Sedikitnya 23.000-an narapidana dari 39 lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Tutan) se-Sumatera Utara akan menjalani perekaman e-KTP. Proses ini difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Disdukcapil Sumut untuk memastikan para napi dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. . Kepala Disdukcapil Sumut Ismael P Sinaga mengungkapkan, jumlah warga binaan yang ada di seluruh Lapas dan Rutan sebenarnya mencapai 33.543 jiwa. Namun demikian, yang masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 berjumlah 28.891 jiwa. . “Hal ini disebabkan ada warga binaan yang proses masa hukumannya akan selesai atau dipindah ke lokasi lain,” ujar Ismael, Kamis (17/1/2019).Selain itu dia menjelaskan, dari 28.891 warga binaan hanya sekitar 23.000-an lebih. Kami targetkan perekaman tuntas dalam tiga hari ke depan,” katanya. . Sementara mengenai pencetakan, blanko yang sudah dibawa ke rutan dan lapas pada hari pertama ini berjumlah 1.000 keping. Blanko tersebut merupakan pemberian dari pusat. . “Untuk hari ini kami bawa 1.000 keping blangko. Dirjen sudah janji semua akan difasilitasi dan sudah harus lengkap semua sebelum pemilu,” tuturnya. . Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/23-000-an-napi-dari-39-lapas-dan-rutan-di-sumut-mulai-perekaman-e-ktp/432921-ktp

Sedikitnya 23.000-an narapidana dari 39 lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Tutan) se-Sumatera Utara akan menjalani perekaman e-KTP. Proses ini difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Disdukcapil Sumut untuk memastikan para napi dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
.
Kepala Disdukcapil Sumut Ismael P Sinaga mengungkapkan, jumlah warga binaan yang ada di seluruh Lapas dan Rutan sebenarnya mencapai 33.543 jiwa. Namun demikian, yang masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 berjumlah 28.891 jiwa.
.
“Hal ini disebabkan ada warga binaan yang proses masa hukumannya akan selesai atau dipindah ke lokasi lain,” ujar Ismael, Kamis (17/1/2019).Selain itu dia menjelaskan, dari 28.891 warga binaan hanya sekitar 23.000-an lebih. Kami targetkan perekaman tuntas dalam tiga hari ke depan,” katanya.
.
Sementara mengenai pencetakan, blanko yang sudah dibawa ke rutan dan lapas pada hari pertama ini berjumlah 1.000 keping. Blanko tersebut merupakan pemberian dari pusat.
.
“Untuk hari ini kami bawa 1.000 keping blangko. Dirjen sudah janji semua akan difasilitasi dan sudah harus lengkap semua sebelum pemilu,” tuturnya.
.
Sumber : https://www.inews.id/daerah/sumut/23-000-an-napi-dari-39-lapas-dan-rutan-di-sumut-mulai-perekaman-e-ktp/432921-ktp

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut. Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau. Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang. Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju. . “Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017. Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang. . “Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot. Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap. . “Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.” . 📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan

Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut.

Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau.

Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang.

Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju.
.
“Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017.

Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang.
.
“Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot.

Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap.
.
“Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.”
.
📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan