Berawal dari kenalan di media sosial, seorang pemuda warga Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Perjuangan, mencabuli anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). . Pelaku berinisial MG (33) yang bekerja sebagai karyawan swasta mengaku berkenalan dengan korban EAT (15) lewat media sosial Facebook pada hari Senin (1/10) lalu. Kemudian pelaku mengajak korban bertemu di Pasar Sambu dan belanja pakaian ke salah satu pusat perbelanjaan. . Keesokan harinya pelaku kembali mengajak korban bertemu di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah mengajak korban makan dan belanja, pelaku kemudian merayunya dan mengajak pergi ke sebuah penginapan di Jalan Letda Sujono, Medan. . “Di hotel itu pelaku dan korban melakukan hubungan badan. Namun perbuatan asusila ini dipergoki keluarga korban. Seorang saksi bernama Loli kemudian menghubungi orang tua korban,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, Jumat (5/10). . Ketika bertemu dengan pelaku, Hisar Alfian Tambunan yang merupakan ayah korban lantas menanyakan apa hal yang diperbuat terhadap putrinya. . “Ketika pelapor bertemu dengan pelaku, dia menanyakan kepada pelaku ‘apa kau sudah berbuat mesum sama anak saya?’ lalu pelaku menjawab sudah sebanyak satu kali di hotel tersebut,” sambung Kapolsek. . Mendengar jawaban pelaku, Hisar lantas menggiringnya ke Mapolsek Percut Sei Tuan dan mengadukan perbuatan cabul yang sudah dialami anaknya. . “Pelaku kita kenakan Pasal 81 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkas Kapolsek. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/kenalan-di-fb-seorang-pemuda-cabuli-anak-di-bawah-umur/628917/2018/10/05

Berawal dari kenalan di media sosial, seorang pemuda warga Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Perjuangan, mencabuli anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
.
Pelaku berinisial MG (33) yang bekerja sebagai karyawan swasta mengaku berkenalan dengan korban EAT (15) lewat media sosial Facebook pada hari Senin (1/10) lalu. Kemudian pelaku mengajak korban bertemu di Pasar Sambu dan belanja pakaian ke salah satu pusat perbelanjaan.
.
Keesokan harinya pelaku kembali mengajak korban bertemu di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah mengajak korban makan dan belanja, pelaku kemudian merayunya dan mengajak pergi ke sebuah penginapan di Jalan Letda Sujono, Medan.
.
“Di hotel itu pelaku dan korban melakukan hubungan badan. Namun perbuatan asusila ini dipergoki keluarga korban. Seorang saksi bernama Loli kemudian menghubungi orang tua korban,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, Jumat (5/10).
.
Ketika bertemu dengan pelaku, Hisar Alfian Tambunan yang merupakan ayah korban lantas menanyakan apa hal yang diperbuat terhadap putrinya.
.
“Ketika pelapor bertemu dengan pelaku, dia menanyakan kepada pelaku ‘apa kau sudah berbuat mesum sama anak saya?’ lalu pelaku menjawab sudah sebanyak satu kali di hotel tersebut,” sambung Kapolsek.
.
Mendengar jawaban pelaku, Hisar lantas menggiringnya ke Mapolsek Percut Sei Tuan dan mengadukan perbuatan cabul yang sudah dialami anaknya.
.
“Pelaku kita kenakan Pasal 81 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkas Kapolsek.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/kenalan-di-fb-seorang-pemuda-cabuli-anak-di-bawah-umur/628917/2018/10/05

Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi tega membunuh suaminya lantaran tidak pernah diberi uang belanja oleh suaminya Muhammad Yusuf. . “Dikasih bang, cuma Rp 200 ribu sebulan. Paling besar pun dikasihnya Rp 300 ribu. Lagian hubungan kami pun sudah tak harmonis lagi enam bulan terakhir ini,” katanya saat ditanya sebelum paparan dimulai, Rabu (19/9/2018). . Ia mengaku dirinya baru setahun menikah dengan Muhammad Yusuf yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru. . “Kami menikah tahun 2017 dan hubungan kami harmonis hanya enam bulan saja. Dan enam bulan terakhir kami tidak harmonis lagi. Ditambah dia ngasih uang belanja sangat sedikit. Itupun musti aku minta dulu bang,” katanya seraya tertunduk tanpa ekspresi. . Dengan menggunakan kaos oranye, wanita berkulit sawo matang ini hanya tertunduk saat sebelum sampai paparan selesai dan dirinya kembali dibawa ke ruang tahanan sementara Polrestabes Medan. . Sedikitpun tubuh mungil wanita dengan rambut yang terikat diam seperti patung. . Dengan tangan diborgol ke belakang, ia terus mengeluarkan raut wajah tanpa ekspresi dan tidak ada merasa menyesal karena sudah membunuh suaminya sendiri. . Mengenai apakah ia membunuh suaminya karena ada kehadiran Gandrung yang diduga merupakan selingkuhannya, Dewi membantah tuduhan tersebut. . Muhammad Yusuf yang merupakan warga Jalan Klambir V harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Ganda Winata alias Gandrung yang merupakan teman pria istri korban yang diketahui bernama Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi. . Hal itu terungkap ketika Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto melakukan paparan pembunuhan berencana yang dilakukan Dewi dan Gandrung di Polrestabes Medan, Rabu (19/9/2018). . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/09/19/istri-dibantu-selingkuhan-bunuh-suami-tak-terima-uang-belanja-rp-200-ribu-sebulan

Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi tega membunuh suaminya lantaran tidak pernah diberi uang belanja oleh suaminya Muhammad Yusuf.
.
“Dikasih bang, cuma Rp 200 ribu sebulan. Paling besar pun dikasihnya Rp 300 ribu. Lagian hubungan kami pun sudah tak harmonis lagi enam bulan terakhir ini,” katanya saat ditanya sebelum paparan dimulai, Rabu (19/9/2018).
.
Ia mengaku dirinya baru setahun menikah dengan Muhammad Yusuf yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru.
.
“Kami menikah tahun 2017 dan hubungan kami harmonis hanya enam bulan saja. Dan enam bulan terakhir kami tidak harmonis lagi. Ditambah dia ngasih uang belanja sangat sedikit. Itupun musti aku minta dulu bang,” katanya seraya tertunduk tanpa ekspresi.
.
Dengan menggunakan kaos oranye, wanita berkulit sawo matang ini hanya tertunduk saat sebelum sampai paparan selesai dan dirinya kembali dibawa ke ruang tahanan sementara Polrestabes Medan.
.
Sedikitpun tubuh mungil wanita dengan rambut yang terikat diam seperti patung.
.
Dengan tangan diborgol ke belakang, ia terus mengeluarkan raut wajah tanpa ekspresi dan tidak ada merasa menyesal karena sudah membunuh suaminya sendiri.
.
Mengenai apakah ia membunuh suaminya karena ada kehadiran Gandrung yang diduga merupakan selingkuhannya, Dewi membantah tuduhan tersebut.
.
Muhammad Yusuf yang merupakan warga Jalan Klambir V harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Ganda Winata alias Gandrung yang merupakan teman pria istri korban yang diketahui bernama Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi.
.
Hal itu terungkap ketika Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto melakukan paparan pembunuhan berencana yang dilakukan Dewi dan Gandrung di Polrestabes Medan, Rabu (19/9/2018).
.
Sumber :
http://medan.tribunnews.com/2018/09/19/istri-dibantu-selingkuhan-bunuh-suami-tak-terima-uang-belanja-rp-200-ribu-sebulan

Hanya dengan menggunakan sebatang lidi kecil, Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti I, Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia/Jalan Marindal, Gang Baru, Patumbak sudah mampu membobol mesin ATM untuk mengambil uang milik para nasabah bank. . Pria yang bekerja sebagai supir ini berhasil dibekuk Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), saat berupaya mencuri uang milik seorang nasabah pada ATM gerai toko Alfamidi Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (6/9/2018) pukul 17.00 WIB. . “Pelaku tertangkap tangan saat sedang melakukan percobaan pencurian uang dari mesin ATM di toko Alfamidi Amplas,” ungkap Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (11/9/2018). . Maringan menjelaskan, saat beraksi, modus yang digunakan oleh Dedy ialah memasukkan potongan lidi kecil ke dalam mulut kartu mesin ATM dengan menggunakan alat penjepit. Setelah itu ia keluar menunggu korban yang masuk untuk mengambil uang dari ATM tersebut, lalu mengintip nomor pinnya. . Maringan mengatakan, ketika diamankan, dari pelaku diperoleh barang bukti berupa 4 potong lidi kecil, 1 buah alat penjepit dan 8 buah kartu ATM BRI milik orang lain yang diduga hasil kejahatannya. . Selanjutnya untuk mengungkap identitas pemilik 8 buah kartu ATM BRI tersebut, akan dilakukan pemanggilan terhadap manajemen BRI, agar pemilik kartu ATM dapat dipanggil sebagai saksi. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/09/11/50572/hanya_gunakan_lidi_kecil_supir_ini_mampu_bobol_atm

Hanya dengan menggunakan sebatang lidi kecil, Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti I, Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia/Jalan Marindal, Gang Baru, Patumbak sudah mampu membobol mesin ATM untuk mengambil uang milik para nasabah bank.
.
Pria yang bekerja sebagai supir ini berhasil dibekuk Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut), saat berupaya mencuri uang milik seorang nasabah pada ATM gerai toko Alfamidi Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (6/9/2018) pukul 17.00 WIB.
.
“Pelaku tertangkap tangan saat sedang melakukan percobaan pencurian uang dari mesin ATM di toko Alfamidi Amplas,” ungkap Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).
.
Maringan menjelaskan, saat beraksi, modus yang digunakan oleh Dedy ialah memasukkan potongan lidi kecil ke dalam mulut kartu mesin ATM dengan menggunakan alat penjepit. Setelah itu ia keluar menunggu korban yang masuk untuk mengambil uang dari ATM tersebut, lalu mengintip nomor pinnya.
.
Maringan mengatakan, ketika diamankan, dari pelaku diperoleh barang bukti berupa 4 potong lidi kecil, 1 buah alat penjepit dan 8 buah kartu ATM BRI milik orang lain yang diduga hasil kejahatannya.
.
Selanjutnya untuk mengungkap identitas pemilik 8 buah kartu ATM BRI tersebut, akan dilakukan pemanggilan terhadap manajemen BRI, agar pemilik kartu ATM dapat dipanggil sebagai saksi.
.
Sumber :
http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/09/11/50572/hanya_gunakan_lidi_kecil_supir_ini_mampu_bobol_atm

Terjadi penangkapan dari pihak kepolisian terhadap seseorang yang berada dijalan Turi Medan sore ini 28/08/2018 sekitar pukul 18.00 wib. . Terlihat petugas yang menggunakan rompi bertulisan polisi, belum diketahui pasti penyebab pria tersebut diamankan polisi terkait tindakan kriminal apa. . Video kiriman @Fajar.Marpaung dan @Prasetioalfurqans melalui Line @MedanTalk . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Terjadi penangkapan dari pihak kepolisian terhadap seseorang yang berada dijalan Turi Medan sore ini 28/08/2018 sekitar pukul 18.00 wib.
.
Terlihat petugas yang menggunakan rompi bertulisan polisi, belum diketahui pasti penyebab pria tersebut diamankan polisi terkait tindakan kriminal apa.
.
Video kiriman @Fajar.Marpaung dan @Prasetioalfurqans melalui Line @MedanTalk
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram

Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggagalkan peredaran narkotika jaringan internasional dengan barang bukti 9 kilogram sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia ke Indonesia. . Dalam penangkapan itu polisi mengamankan enam tersangka, tiga diantaranya meninggal dunia karena mencoba melarikan diri saat diamankan. . Keenam tersangka itu adalah MAA (47) warga Desa Masjid, Kecamatan Suka Mulia Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang; MZ (40) Warga Negara Asing (WNA) asal Pulau Penang, Malaysia; S (42) warga Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun; MRl (32), MAR (32) dan Z (43) yang ketiga merupakan warga Tanjung Keramat, Kecamatan Bandar Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. . “Dari keenam orang itu, tiga diantaranya meninggal dunia karena melawan dan melarikan diri saat hendak diamankan, yakni MAA, S dan MZ WNA asal Malaysia,” ‎‎kata Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto di depan Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (24/8). . Agus menjelaskan, penangkapan itu berawal ketika MAA diketahui sebagai pengatur masuknya sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia. Kemudian pada Minggu (19/9) sekitar pukul 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap MAA di Simpang Opak Kabupaten Aceh Tamiang. . Selain barang bukti sabu-sabu 9 kilogram, petugas juga mengamankan 5 unit telepon genggang, 1 unit mobil double kabin BK 8397 CF dan satu unit sepeda motor BL 3060 WBR. . Atas perbuatannya pelaku yang hidup diancam dengan ‎Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. . “Untuk hukuman pidana, para tersangka itu dihukum mati dan pidana penjara seumur hidup,” pungkas Agus. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/polda-sumut-tembak-mati-3-gembong-narkoba-jaringan-internasional/607489/2018/08/24

Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggagalkan peredaran narkotika jaringan internasional dengan barang bukti 9 kilogram sabu-sabu yang dibawa dari Malaysia ke Indonesia.
.
Dalam penangkapan itu polisi mengamankan enam tersangka, tiga diantaranya meninggal dunia karena mencoba melarikan diri saat diamankan.
.
Keenam tersangka itu adalah MAA (47) warga Desa Masjid, Kecamatan Suka Mulia Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang; MZ (40) Warga Negara Asing (WNA) asal Pulau Penang, Malaysia; S (42) warga Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun; MRl (32), MAR (32) dan Z (43) yang ketiga merupakan warga Tanjung Keramat, Kecamatan Bandar Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang.
.
“Dari keenam orang itu, tiga diantaranya meninggal dunia karena melawan dan melarikan diri saat hendak diamankan, yakni MAA, S dan MZ WNA asal Malaysia,” ‎‎kata Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Agus Andrianto di depan Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat (24/8).
.
Agus menjelaskan, penangkapan itu berawal ketika MAA diketahui sebagai pengatur masuknya sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia. Kemudian pada Minggu (19/9) sekitar pukul 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap MAA di Simpang Opak Kabupaten Aceh Tamiang.
.
Selain barang bukti sabu-sabu 9 kilogram, petugas juga mengamankan 5 unit telepon genggang, 1 unit mobil double kabin BK 8397 CF dan satu unit sepeda motor BL 3060 WBR.
.
Atas perbuatannya pelaku yang hidup diancam dengan ‎Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
.
“Untuk hukuman pidana, para tersangka itu dihukum mati dan pidana penjara seumur hidup,” pungkas Agus.
.
Sumber :
http://m.analisadaily.com/read/polda-sumut-tembak-mati-3-gembong-narkoba-jaringan-internasional/607489/2018/08/24

Personel Jatanras Polresta Pontianak, Kamis, 5 Juli 2018, menahan ANA (43), terduga pembunuh ibu kandungnya, Jong Sui Jo (80), warga Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. . “Terduga pembunuhan adalah anak perempuan korban yang mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, dilansir Antara. . Husni menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapatkan info tentang tindak pidana pembunuhan di Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29. . “Begitu mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan ditemukan seorang perempuan yang telah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan,” ujarnya. . Ia menerangkan kondisi tubuh korban pembunuhan tersebut, yakni kedua kaki terpotong dan leher nyaris putus. Dari keterangan salah seorang saksi, Nini, yang merupakan menantu korban, terduga yang juga anak korban, sedang mengalami gangguan jiwa, tapi telah diterapi. . “Selain mengamankan terduga pembunuhan, kami juga mengamankan beberapa barang bukti, yakni sebuah pisau dan ember,” kata Husni. . Ia menambahkan, saat ini terduga sudah ditahan, sambil menunggu langkah selanjutnya, apakah memang benar terduga pembunuhan ibu kandung itu mengalami gangguan jiwa atau tidak. . Sumber : https://m.liputan6.com/amp/3580201/perempuan-pontianak-bunuh-dan-mutilasi-ibu-kandung

Personel Jatanras Polresta Pontianak, Kamis, 5 Juli 2018, menahan ANA (43), terduga pembunuh ibu kandungnya, Jong Sui Jo (80), warga Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat.
.
“Terduga pembunuhan adalah anak perempuan korban yang mengalami gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni di Pontianak, dilansir Antara.
.
Husni menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, pihaknya mendapatkan info tentang tindak pidana pembunuhan di Jalan Tanjungpura, Gang Landak No 29.
.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan ditemukan seorang perempuan yang telah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan,” ujarnya.
.
Ia menerangkan kondisi tubuh korban pembunuhan tersebut, yakni kedua kaki terpotong dan leher nyaris putus. Dari keterangan salah seorang saksi, Nini, yang merupakan menantu korban, terduga yang juga anak korban, sedang mengalami gangguan jiwa, tapi telah diterapi.
.
“Selain mengamankan terduga pembunuhan, kami juga mengamankan beberapa barang bukti, yakni sebuah pisau dan ember,” kata Husni.
.
Ia menambahkan, saat ini terduga sudah ditahan, sambil menunggu langkah selanjutnya, apakah memang benar terduga pembunuhan ibu kandung itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.
.
Sumber :
https://m.liputan6.com/amp/3580201/perempuan-pontianak-bunuh-dan-mutilasi-ibu-kandung

Akhirnya Pembunuh Sadis Rika Mayat dalam Kardus Diamankan Polisi . Rika, mayat di dalam kardus diduga mati dibunuh kemudian jasadnya dimasukkan ke dalam kardus dan diikat diatas sepeda motornya di Jalan Kamis (7/6/2018). . Jasad Rika kemudian disemayamkan di tempat pemakaman umum Medan Perjuangan pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. . Tak butuh waktu lama, pelaku pembunuhan terhadap Rika berhasil diamankan. . Tribun Medan mencoba mengkonfirmasi terkait kabar tersebut kepada Kapolsek Medan Barat Kompol Rudi Silaen membenarkan hal tersebut. . “Iya benar pelaku sudah kami amankan. Sebentar ya kami masih lakukan interogasi data diri dan motifnya,” ujarnya melalui jaringan telepon seluler, Kamis (7/6/2018). . Menurut keterangan polisi yang berhasil diamankan, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif pelaku. . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram . Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/06/07/akhirnya-pembunuh-sadis-rika-mayat-dalam-kardus-diamankan-polisi

Akhirnya Pembunuh Sadis Rika Mayat dalam Kardus Diamankan Polisi
.
Rika, mayat di dalam kardus diduga mati dibunuh kemudian jasadnya dimasukkan ke dalam kardus dan diikat diatas sepeda motornya di Jalan Kamis (7/6/2018).
.
Jasad Rika kemudian disemayamkan di tempat pemakaman umum Medan Perjuangan pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.
.
Tak butuh waktu lama, pelaku pembunuhan terhadap Rika berhasil diamankan.
.
Tribun Medan mencoba mengkonfirmasi terkait kabar tersebut kepada Kapolsek Medan Barat Kompol Rudi Silaen membenarkan hal tersebut.
.
“Iya benar pelaku sudah kami amankan. Sebentar ya kami masih lakukan interogasi data diri dan motifnya,” ujarnya melalui jaringan telepon seluler, Kamis (7/6/2018).
.
Menurut keterangan polisi yang berhasil diamankan, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif pelaku.
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja Follow @KarirGram
.
Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/06/07/akhirnya-pembunuh-sadis-rika-mayat-dalam-kardus-diamankan-polisi

Identitas mayat wanita di dalam kardus yang ditemukan dibuang di dekat Gereja HKBP Ampera, Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (6/6/2018) dinihari tadi, sudah diketahui. Wanita yang diduga korban pembunuhan itu berasal dari Tanjung Morawa, kabupaten Deli Serdang. . “Inisialnya R, keluarganya di Tanjung Morawa,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Rudi Silaen, Rabu (6/6/2018). . Korban, kata Rudi, bekerja sebagai karyawan di Medan dan ngekos sejak bekerja. Keluarga korban tidak mengetahui siapa kemungkinan pembunuh wanita berwajah oriental itu. . “Kita tanya pacarnya, keluarganya juga gak tahu,” kata Rudi. . Sementara, motor Scoopy BK 5875 ABM yang membawa kardus berisi mayat itu ternyata adalah motor yang dikendarai sehari-hari oleh korban. “Itu motor saudaranya yang dipinjam korban,” jelasnya. . Rudi memastikan korban tidak dimutilasi. Hanya, sang pelaku memasukkan korban ke dalam koper dilapisi kain, yang kemudian dimasukkan dalam kardus dan dilakban. . Mayat dalam kotak itu diketahui pertama kali ditemukan oleh Darwis (25), warga Jalan Cinta Rakyat, yang tak jauh dari lokasi temuan. . Pria yang berprofesi sebagai pedagang martabak ini mengatakan, dinihari itu ia bersama temannya bernama Chairul, disuruh kakaknya untuk membeli makanan. Mereka pun berboncengan dari rumah menuju Jalan Karya untuk membeli ayam penyet. . Selesai membeli makanan, ia kemudian berniat kembali ke rumah dan melewati Gang Melati yang menghubungkan Jalan Karya dengan Jalan Karya Rakyat. Saat itulah, ia menemukan motor yang ditinggalkan dengan mayat dalam kardus. . Teks :http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/06/06/39675/mayat_wanita_di_dalam_kardus_inisial_r_asal_tanjung_morawa/

Identitas mayat wanita di dalam kardus yang ditemukan dibuang di dekat Gereja HKBP Ampera, Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (6/6/2018) dinihari tadi, sudah diketahui. Wanita yang diduga korban pembunuhan itu berasal dari Tanjung Morawa, kabupaten Deli Serdang.
.
“Inisialnya R, keluarganya di Tanjung Morawa,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Rudi Silaen, Rabu (6/6/2018).
.
Korban, kata Rudi, bekerja sebagai karyawan di Medan dan ngekos sejak bekerja. Keluarga korban tidak mengetahui siapa kemungkinan pembunuh wanita berwajah oriental itu.
.
“Kita tanya pacarnya, keluarganya juga gak tahu,” kata Rudi.
.
Sementara, motor Scoopy BK 5875 ABM yang membawa kardus berisi mayat itu ternyata adalah motor yang dikendarai sehari-hari oleh korban. “Itu motor saudaranya yang dipinjam korban,” jelasnya.
.
Rudi memastikan korban tidak dimutilasi. Hanya, sang pelaku memasukkan korban ke dalam koper dilapisi kain, yang kemudian dimasukkan dalam kardus dan dilakban.
.
Mayat dalam kotak itu diketahui pertama kali ditemukan oleh Darwis (25), warga Jalan Cinta Rakyat, yang tak jauh dari lokasi temuan.
.
Pria yang berprofesi sebagai pedagang martabak ini mengatakan, dinihari itu ia bersama temannya bernama Chairul, disuruh kakaknya untuk membeli makanan. Mereka pun berboncengan dari rumah menuju Jalan Karya untuk membeli ayam penyet.
.
Selesai membeli makanan, ia kemudian berniat kembali ke rumah dan melewati Gang Melati yang menghubungkan Jalan Karya dengan Jalan Karya Rakyat. Saat itulah, ia menemukan motor yang ditinggalkan dengan mayat dalam kardus.
.
Teks :http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/06/06/39675/mayat_wanita_di_dalam_kardus_inisial_r_asal_tanjung_morawa/

Tim Pegasus Mulai Beraksi, Pelaku Kejahatan di Medan Dijamin Ciut . Polrestabes Medan membentuk Tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus). Tim Pegasus dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat. . Menurut kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya pada wartawan Rabu (30/05/2018) lalu, Tim Pegasus dibentuk untuk menangani gangguan khusus tindakan pidana curas, curat dan curanmor. . “Personil yang dilibatkan ada 29 tim tersendiri dari Satu Reskrim dan Polsek dan jumlahnya ada 174 personil, kemudian sistem yang digunakan adalah sistem hunting berpatroli didaerah rawan C3 serta melakukan pemeriksaan pada orang yang dicurigai” tutur AKBP Yudha Prawira. . Yudha melanjutkan, tim Pegasus dipastikan akan menindak tegas pada pelaku tidak pidana, apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan. . “Tim Pegasus adalah tim khusus, Tim ini dipastikan menindak tegas para pelaku tindak pidana apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan” tutur ucapnya. . Pada hari pertama pembentukan tim Pegasus hasil yang dicapai mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, kemudian mengamankan 2 orang yang diduga pelaku penadahan sepeda motor curian. . Kemudian mengamankan 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja, mengamankan 20 orang sepeda motor tanpa dokumen, serta mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, linggis pendek, obng dan parang. . “Operasi pegasus ini akan kami lakukan rutin setiap hari dengan waktu yang berubah- ubah serta tidak terbaca oleh para pelaku 3C, oleh sebab itu, untuk para pemain 3C jangan coba – coba beraksi di wilayah hukum kota Medan, karena pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus”, pungkas Yudha. . Sumber : Kricom.id

Tim Pegasus Mulai Beraksi, Pelaku Kejahatan di Medan Dijamin Ciut
.
Polrestabes Medan membentuk Tim Pegasus (Penanganan Gangguan Khusus). Tim Pegasus dibentuk untuk mengatasi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat.
.
Menurut kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya pada wartawan Rabu (30/05/2018) lalu, Tim Pegasus dibentuk untuk menangani gangguan khusus tindakan pidana curas, curat dan curanmor.
.
“Personil yang dilibatkan ada 29 tim tersendiri dari Satu Reskrim dan Polsek dan jumlahnya ada 174 personil, kemudian sistem yang digunakan adalah sistem hunting berpatroli didaerah rawan C3 serta melakukan pemeriksaan pada orang yang dicurigai” tutur AKBP Yudha Prawira.
.
Yudha melanjutkan, tim Pegasus dipastikan akan menindak tegas pada pelaku tidak pidana, apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan.
.
“Tim Pegasus adalah tim khusus, Tim ini dipastikan menindak tegas para pelaku tindak pidana apalagi mencoba melawan dan menyerang anggota saat penangkapan” tutur ucapnya.
.
Pada hari pertama pembentukan tim Pegasus hasil yang dicapai mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, kemudian mengamankan 2 orang yang diduga pelaku penadahan sepeda motor curian.
.
Kemudian mengamankan 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja, mengamankan 20 orang sepeda motor tanpa dokumen, serta mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk melakukan kejahatan seperti tang, linggis pendek, obng dan parang.
.
“Operasi pegasus ini akan kami lakukan rutin setiap hari dengan waktu yang berubah- ubah serta tidak terbaca oleh para pelaku 3C, oleh sebab itu, untuk para pemain 3C jangan coba – coba beraksi di wilayah hukum kota Medan, karena pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus”, pungkas Yudha.
.
Sumber : Kricom.id

Polrestabes Medan membentuk tim Pegasus, yang bertugas memberantas pelaku kejahatan di jalanan. . Tim khusus ini, sengaja dibentuk untuk mengantisipasi meningkatnya angka kriminal, yang biasanya terjadi jelang Idul Fitri. . Tim Pegasus, terdapat di setiap Polsek di kota Medan. . Sumber : @kompastvmedan

Polrestabes Medan membentuk tim Pegasus, yang bertugas memberantas pelaku kejahatan di jalanan.
.
Tim khusus ini, sengaja dibentuk untuk mengantisipasi meningkatnya angka kriminal, yang biasanya terjadi jelang Idul Fitri.
.
Tim Pegasus, terdapat di setiap Polsek di kota Medan.
.
Sumber : @kompastvmedan

Atasi kejahatan 3C, Polrestabes Medan bentuk Tim Pegasus. . Polrestabes Medan membentuk tim Pegasus. Mereka ditugaskan menangani gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Medan dan sekitarnya. . “Ada 174 personel Satreskrim dan polsek yang akan terbagi dalam 29 tim,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Rabu (30/5). . Tim Pegasus mulai bekerja sejak Senin (28/5). Mereka melakukan patroli di daerah-daerah rawan kasus 3C (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor). Mereka melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan badan. . Dua hari pertama, tim Pegasus itu telah mengamankan sejumlah pelaku kejahatan. Mereka menangkap 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), 2 orang diduga pelaku penadahan kendaraan roda dua, 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja. . Selain itu, tim Pegasus juga mengamankan 20 unit sepeda motor tanpa dokumen, sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan, seperti tang, beberapa linggis, obeng, dan parang. . “Operasi Pegasus ini akan kita lakukan rutin setiap hari dengan waktu patroli yang berubah-ubah agar tidak terbaca oleh para pelaku 3C,” jelas Putu. . Dia mengingatkan para pelaku 3C untuk tidak coba-coba beraksi di wilayah hukum Polresta Medan. “Pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus,” sebut Putu. . Sumber :https://m.merdeka.com/peristiwa/atasi-kejahatan-3c-polrestabes-medan-bentuk-tim-pegasus

Atasi kejahatan 3C, Polrestabes Medan bentuk Tim Pegasus.
.
Polrestabes Medan membentuk tim Pegasus. Mereka ditugaskan menangani gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Medan dan sekitarnya.
.
“Ada 174 personel Satreskrim dan polsek yang akan terbagi dalam 29 tim,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Rabu (30/5).
.
Tim Pegasus mulai bekerja sejak Senin (28/5). Mereka melakukan patroli di daerah-daerah rawan kasus 3C (pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor). Mereka melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan badan.
.
Dua hari pertama, tim Pegasus itu telah mengamankan sejumlah pelaku kejahatan. Mereka menangkap 3 orang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), 2 orang diduga pelaku penadahan kendaraan roda dua, 3 orang yang membawa narkotika jenis sabu dan ganja.
.
Selain itu, tim Pegasus juga mengamankan 20 unit sepeda motor tanpa dokumen, sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan, seperti tang, beberapa linggis, obeng, dan parang.
.
“Operasi Pegasus ini akan kita lakukan rutin setiap hari dengan waktu patroli yang berubah-ubah agar tidak terbaca oleh para pelaku 3C,” jelas Putu.
.
Dia mengingatkan para pelaku 3C untuk tidak coba-coba beraksi di wilayah hukum Polresta Medan. “Pasti akan berhadapan dengan tim Pegasus,” sebut Putu.
.
Sumber :https://m.merdeka.com/peristiwa/atasi-kejahatan-3c-polrestabes-medan-bentuk-tim-pegasus

Tiga pelaku hipnotis yang selalu beraksi antar provinsi diringkus Unit Reskrim Polsek Lubukpakam, di Bandara Kualanamu sesaat setelah mendarat usai penerbangan dari Batam, Senin (23/4/2018) kemarin. . Ketiga tersangka yakni, SF alias S (49) dan YA alias Y (48) keduanya merupakan pasangan suami istri warga Desa Tanjung Sengkuang Kelurahan Batu Ampar Kepulauan Riau, serta AB alias AZ(46), warga Desa Kalimbubu Kecamatan Bajo, Sulawesi Selatan. . Informasi dihimpun metro24jam, Selasa (24/4/2018) di Mapolsek Lubukpakam menyebutkan, ketiga tersangka telah memperdaya korban Novrida Nainggolan (35), warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Lubukpakam, dengan cara hipnotis. . Akibat kejadian itu Novrida mengalami kerugian berupa uang tunai jutaan rupiah. . Ketiga tersangka datang dari Batam ke Sumut memang berencana mencari mangsa untuk di jadikan korban. Para tersangka saat melakukan aksinya merental sebuah mobil Toyota Avanza, BK 1345 UN, dari daerah Sunggal. . Dalam aksinya salah seorang pelaku bernama AB, berpura-pura menjadi agen telor asin dan memiliki batu mustika yang sangat berkhasiat bisa membawa berkah. . Selanjutnya A kemudian menanyakan sesuatu kepada Novrida soal agen telor asin. Saat beraksi itu, S berpura-pura tidak kenal dengan A dan selalu menuruti permintaan pria itu. . “Dan setelah dapat memperdaya korban Novrida, para tersangka selanjutnya membawa korban keliling kota Lubukpakam dan menguras harta benda milik korban, setelah berhasil lantas para tersangka menurunkan korban kembali di kawasan Deli Mas Lubuk Pakam”, sebut Kapolsek. . Sadar sudah menjadi korban penipuan, Novrida Nainggolan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Lubukpakam. . Sumber : http://news.metro24jam.com/read/2018/04/24/56519/penghipnotis-antar-provinsi-diringkus-di-bandara-kualanamu

Tiga pelaku hipnotis yang selalu beraksi antar provinsi diringkus Unit Reskrim Polsek Lubukpakam, di Bandara Kualanamu sesaat setelah mendarat usai penerbangan dari Batam, Senin (23/4/2018) kemarin.
.
Ketiga tersangka yakni, SF alias S (49) dan YA alias Y (48) keduanya merupakan pasangan suami istri warga Desa Tanjung Sengkuang Kelurahan Batu Ampar Kepulauan Riau, serta AB alias AZ(46), warga Desa Kalimbubu Kecamatan Bajo, Sulawesi Selatan.
.
Informasi dihimpun metro24jam, Selasa (24/4/2018) di Mapolsek Lubukpakam menyebutkan, ketiga tersangka telah memperdaya korban Novrida Nainggolan (35), warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Lubukpakam, dengan cara hipnotis.
.
Akibat kejadian itu Novrida mengalami kerugian berupa uang tunai jutaan rupiah.
.
Ketiga tersangka datang dari Batam ke Sumut memang berencana mencari mangsa untuk di jadikan korban. Para tersangka saat melakukan aksinya merental sebuah mobil Toyota Avanza, BK 1345 UN, dari daerah Sunggal.
.
Dalam aksinya salah seorang pelaku bernama AB, berpura-pura menjadi agen telor asin dan memiliki batu mustika yang sangat berkhasiat bisa membawa berkah.
.
Selanjutnya A kemudian menanyakan sesuatu kepada Novrida soal agen telor asin. Saat beraksi itu, S berpura-pura tidak kenal dengan A dan selalu menuruti permintaan pria itu.
.
“Dan setelah dapat memperdaya korban Novrida, para tersangka selanjutnya membawa korban keliling kota Lubukpakam dan menguras harta benda milik korban, setelah berhasil lantas para tersangka menurunkan korban kembali di kawasan Deli Mas Lubuk Pakam”, sebut Kapolsek.
.
Sadar sudah menjadi korban penipuan, Novrida Nainggolan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Lubukpakam.
.
Sumber : http://news.metro24jam.com/read/2018/04/24/56519/penghipnotis-antar-provinsi-diringkus-di-bandara-kualanamu