Investigasi Sementara, Tabrakan 2 Kapal di Pelabuhan Merak karena Human Error . Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo 18 dan Windu Karsa Dwitya (WKD) tabrakan di perairan Selat Sunda atau berjarak sekitar 1,5 mil laut dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten pada Senin 22 April 2019. Dugaan sementara, penyebab tabrakan karena human error. . “Investigasi sementara, tabrakan terjadi karena human error,” kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten, Herwanto, saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (23/4/2019). . Sementara itu, Anak Buah Kapal (ABK) dari KMP Virgo 18 dan Windu Karsa Dwitya (WKD), tengah menjalani pemeriksaan di Polairud Polda Banten. . Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab tabrakan dua kapal yang mengakibatkan satu ABK bernama Endang Rokh Basuki, tenggelam dan hilang yang hingga kini belum juga ditemukan. “Penyelidikannya dilakukan oleh Polairud Polda Banten. (Bukti Baru) belum, masih dilakukan penyidikan,” kata Herwanto. . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram . . Video : @boengsoewahyu Teks : liputan6.com

Investigasi Sementara, Tabrakan 2 Kapal di Pelabuhan Merak karena Human Error
.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo 18 dan Windu Karsa Dwitya (WKD) tabrakan di perairan Selat Sunda atau berjarak sekitar 1,5 mil laut dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten pada Senin 22 April 2019. Dugaan sementara, penyebab tabrakan karena human error.
.
“Investigasi sementara, tabrakan terjadi karena human error,” kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten, Herwanto, saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (23/4/2019).
.
Sementara itu, Anak Buah Kapal (ABK) dari KMP Virgo 18 dan Windu Karsa Dwitya (WKD), tengah menjalani pemeriksaan di Polairud Polda Banten.
.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab tabrakan dua kapal yang mengakibatkan satu ABK bernama Endang Rokh Basuki, tenggelam dan hilang yang hingga kini belum juga ditemukan. “Penyelidikannya dilakukan oleh Polairud Polda Banten. (Bukti Baru) belum, masih dilakukan penyidikan,” kata Herwanto.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram
.
.
Video : @boengsoewahyu
Teks : liputan6.com

Dua nelayan yang hilang pascaterbakarnya kapal di perairan sebelah barat Sumut, masih terus dalam pencarian. Tim SAR gabungan melibatkan penyelam untuk mencari kedua korban yang hilang, pascaterbakarnya kapal. Koordinator Pos SAR Sibolga, Beni Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, bahwa memasuki hari ketiga pencarian wilayah akan semakin diperluas. “Rencananya operasi hari ini penyelaman dilakukan tim penyelam Lanal dan Basarnas,” kata Beni, Jumat (15/2/2019). “Mereka akan menyelami sekitar lokasi kejadian, untuk mencari dua korban yang masih hilang” sambungnya. Diketahui, KM Mujur Indah dengan 4 awak terbakar lalu tenggelam ketika berada di perairan Pulau Bintuna, atau sekitar 38 mil dari Kota Sibolga, Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Kebakaran di bagian belakang kapal nelayan pencari teripang itu, dipicu ledakan elpiji yang diduga bocor dari tabung gas 12 Kg. Akibat kejadian tersebut, 2 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Sibolga pada pukul 23.00 WIB. Dua ABK yang berhasil dievakuasi, yakji Saifansyah Siregar (ABK) yang menderita luka bakar 50 persen pada badan bagian depan, dan Azyun Amri Baeha (ABK), mengalami luka bakar 10 persen pada bagian tangan. Dua nelayan lainnya masih hilang, yakni Kardiman Nazara (nakhoda) dan Nazar Naupal (ABK). Operasi gabungan untuk mencari keduanya masih berlangsung.Pencarian melibatkan KAL Mansalar milik Lanal Sibolga. Selain melibatkan Basarnas dan TNI Angkatan Laut. Pencarian juga melibatkan tim dari Polisi Air, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Untuk pencarian hari ketiga, personel yang diturunkan masih sama. Dari Basarnas 9 orang, dari Lanal Sibolga 15 personel, serta personel Polair 4 orang, dan ada kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” beber Beni. Areal pencarian kedua korban masih di sekitar perairan Pulau Bintuna. Per kemarin luas areal yang disisir pada radius 3 mil dari lokasi kejadian. Sumber : http://medan.tribunnews.com/2019/02/15/anggota-tni-dan-basarnas-lakukan-penyelaman-untuk-mencari-awak-kapal-km-mujur-indah?page=2

Dua nelayan yang hilang pascaterbakarnya kapal di perairan sebelah barat Sumut, masih terus dalam pencarian. Tim SAR gabungan melibatkan penyelam untuk mencari kedua korban yang hilang, pascaterbakarnya kapal.

Koordinator Pos SAR Sibolga, Beni Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, bahwa memasuki hari ketiga pencarian wilayah akan semakin diperluas.
“Rencananya operasi hari ini penyelaman dilakukan tim penyelam Lanal dan Basarnas,” kata Beni, Jumat (15/2/2019).
“Mereka akan menyelami sekitar lokasi kejadian, untuk mencari dua korban yang masih hilang” sambungnya.

Diketahui, KM Mujur Indah dengan 4 awak terbakar lalu tenggelam ketika berada di perairan Pulau Bintuna, atau sekitar 38 mil dari Kota Sibolga, Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran di bagian belakang kapal nelayan pencari teripang itu, dipicu ledakan elpiji yang diduga bocor dari tabung gas 12 Kg.

Akibat kejadian tersebut, 2 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Sibolga pada pukul 23.00 WIB.
Dua ABK yang berhasil dievakuasi, yakji Saifansyah Siregar (ABK) yang menderita luka bakar 50 persen pada badan bagian depan, dan Azyun Amri Baeha (ABK), mengalami luka bakar 10 persen pada bagian tangan.

Dua nelayan lainnya masih hilang, yakni Kardiman Nazara (nakhoda) dan Nazar Naupal (ABK). Operasi gabungan untuk mencari keduanya masih berlangsung.Pencarian melibatkan KAL Mansalar milik Lanal Sibolga. Selain melibatkan Basarnas dan TNI Angkatan Laut.
Pencarian juga melibatkan tim dari Polisi Air, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Untuk pencarian hari ketiga, personel yang diturunkan masih sama. Dari Basarnas 9 orang, dari Lanal Sibolga 15 personel, serta personel Polair 4 orang, dan ada kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” beber Beni.
Areal pencarian kedua korban masih di sekitar perairan Pulau Bintuna. Per kemarin luas areal yang disisir pada radius 3 mil dari lokasi kejadian.

Sumber : http://medan.tribunnews.com/2019/02/15/anggota-tni-dan-basarnas-lakukan-penyelaman-untuk-mencari-awak-kapal-km-mujur-indah?page=2

Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Ihan Batak mulai beroperasi di Danau Toba. Ihan Batak diklaim bisa mengurai kepadatan angkutan saat menjelang liburan tahun baru 2019. Informasi yang dihimpun, kapal berbobot 300 Gross Ton (GT) itu sudah beroperasi sejak, Kamis (27/12/2018). . Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut akan menempuh rute pelabuhan Ajibata di Kabupaten Simalungun menuju Ambarita di Samosir. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan bahwa BPODT sangat menyambut baik soft-launching dari KMP Ihan Batak hari ini. . Karena dioperasikan disaat yang memang sangat diperlukan. Kita berharap kapal itu bisa mengurai kepadatan angkutan liburan. Dalam pemantauan pihaknya, sejak 21 Desember 2018 ada lonjakan signifikan hingga tanggal 26 Desember di kawasan Danau Toba,” kata Arie, Jumat (28/12/2018). . Lebih lanjut, tarif untuk mengarungi lautan bersama KMP Ihan Batak, untuk kendaraan bermotor golongan I sepeda dayung dikenakan tarif Rp 13.000. Golongan II sepeda motor Rp 22.000. Golongan III becak, sepeda motor 500 cc ke atas Rp 45.000. . Kemudian Golongan IV, mini bus/sedan sejenis tarif Rp 135.000 dan pick up Rp 120.000. Lalu golongan V bus sedang Rp 287.000 dan Colt Diesel (5-7M) tarif Rp 234.000. . Untuk golongan VI atau bus besar tarif Rp 487.000 dan Fuso (7-10 M) tarif Rp 384.000. Untuk golongan VII (Tronton) tarif Rp 483.000 dan golongan VIII (trailer) tarif 715.000 dan golongan IX (trailer di atas 16 M) tarif 1.065.00 Arie berharap KMP Ihan Batak BPODT bisa memangkas waktu antrean di pelabuhan. Sehingga para wisatawan bisa memaksimalkan waktu berlibur di kawasan Danau Toba. . Untuk diketahui, KMP Ihan Batak akan melayani rute Ajibata-Ambarita sebanyak 6 trip per harinya. . Ihan Batak merupakan kapal pertama jenis Roro yang dibangun langsung di Danau TobaKapal ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Adapun nama kapal Ihan Batak diambil dari nama ikan asli yang ada di Danau Toba. . Kapal ini mampu mengangkut 280 orang penumpang, 35 hingga 40 unit mobil pribadi atau sekitar 22 unit kendaraan jenis campuran. . Sumber : http://medan.tribunnews.com

Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Ihan Batak mulai beroperasi di Danau Toba. Ihan Batak diklaim bisa mengurai kepadatan angkutan saat menjelang liburan tahun baru 2019. Informasi yang dihimpun, kapal berbobot 300 Gross Ton (GT) itu sudah beroperasi sejak, Kamis (27/12/2018).
.
Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut akan menempuh rute pelabuhan Ajibata di Kabupaten Simalungun menuju Ambarita di Samosir.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan bahwa BPODT sangat menyambut baik soft-launching dari KMP Ihan Batak hari ini.
.
Karena dioperasikan disaat yang memang sangat diperlukan.
Kita berharap kapal itu bisa mengurai kepadatan angkutan liburan. Dalam pemantauan pihaknya, sejak 21 Desember 2018 ada lonjakan signifikan hingga tanggal 26 Desember di kawasan Danau Toba,” kata Arie, Jumat (28/12/2018).
.
Lebih lanjut, tarif untuk mengarungi lautan bersama KMP Ihan Batak, untuk kendaraan bermotor golongan I sepeda dayung dikenakan tarif Rp 13.000. Golongan II sepeda motor Rp 22.000. Golongan III becak, sepeda motor 500 cc ke atas Rp 45.000.
.
Kemudian Golongan IV, mini bus/sedan sejenis tarif Rp 135.000 dan pick up Rp 120.000. Lalu golongan V bus sedang Rp 287.000 dan Colt Diesel (5-7M) tarif Rp 234.000.
.
Untuk golongan VI atau bus besar tarif Rp 487.000 dan Fuso (7-10 M) tarif Rp 384.000.
Untuk golongan VII (Tronton) tarif Rp 483.000 dan golongan VIII (trailer) tarif 715.000 dan golongan IX (trailer di atas 16 M) tarif 1.065.00

Arie berharap KMP Ihan Batak BPODT bisa memangkas waktu antrean di pelabuhan. Sehingga para wisatawan bisa memaksimalkan waktu berlibur di kawasan Danau Toba.
.
Untuk diketahui, KMP Ihan Batak akan melayani rute Ajibata-Ambarita sebanyak 6 trip per harinya.
.
Ihan Batak merupakan kapal pertama jenis Roro yang dibangun langsung di Danau TobaKapal ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Adapun nama kapal Ihan Batak diambil dari nama ikan asli yang ada di Danau Toba.
.
Kapal ini mampu mengangkut 280 orang penumpang, 35 hingga 40 unit mobil pribadi atau sekitar 22 unit kendaraan jenis campuran.
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com

Kapal feri KM Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018), membawa uang tunai senilai Rp 30 miliar. . Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sultan menegaskan bahwa uang tersebut adalah milik Bank Sulselbar. Uang tersebut hendak dibawa ke kantor cabang Bank Sulselbar di Kabupaten Selayar. . “Memang benar, ada uang tunai Rp 30 miliar dikirim ke kantor cabang kami di Kabupaten Selayar. Uang itu untuk pembayaran gaji 13 PNS di Pemerintah Kabupaten Selayar,” katanya dalam keterangan pers di kantornya, Selasa sore. . Irmayanti mengaku, pihaknya sampai saat ini belum mendapat kabar selanjutnya terkait pengiriman uang tersebut. Namun, pihak bank telah mendapat laporan dari kantor cabang Selayar bahwa kapal yang membawa uang Rp 30 miliar tersebut tenggelam. . “Kami belum dapat kabar dari petugas yang membawa uang tersebut karena memang lokasi tenggelamnya kapal tidak ada sinyal. Kami hanya dapat kabar dari kantor cabang di Selayar. Tapi menurut informasi yang dia peroleh bahwa kapal tidak sepenuhnya tenggelam,” tambahnya. . Sebelumnya diberitakan, KM Lestari Maju yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dikabarkan tenggelam di depan Ujung Pa’badilang saat hendak berlabuh. . Kapal feri ini tenggelam sekitar pukul 14.30 Wita lantaran mengalami kebocoran pada lambung kapal. . Saat berlayar, berdasarkan manifes, kapal mengangkut 139 orang penumpang, 14 mobil pribadi, 6 unit bus atau truk, dan 8 unit motor. . Sumber : www.kompas.com

Kapal feri KM Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018), membawa uang tunai senilai Rp 30 miliar.
.
Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sultan menegaskan bahwa uang tersebut adalah milik Bank Sulselbar. Uang tersebut hendak dibawa ke kantor cabang Bank Sulselbar di Kabupaten Selayar.
.
“Memang benar, ada uang tunai Rp 30 miliar dikirim ke kantor cabang kami di Kabupaten Selayar. Uang itu untuk pembayaran gaji 13 PNS di Pemerintah Kabupaten Selayar,” katanya dalam keterangan pers di kantornya, Selasa sore.
.
Irmayanti mengaku, pihaknya sampai saat ini belum mendapat kabar selanjutnya terkait pengiriman uang tersebut. Namun, pihak bank telah mendapat laporan dari kantor cabang Selayar bahwa kapal yang membawa uang Rp 30 miliar tersebut tenggelam.
.
“Kami belum dapat kabar dari petugas yang membawa uang tersebut karena memang lokasi tenggelamnya kapal tidak ada sinyal. Kami hanya dapat kabar dari kantor cabang di Selayar. Tapi menurut informasi yang dia peroleh bahwa kapal tidak sepenuhnya tenggelam,” tambahnya.
.
Sebelumnya diberitakan, KM Lestari Maju yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dikabarkan tenggelam di depan Ujung Pa’badilang saat hendak berlabuh.
.
Kapal feri ini tenggelam sekitar pukul 14.30 Wita lantaran mengalami kebocoran pada lambung kapal.
.
Saat berlayar, berdasarkan manifes, kapal mengangkut 139 orang penumpang, 14 mobil pribadi, 6 unit bus atau truk, dan 8 unit motor.
.
Sumber : www.kompas.com

Menteri Luhut Jamin Anak Korban Kapal KM Sinar Bangun Tidak Akan Putus Sekolah . Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, meninjau langsung Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pasca dihentikannya pencarian dan evakuasi Kapal KM Sinar Bangun hari ini 02/07/2018. . Menteri Luhut menyampaikan akan menjamin anak-anak korban Kapal KM Sinar Bangun tidak akan putus sekolah. . . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk ••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram . . video : CNN Indonesia

Menteri Luhut Jamin Anak Korban Kapal KM Sinar Bangun Tidak Akan Putus Sekolah
.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, meninjau langsung Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pasca dihentikannya pencarian dan evakuasi Kapal KM Sinar Bangun hari ini 02/07/2018.
.
Menteri Luhut menyampaikan akan menjamin anak-anak korban Kapal KM Sinar Bangun tidak akan putus sekolah.
. .
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram
.
.
video : CNN Indonesia

Pembenahan tata kelola ‎pelayaran Danau Toba oleh tim Ad Hoc bentukan Kementerian Perhubungan akan dijadikan acuan bagi pelayaran di wilayah lain. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan. . Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ‎mengatakan, tim Ad Hoc sudah berkerja untuk memperbaiki tata kelola pelayaran di Danau Toba. Sistem pembenahan tersebut akan dijadikan contoh pembenaan tatakeola pelayaran danau dan penyeberangan sungai di wilayah lain. . Tim Ad Hoc ditugaskan memperbaiki sarana dan prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. Selain itu, juga memperbaiki regulasi atas rekomendasi dari rapat yang dilakukan sebelum tim Ad Hoc dibentuk. . “Kegiatan yang dilakukan nanti di tim Ad Hoc misalnya masalah kelembagaan, regulasi, soal regulasi akan dibahas kembali,” tuturnya. . Menurut Budi, pembenahan tata kelola pelayaran diprioritaskan pada tempat tujuan wisata, kemudian akan diperluas ke tingkat nasional. ‎Dengan begitu akan dibuat standarisasi tata kelola pelayaran danau dan sungai. . “Sebetulnya case sama, menyangkut masalah kemampuan operatornya, pengawasannya, kondisi kapalnya, cuacanya,” tandasnya. . Tim Ad Hoc yang dibentuk pemerintah diberikan waktu satu bulan untuk‎ membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, tim tersebut sudah bekerja untuk melakukan pembenahan. . Untuk diketahui, tim ini terdiri dari unsur internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta kerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, dan Polri. . Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, tim Ad Hoc akan bergerak cepat dalam membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, dengan memperbaiki sarana prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. . Sumber : www.liputan6.com

Pembenahan tata kelola ‎pelayaran Danau Toba oleh tim Ad Hoc bentukan Kementerian Perhubungan akan dijadikan acuan bagi pelayaran di wilayah lain. Tim tersebut diberi waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan.
.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ‎mengatakan, tim Ad Hoc sudah berkerja untuk memperbaiki tata kelola pelayaran di Danau Toba. Sistem pembenahan tersebut akan dijadikan contoh pembenaan tatakeola pelayaran danau dan penyeberangan sungai di wilayah lain.
.
Tim Ad Hoc ditugaskan memperbaiki sarana dan prasarana dan operasional keselamatan pelayaran. Selain itu, juga memperbaiki regulasi atas rekomendasi dari rapat yang dilakukan sebelum tim Ad Hoc dibentuk.
.
“Kegiatan yang dilakukan nanti di tim Ad Hoc misalnya masalah kelembagaan, regulasi, soal regulasi akan dibahas kembali,” tuturnya.
.
Menurut Budi, pembenahan tata kelola pelayaran diprioritaskan pada tempat tujuan wisata, kemudian akan diperluas ke tingkat nasional. ‎Dengan begitu akan dibuat standarisasi tata kelola pelayaran danau dan sungai.
.
“Sebetulnya case sama, menyangkut masalah kemampuan operatornya, pengawasannya, kondisi kapalnya, cuacanya,” tandasnya.
.
Tim Ad Hoc yang dibentuk pemerintah diberikan waktu satu bulan untuk‎ membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, tim tersebut sudah bekerja untuk melakukan pembenahan.
.
Untuk diketahui, tim ini terdiri dari unsur internal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta kerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, dan Polri.
.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, tim Ad Hoc akan bergerak cepat dalam membenahi tata kelola pelayaran Danau Toba, dengan memperbaiki sarana prasarana dan operasional keselamatan pelayaran.
.
Sumber : www.liputan6.com

Kapal Penumpang Tenggelam di Danau Toba, 80 Penumpang Terjun ke Danau . Kapal Penumpang KM Sinar Bangun dengan tujuan dari Simanindo menuju Tigaras dikabarkan terbalik. Berdasarkan informasi kapal  tersebut membawa 80 orang penumpang. . Informasi warga menyebut kapal berangkat dari Simanindo pukul 17.00 WIB. . Kapal tenggelam dihantam ombak dan angin. . Padahal kapal baru bertolak dari Simanindo dan masih berada di perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo. Belum diketahui berapa penumpang yang selamat. . Informasi ini diunggah beberapa netizen. . Disebutkan KMP yang ada di Simanindo dan Tigaras diberangkatkan untuk membantu evakuasi. . Teks : https://amp/medan.tribunnews.com/amp/2018/06/18/breaking-news-kapal-penumpang-tenggelam-di-danau-toba-80-penumpang-terjun-ke-danau

Kapal Penumpang Tenggelam di Danau Toba, 80 Penumpang Terjun ke Danau
.
Kapal Penumpang KM Sinar Bangun dengan tujuan dari Simanindo menuju Tigaras dikabarkan terbalik. Berdasarkan informasi kapal  tersebut membawa 80 orang penumpang.
.
Informasi warga menyebut kapal berangkat dari Simanindo pukul 17.00 WIB.
.
Kapal tenggelam dihantam ombak dan angin.
.
Padahal kapal baru bertolak dari Simanindo dan masih berada di perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo.
Belum diketahui berapa penumpang yang selamat.
.
Informasi ini diunggah beberapa netizen.
.
Disebutkan KMP yang ada di Simanindo dan Tigaras diberangkatkan untuk membantu evakuasi.
.
Teks : https://amp/medan.tribunnews.com/amp/2018/06/18/breaking-news-kapal-penumpang-tenggelam-di-danau-toba-80-penumpang-terjun-ke-danau