Siapa yang tidak suka liburan? Bagi banyak orang, liburan terbaik dari penatnya pekerjaan direncanakan berkaitan dengan hari libur nasional atau hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah. Mengutip dari Seasia, Senin (17/12/2018), Mashable Asia Tenggara membuat daftar peringkat negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah liburan nasional dari yang paling banyak hingga paling sedikit pada tahun 2019. Berikut adalah daftar negara-negara di Asia Tenggara dengan jumlah libur nasional diurutkan dari yang terbanyak. 1. Malaysia Malaysia adalah satu-satunya negara Asia Tenggara yang memiliki jumlah liburan umum terbanyak. Walaupun secara teknis, Negeri Jiran memiliki 20 hari libur nasional karena beberapa wilayah di negeri jiran itu memilih untuk tidak libur pada saat-saat tertentu. Selain itu, beberapa wilayah di negara itu memiliki liburan mereka sendiri yang tidak berlaku di tingkat nasional. Jika ditotalkan, hari libur semua wilayah bisa mencapai 50 hari. 2. Kamboja Untuk tahun depan, Kamboja jika ditotalkan mendapat jatah 31 hari libur. 3. Thailand Thailand secara teknis hanya mendapat 20 hari libur nasional, sementara 6 perayaan lainnya dirayakan di provinsi-provinsi tertentu. Namun, jika dijumlahkan semua provinsi dengan perayaan libur masing-masing, Negeri Gajah Putih ini mempunyai libur nasional sebanyak 26 hari. 4.Myanmar Jika dijumlahkan, Myanmar memiliki hari libur nasional sebanyak 25 hari. 5. Filipina Filipina memiiliki 21 hari libur nasional. 6. Indonesia Indonesia memiliki hari libur nasional sebanyak 20 hari. 7. Brunei Dasussalam Total jumlah hari libur nasional Brunei Darussalam sebanyak 19 hari. 8. Singapura Total, negeri Singa ini menikmati hari libur nasional sebanyak 14 hari. 9. Laos Total Laos akan menikmati hari libur nasional sebanyak 13 hari. 10. Vietnam Total Vietnam hanya mempunyai hari libur nasional sebanyak 11 hari

Siapa yang tidak suka liburan? Bagi banyak orang, liburan terbaik dari penatnya pekerjaan direncanakan berkaitan dengan hari libur nasional atau hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah.

Mengutip dari Seasia, Senin (17/12/2018), Mashable Asia Tenggara membuat daftar peringkat negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah liburan nasional dari yang paling banyak hingga paling sedikit pada tahun 2019.

Berikut adalah daftar negara-negara di Asia Tenggara dengan jumlah libur nasional diurutkan dari yang terbanyak.

1. Malaysia
Malaysia adalah satu-satunya negara Asia Tenggara yang memiliki jumlah liburan umum terbanyak. Walaupun secara teknis, Negeri Jiran memiliki 20 hari libur nasional karena beberapa wilayah di negeri jiran itu memilih untuk tidak libur pada saat-saat tertentu.

Selain itu, beberapa wilayah di negara itu memiliki liburan mereka sendiri yang tidak berlaku di tingkat nasional. Jika ditotalkan, hari libur semua wilayah bisa mencapai 50 hari.

2. Kamboja
Untuk tahun depan, Kamboja jika ditotalkan mendapat jatah 31 hari libur.

3. Thailand
Thailand secara teknis hanya mendapat 20 hari libur nasional, sementara 6 perayaan lainnya dirayakan di provinsi-provinsi tertentu. Namun, jika dijumlahkan semua provinsi dengan perayaan libur masing-masing, Negeri Gajah Putih ini mempunyai libur nasional sebanyak 26 hari.

4.Myanmar
Jika dijumlahkan, Myanmar memiliki hari libur nasional sebanyak 25 hari.

5. Filipina
Filipina memiiliki 21 hari libur nasional.

6. Indonesia
Indonesia memiliki hari libur nasional sebanyak 20 hari.

7. Brunei Dasussalam
Total jumlah hari libur nasional Brunei Darussalam sebanyak 19 hari.

8. Singapura
Total, negeri Singa ini menikmati hari libur nasional sebanyak 14 hari.

9. Laos
Total Laos akan menikmati hari libur nasional sebanyak 13 hari.

10. Vietnam
Total Vietnam hanya mempunyai hari libur nasional sebanyak 11 hari

Hari Minggu adalah hari libur yang ditunggu-tunggu oleh hampir setiap orang baik anak sekolah maupun orang kantoran. Lalu sebenarnya dari mana sih asal usul mengapa Minggu bisa libur? Mengapa tanggal merah harus terletak pada hari Minggu tidak hari lainnya? . Inilah asal usul mengapa hari Minggu bisa libur, Awal mula sejarah ditetapkannya hari Minggu sebagai hari libur adalah berasal dari tradisi Romawi kuno di Italia. Menurut bangsa Romawi, hari yang mengawali setiap pekan adalah Minggu dan bukan hari Senin. Hal ini berlaku di hampir seluruh negara di dunia, kecuali beberapa negara muslim seperti Arab yang menerapkan Jumat sebagai hari liburnya. . Dahulu orang Romawi kuno melakukan kegiatan beribadah pada hari Minggu, saking tidak inginnya melewatkan ibadah, mereka menghentikan segala kegiatan untuk beribadah dan ditandai dengan warna merah. Oleh karena itu ditetapkannya hari Minggu sebagai hari libur dan menandai hari Minggu juga hari bersejarah lainnya dengan warna merah. . Selain itu, pada saat yang bersamaan Romawi kuno banyak menguasai berbagai negara-negara Eropa, di antaranya Inggris, Jerman, Belanda, Prancis dan yang lainnya. . Dari sinilah tradisi libur hari Minggu tersebut diwariskan kepada negara-negara tersebut, tak terkecuali kepada negara negara jajahan pada waktu itu. Indonesia yang merupakan jajahan Belanda selama 350 tahun tentu meneruskan tradisi tersebut. . Hingga sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih tetap diberlakukan di Indonesia. Dengan alasan, orang-orang sudah bekerja keras selama enam hari, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk rehat alias berlibur. . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hari Minggu adalah hari libur yang ditunggu-tunggu oleh hampir setiap orang baik anak sekolah maupun orang kantoran. Lalu sebenarnya dari mana sih asal usul mengapa Minggu bisa libur? Mengapa tanggal merah harus terletak pada hari Minggu tidak hari lainnya?
.
Inilah asal usul mengapa hari Minggu bisa libur, Awal mula sejarah ditetapkannya hari Minggu sebagai hari libur adalah berasal dari tradisi Romawi kuno di Italia. Menurut bangsa Romawi, hari yang mengawali setiap pekan adalah Minggu dan bukan hari Senin. Hal ini berlaku di hampir seluruh negara di dunia, kecuali beberapa negara muslim seperti Arab yang menerapkan Jumat sebagai hari liburnya. .
Dahulu orang Romawi kuno melakukan kegiatan beribadah pada hari Minggu, saking tidak inginnya melewatkan ibadah, mereka menghentikan segala kegiatan untuk beribadah dan ditandai dengan warna merah. Oleh karena itu ditetapkannya hari Minggu sebagai hari libur dan menandai hari Minggu juga hari bersejarah lainnya dengan warna merah.
.
Selain itu, pada saat yang bersamaan Romawi kuno banyak menguasai berbagai negara-negara Eropa, di antaranya Inggris, Jerman, Belanda, Prancis dan yang lainnya. .
Dari sinilah tradisi libur hari Minggu tersebut diwariskan kepada negara-negara tersebut, tak terkecuali kepada negara negara jajahan pada waktu itu. Indonesia yang merupakan jajahan Belanda selama 350 tahun tentu meneruskan tradisi tersebut.
.
Hingga sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih tetap diberlakukan di Indonesia. Dengan alasan, orang-orang sudah bekerja keras selama enam hari, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk rehat alias berlibur.
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kalangan pengusaha keberatan terkait rencana pemerintah menambah cuti bersama Lebaran 2017 ini. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita mengatakan, tanpa penambahan cuti bersama saja, saat ini menurutnya Indonesia sudah menjadi negara dengan hari libur terbanyak. Hal ini, dapat berimbas pada produktifitas usaha yang ada di tanah air. Kalangan pengusaha bahkan berhitung, akan banyak potensi pendapatan yang hilang karena banyaknya hari libur. “Kita ini pengusaha melihat Indonesia ini punya hari libur terbanyak di dunia. Nah ini kalau terus ada cuti bersama ditambah karena kejepit, terus terang kita ada pendapatan yang hilang,” ujar Suryadi Rabu (14/6/2017). Diungkapkannya, tambahan cuti bersama ini tak sesuai dengan upaya pemerintah saat ini untuk mendukung daya saing dunia usaha. Salah satunya bakal menambah beban uang lembur untuk karyawannya. “Dengan adanya saat ini saja (liburan nasional) kita sudah enggak efisien. Produktivitas semakin rendah, kita enggak setuju kalau. Kalau jadi cuti bersama, kita jadi harus bayar uang lembur. Tolonglah itu pemerintah bisa dipikirkan,” ujar Suryadi. Sumber: https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3530711/pengusaha-indonesia-punya-hari-libur-terbanyak-di-dunia

Kalangan pengusaha keberatan terkait rencana pemerintah menambah cuti bersama Lebaran 2017 ini. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita mengatakan, tanpa penambahan cuti bersama saja, saat ini menurutnya Indonesia sudah menjadi negara dengan hari libur terbanyak.

Hal ini, dapat berimbas pada produktifitas usaha yang ada di tanah air. Kalangan pengusaha bahkan berhitung, akan banyak potensi pendapatan yang hilang karena banyaknya hari libur. “Kita ini pengusaha melihat Indonesia ini punya hari libur terbanyak di dunia. Nah ini kalau terus ada cuti bersama ditambah karena kejepit, terus terang kita ada pendapatan yang hilang,” ujar Suryadi Rabu (14/6/2017). Diungkapkannya, tambahan cuti bersama ini tak sesuai dengan upaya pemerintah saat ini untuk mendukung daya saing dunia usaha. Salah satunya bakal menambah beban uang lembur untuk karyawannya. “Dengan adanya saat ini saja (liburan nasional) kita sudah enggak efisien. Produktivitas semakin rendah, kita enggak setuju kalau. Kalau jadi cuti bersama, kita jadi harus bayar uang lembur. Tolonglah itu pemerintah bisa dipikirkan,” ujar Suryadi.
Sumber:
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3530711/pengusaha-indonesia-punya-hari-libur-terbanyak-di-dunia