Gunung berapi Kilauea meletus hancurkan puluhan rumah di Hawaii . Leilani Estate, Hawaii (ANTARA News) – Lebih dari dua lusin rumah telah hancur dan lusinan lainnya terancam oleh lahar panas dari gunung berapi Kilauea, yang paling aktif di Hawaii, kata para pejabat pertahanan sipil. Perintah evakuasi tetap diberlakukan pada Senin (07/05) untuk ratusan penduduk di Leilani Estate dan kawasan Hutan Lanipuna di bagian timur Pulau Utama Hawaii. Badan Pertahanan Sipil Hawaii, dalam laporan terbaru mereka, mengatakan bahwa 26 rumah telah hancur oleh lahar yang kaluar dari sejumlah celah di tanah. Rekaman udara menunjukkan aliran lahar mencapai lingkungan Leilani Estates, menutupi jalanan dan memicu kebakaran kecil. Warga Leilani Estate diizinkan untuk kembali ke rumah mereka pada Minggu antara jam 7 pagi hingga 6 sore guna memeriksa properti mereka dan membuang sejumlah barang. Namun, para warga diperingatkan untuk siap melarikan diri saat mendapatkan peringatan. “Karena kondisi tidak stabil yang melibatkan gas beracun, gempa bumi dan aktivitas lahar, jalur keselamatan dapat berubah setiap saat,” kata Badan Pertahanan Sipil, AFP. “Tingkat sulfur dioksida yang tinggi merupakan ancaman bagi semua orang yang terpapar,” katanya.(hs) . Teks : antara.com

Gunung berapi Kilauea meletus hancurkan puluhan rumah di Hawaii
.
Leilani Estate, Hawaii (ANTARA News) – Lebih dari dua lusin rumah telah hancur dan lusinan lainnya terancam oleh lahar panas dari gunung berapi Kilauea, yang paling aktif di Hawaii, kata para pejabat pertahanan sipil.

Perintah evakuasi tetap diberlakukan pada Senin (07/05) untuk ratusan penduduk di Leilani Estate dan kawasan Hutan Lanipuna di bagian timur Pulau Utama Hawaii.

Badan Pertahanan Sipil Hawaii, dalam laporan terbaru mereka, mengatakan bahwa 26 rumah telah hancur oleh lahar yang kaluar dari sejumlah celah di tanah.

Rekaman udara menunjukkan aliran lahar mencapai lingkungan Leilani Estates, menutupi jalanan dan memicu kebakaran kecil.

Warga Leilani Estate diizinkan untuk kembali ke rumah mereka pada Minggu antara jam 7 pagi hingga 6 sore guna memeriksa properti mereka dan membuang sejumlah barang.

Namun, para warga diperingatkan untuk siap melarikan diri saat mendapatkan peringatan. “Karena kondisi tidak stabil yang melibatkan gas beracun, gempa bumi dan aktivitas lahar, jalur keselamatan dapat berubah setiap saat,” kata Badan Pertahanan Sipil, AFP. “Tingkat sulfur dioksida yang tinggi merupakan ancaman bagi semua orang yang terpapar,” katanya.(hs)
.
Teks : antara.com