 1, Amplitudo : 28 mm, S-P : 4 detik, Durasi : 25 detik.
Aries juga mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer untuk sektor Utara -Barat, 4 kilometer untuk sektor Selatan – Barat, dan dalam jarak 7 kilometer untuk sektor Selatan – Tenggara, di dalam jarak 6 kilometer untuk sektor Tenggara – Timur serta di dalam jarak 4 kilometer untuk sektor Utara -Timur.
.
“Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat,” imbaunya.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/informasi-mengenai-penurunan-status-gunung-sinabung-hoax/693841/2019/02/14

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih mengeluarkan asap hitam dengan intensitas tebal di atas puncaknya sepanjang pengamatan pada Senin (24/12) hingga Selasa (25/12) dini hari. . Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meneruskan laporan Windi Cahya Untung, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dalam periode pengamatan 24 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 25 Desember pukul 00.00 WIB, Gunung Anak Kratau terlihat jelas hingga kabut 0-III. . Asap kawah teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 300-600 meter di atas puncak kawah. Awan panas terlihat bergerak ke arah selatan. Suara dentuman terdengar di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (PGA). . Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau mengalami tremor menerus, amplitudo 9-35 mm (dominan 25 mm). Data tersebut diambil dari Stasiun Sertung wilayah gugusan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda . Gunung api di dalam laut dengan ketinggian saat ini 338 meter dari permukaan laut (mdpl) itu selama pengamatan kondisi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. . Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah utara, dan timur laut, dan timur. Suhu udara 24-31 derajat Celsius, kelembapan udara 63-98 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. . Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. . Sebelumnya, BMKG memastikan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan tsunami Selat Sunda. (stu) . Sumber : cnn indonesia

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih mengeluarkan asap hitam dengan intensitas tebal di atas puncaknya sepanjang pengamatan pada Senin (24/12) hingga Selasa (25/12) dini hari.
.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meneruskan laporan Windi Cahya Untung, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, dalam periode pengamatan 24 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 25 Desember pukul 00.00 WIB, Gunung Anak Kratau terlihat jelas hingga kabut 0-III.
.
Asap kawah teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 300-600 meter di atas puncak kawah. Awan panas terlihat bergerak ke arah selatan. Suara dentuman terdengar di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (PGA).
.
Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau mengalami tremor menerus, amplitudo 9-35 mm (dominan 25 mm). Data tersebut diambil dari Stasiun Sertung wilayah gugusan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda
.
Gunung api di dalam laut dengan ketinggian saat ini 338 meter dari permukaan laut (mdpl) itu selama pengamatan kondisi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.
.
Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah utara, dan timur laut, dan timur. Suhu udara 24-31 derajat Celsius, kelembapan udara 63-98 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
.
Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
.
Sebelumnya, BMKG memastikan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan tsunami Selat Sunda. (stu)
.
Sumber : cnn indonesia

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian? . Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya. . Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah. . Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang. . “Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA. . Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia. . Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam. . Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak. . Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. . Sumber : liputan6.com

Anak Gunung Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1. Mengapa demikian?
.
Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, juga karena masa lalunya.
.
Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 WIB dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah.
.
Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang.
.
“Anak Krakatau muncul dari laut kurang dari 80 tahun lalu, ia merupakan laboratorium alam untuk mengamati perkembangan suatu ekosistem baru,” demikian dimuat dalam situs NASA.
.
Seperti kebanyakan dari sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, Krakatau terbentuk di sepanjang Sunda Arc, kurva sepanjang 3.000 kilometer di mana Lempeng Australia tenggelam di bawah Lempeng Eurasia.
.
Sebelum dikabarkan erupsi pada 22 Desember sebelum tsunami Anyer terjadi, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat mengalami 18 kali kegempaan letusan sepanjang pengamatan Senin (26 November 2018) hingga Selasa dini hari 27 November 2018. Saat itu teramati 8 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter warna asap hitam.
.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandarlampung, periode pengamatan 26 November 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, secara visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncak.
.
Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
.
Sumber : liputan6.com