Ayo kawan – kawan kita ke TPS masig – masjng , jangan sampai terlambat. Karena siara kita menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan. . Stop Golput, Mana jarimu yang ada tinta, yang menarik fotonya akan kami repost di story . . . . . •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Ayo kawan – kawan kita ke TPS masig – masjng , jangan sampai terlambat. Karena siara kita menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan.
.
Stop Golput,
Mana jarimu yang ada tinta, yang menarik fotonya akan kami repost di story
.
.
.
.
.
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari kost / rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meresmikan Balai Kota Tebing Tinggi, Masjid Agung, Islamic Centre dan Balai Pertemuan Kartini, di Kantor Wali Kota, Jalan Dr Sutomo-Tebing Tinggi, Rabu (30/1) kemarin. Dengan berbagai potensi dan keistimewaannya, Kota Tebing Tinggi dinilai sangat tepat dijadikan kota satelit dan kota singgah. . “Ada pelabuhan internasional Kuala Tanjung, PT Inalum dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumut, tentunya Kota Tebing Tinggi sebagai daerah yang akan selalu dilalui. Sudah tepat perencanaan pemerintah Kota Tebing Tinggi membangun infrastruktur yang menjadikan kota ini sebagai kota satelit dan kota singgah,” kata Edy Rahmayadi, ditulis Kamis (31/1). . Peresmian empat gedung tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut, dan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Provsu Nawal Lubis Edy Rahmayadi. . Edy mengimbau, bila ingin menjadi kota satelit atau kota penghubung, Tebing Tinggi hendaknya harus mempersiapkan diri sebagai kota singgah, yang akan memajukan perekonomian dan pariwisatanya dengan pembangunan-pembangunan. Menurut Edy, masih banyak yang harus dikerjakan dalam menciptakan dan mewujudkan Tebing Tinggi sebagai kota satelit dan kota singgah, salah satunya pembangunan infrastruktur. . “Apresiasi tinggi saya berikan kepada Bapak Wali Kota Tebing Tinggi yang telah memulai pembangunan sebagai kota satelit dan kota singgah. . Ini salah satu bukti nyatanya,” ujarnya. Edy juga menyampaikan rasa bahagianya melihat kekompakan dan keakraban para pemimpin dengan Forkopimda Tebing Tinggi saat ini. . “Bila semua kompak seperti ini maka silaturahmi terus terjalin. Dengan bersilaturrahmi, maka akan menambah usia dan rezeki. Hendaknya kegiatan seperti ini menjadi contoh kabupaten/kota lain dalam memajukan Sumatera Utara yang bermartabat,” katanya. Sumber : http://m.analisadaily.com/read/edy-rahmayadi-tebing-tinggi-sangat-tepat-jadi-kota-singgah/686962/2019/01/31

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meresmikan Balai Kota Tebing Tinggi, Masjid Agung, Islamic Centre dan Balai Pertemuan Kartini, di Kantor Wali Kota, Jalan Dr Sutomo-Tebing Tinggi, Rabu (30/1) kemarin.
Dengan berbagai potensi dan keistimewaannya, Kota Tebing Tinggi dinilai sangat tepat dijadikan kota satelit dan kota singgah.
.
“Ada pelabuhan internasional Kuala Tanjung, PT Inalum dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumut, tentunya Kota Tebing Tinggi sebagai daerah yang akan selalu dilalui. Sudah tepat perencanaan pemerintah Kota Tebing Tinggi membangun infrastruktur yang menjadikan kota ini sebagai kota satelit dan kota singgah,” kata Edy Rahmayadi, ditulis Kamis (31/1).
.
Peresmian empat gedung tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut, dan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Provsu Nawal Lubis Edy Rahmayadi.
.
Edy mengimbau, bila ingin menjadi kota satelit atau kota penghubung, Tebing Tinggi hendaknya harus mempersiapkan diri sebagai kota singgah, yang akan memajukan perekonomian dan pariwisatanya dengan pembangunan-pembangunan.
Menurut Edy, masih banyak yang harus dikerjakan dalam menciptakan dan mewujudkan Tebing Tinggi sebagai kota satelit dan kota singgah, salah satunya pembangunan infrastruktur.
.
“Apresiasi tinggi saya berikan kepada Bapak Wali Kota Tebing Tinggi yang telah memulai pembangunan sebagai kota satelit dan kota singgah.
.
Ini salah satu bukti nyatanya,” ujarnya.
Edy juga menyampaikan rasa bahagianya melihat kekompakan dan keakraban para pemimpin dengan Forkopimda Tebing Tinggi saat ini.
.
“Bila semua kompak seperti ini maka silaturahmi terus terjalin. Dengan bersilaturrahmi, maka akan menambah usia dan rezeki. Hendaknya kegiatan seperti ini menjadi contoh kabupaten/kota lain dalam memajukan Sumatera Utara yang bermartabat,” katanya.

Sumber : http://m.analisadaily.com/read/edy-rahmayadi-tebing-tinggi-sangat-tepat-jadi-kota-singgah/686962/2019/01/31

KLHK Sebut Medan, Bandar Lampung dan Manado Kota Terkotor . Kota Medan, Sumatera Utara disebut sebagai kota terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kategori kota metropolitan. Sementara Bandar Lampung, Lampung dan Manado, Sulawesi Utara disebut sebagai kota terkotor untuk kategori kota besar. . Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan kota-kota tersebut mendapat nilai paling rendah pada saat penilaian program Adipura periode 2017-2018. . KLHK juga mencatat Kota Sorong, Kupang dan Palu sebagai kota sedang terkotor. Untuk kategori kota kecil terkotor adalah Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, Bajawa di Kabupaten Ngada. . “(Kota terkotor mendapat) Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai, dan itu adalah kota yang jelek,” kata Rosa usai acara Penganugerahan Adipura dan Green Leadership Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD di kantor KLHK, Jakarta, Senin (14/1) seperti dilansir dari Antara. . Rosa mengatakan penilaian mencakup antara lain penilaian fisik dan tempat pemrosesan akhir (TPA). Kota-kota terkotor itu mendapat nilai jelek karena membuang sampah terbuka serta ada yang belum membuat kebijakan dan strategi nasional (Jakstranas) tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. . Kemudian, faktor nilai buruk lain adalah komitmen yang kurang, anggaran kurang, serta partisipasi publik yang kurang. . Padahal, kata Rosa, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa tempat pemrosesan akhir (TPA) menggunakan sistem lahan urug saniter (sanitary landfill) atau sekurang-kurangnya sistem lahan urug terkendali (controlled landfill). . Sumber : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190114145854-20-360675/klhk-sebut-medan-bandar-lampung-dan-manado-kota-terkotor [Sambung dikomentar]

KLHK Sebut Medan, Bandar Lampung dan Manado Kota Terkotor
.
Kota Medan, Sumatera Utara disebut sebagai kota terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kategori kota metropolitan. Sementara Bandar Lampung, Lampung dan Manado, Sulawesi Utara disebut sebagai kota terkotor untuk kategori kota besar.
.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan kota-kota tersebut mendapat nilai paling rendah pada saat penilaian program Adipura periode 2017-2018.
.
KLHK juga mencatat Kota Sorong, Kupang dan Palu sebagai kota sedang terkotor. Untuk kategori kota kecil terkotor adalah Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, Bajawa di Kabupaten Ngada.
.
“(Kota terkotor mendapat) Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai, dan itu adalah kota yang jelek,” kata Rosa usai acara Penganugerahan Adipura dan Green Leadership Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD di kantor KLHK, Jakarta, Senin (14/1) seperti dilansir dari Antara.
.
Rosa mengatakan penilaian mencakup antara lain penilaian fisik dan tempat pemrosesan akhir (TPA). Kota-kota terkotor itu mendapat nilai jelek karena membuang sampah terbuka serta ada yang belum membuat kebijakan dan strategi nasional (Jakstranas) tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
.
Kemudian, faktor nilai buruk lain adalah komitmen yang kurang, anggaran kurang, serta partisipasi publik yang kurang.
.
Padahal, kata Rosa, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa tempat pemrosesan akhir (TPA) menggunakan sistem lahan urug saniter (sanitary landfill) atau sekurang-kurangnya sistem lahan urug terkendali (controlled landfill).
.
Sumber : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190114145854-20-360675/klhk-sebut-medan-bandar-lampung-dan-manado-kota-terkotor [Sambung dikomentar]

Pekan Peradaban Taman Budaya 2018 Kunjungi Taman Budaya mulai dari 18 – 23 September 2018. Berbagai Peradaban dan sejarah disajikan dimulai : Pementasan teater Artefak Reprodiksi Pameran Museum Situs Kota China Pameran Karikatur Belajar Membuat Gerabah Lomba Membuat Tembikar Kuno Lomba Melukis Artefak Pagelaran 5 Etnis sejarah Artefak ( China, India, Karo, melayu, Batak ) Parade Instalasi . Ayo kenali sejarah di taman budaya, raih hadiah jutaan rupiah dan jangan Ketinggalan santapan jajanan kuliner Medan @kemenpar @genpi_id @genpi.co

Pekan Peradaban Taman Budaya 2018

Kunjungi Taman Budaya mulai dari 18 – 23 September 2018.
Berbagai Peradaban dan sejarah disajikan dimulai :
Pementasan teater Artefak Reprodiksi
Pameran Museum Situs Kota China
Pameran Karikatur
Belajar Membuat Gerabah
Lomba Membuat Tembikar Kuno
Lomba Melukis Artefak
Pagelaran 5 Etnis sejarah Artefak ( China, India, Karo, melayu, Batak )
Parade Instalasi
.
Ayo kenali sejarah di taman budaya, raih hadiah jutaan rupiah dan jangan
Ketinggalan santapan jajanan kuliner Medan @kemenpar @genpi_id @genpi.co