Bunga Kimilsungia, Bunga Lambang Kerjasama Diplomatis Antara Indonesia Dengan Korea Utara Bunga ini kerap dikatakan sebagai lambang kerjasama diplomatis antara Indonesia dengan Korea Utara. Bunga Kimilsungia sendiri adalah jenis bunga kultivar anggrek hibrida, Dendrobium. Pemerintah Korea Utara berkata bahwa karakter Kim Il Sung yang tiada tara tercermin seutuhnya di dalam bunga keabadian yang mekar di mana pun di lima benua. Bunga Kimilsungia diberikan oleh Soekarno pada saat Kim Il Sung melakukan kunjungan diplomatik ke Indonesia pada tanggal 13 April 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mengajak Presiden Kim Il Sung untuk berkeliling Kebun Raya Bogor. Saat berjalan-jalan, langkah Kim Il Sung berhenti pada sebuah bunga berwarna merah muda. Bunga anggrek tersebut memikat hati Kim Il Sung dan Soekarno mengatakan bahwa bunga tersebut belum memiliki nama dan ia akan menamainya dengan nama Kim Il Sung. Kim Il Sung mencoba menolak, namun Presiden Soekarno mengatakan bahwa suatu kehormatan jika bunga itu bisa dinamai dengan namanya. Soekarno kemudian memberikan bunga tersebut kepada Kim Il Sung dan memberikan nama Kimilsungia, perpaduan nama Kim Il Sung dan Indonesia. Kisah ini diceritakan di dalam buku sejarah Korea Utara pada abad ke- 20. Setelah itu, para botanis gencar membudidayakan Kimilsungia. Hingga pada akhir 1970-an, bunga ini dapat tersebar luas di hampir seluruh Korea Utara. Banyak yang mengatakan bahwa bunga Kimilsungia adalah bunga nasional Korea Utara, namun sebenarnya bunga nasional Korea Utara adalah Magnolia. Bunga Kimilsungia sendiri memang sering dijadikan acara festival tahunan di Pyongyang sebagai bentuk apresiasi sekaligus mengenang mendiang Kim Il Sung. Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1999. Biasanya, Kedutaan Besar dari negara-negara sahabat di Korea Utara turut mempertontonkan karangan bunga masing-masing. Festival ini digelar setiap tahun pada bulan April, yaitu bulan di mana Korea Utara menerima bunga Kimilsungia pertama kalinya. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapat kehormatan untuk memberikan sambutan pada acara festival tersebut.(lis

Bunga Kimilsungia, Bunga Lambang Kerjasama Diplomatis Antara Indonesia Dengan Korea Utara

Bunga ini kerap dikatakan sebagai lambang kerjasama diplomatis antara Indonesia dengan Korea Utara. Bunga Kimilsungia sendiri adalah jenis bunga kultivar anggrek hibrida, Dendrobium. Pemerintah Korea Utara berkata bahwa karakter Kim Il Sung yang tiada tara tercermin seutuhnya di dalam bunga keabadian yang mekar di mana pun di lima benua.

Bunga Kimilsungia diberikan oleh Soekarno pada saat Kim Il Sung melakukan kunjungan diplomatik ke Indonesia pada tanggal 13 April 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mengajak Presiden Kim Il Sung untuk berkeliling Kebun Raya Bogor. Saat berjalan-jalan, langkah Kim Il Sung berhenti pada sebuah bunga berwarna merah muda. Bunga anggrek tersebut memikat hati Kim Il Sung dan Soekarno mengatakan bahwa bunga tersebut belum memiliki nama dan ia akan menamainya dengan nama Kim Il Sung.

Kim Il Sung mencoba menolak, namun Presiden Soekarno mengatakan bahwa suatu kehormatan jika bunga itu bisa dinamai dengan namanya. Soekarno kemudian memberikan bunga tersebut kepada Kim Il Sung dan memberikan nama Kimilsungia, perpaduan nama Kim Il Sung dan Indonesia. Kisah ini diceritakan di dalam buku sejarah Korea Utara pada abad ke- 20. Setelah itu, para botanis gencar membudidayakan Kimilsungia. Hingga pada akhir 1970-an, bunga ini dapat tersebar luas di hampir seluruh Korea Utara.

Banyak yang mengatakan bahwa bunga Kimilsungia adalah bunga nasional Korea Utara, namun sebenarnya bunga nasional Korea Utara adalah Magnolia. Bunga Kimilsungia sendiri memang sering dijadikan acara festival tahunan di Pyongyang sebagai bentuk apresiasi sekaligus mengenang mendiang Kim Il Sung. Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1999. Biasanya, Kedutaan Besar dari negara-negara sahabat di Korea Utara turut mempertontonkan karangan bunga masing-masing. Festival ini digelar setiap tahun pada bulan April, yaitu bulan di mana Korea Utara menerima bunga Kimilsungia pertama kalinya.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapat kehormatan untuk memberikan sambutan pada acara festival tersebut.(lis

Mengintip Sisi Lain Kehidupan Korea Utara yang Jarang diketahui Korea Utara memang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Tak seperti tetangganya, Korea Selatan, Korea Utara memang sangat tertutup dari kehidupan luar. Bahkan untuk mengakses internet saja warganya tidak dibebaskan seperti yang dilakukan oleh semua orang di dunia. Bahkan di dalam negeri saja, banyak larangan-larangan dari pemerintah yang jika dilanggar, akan menerima hukuman berat. Namun begitu pun, Korea Utara masih menyimpan sisi lain kehidupan di negaranya hingga mereka begitu mencintai negara dan pemimpin mereka. 1. Tetangga sudah seperti saudara kandung Di beberapa negara, tidak mengenal satu sama lain di antara tetangga bukanlah hal yang aneh lagi. Meski tinggal berdampingan, kita bahkan tidak tahu nama tetangga kita. Tapi di Korea Utara, hubungan antar masyarakat sangat apik dan harmonis. 2. Hari libur nasional menjadi momen silahturahmi massal Di Indonesia, momen bersilahturahmi mungkin hanya dilakukan ketika libur perayaan agama. Penduduk Korea Utara memang dikenal mempunyai nasionalisme yang tinggi, maka dari itu mereka selalu merayakan hari libur nasional dengan gembira. Bukannya berpesta, namun cara mereka merayakan hari libur nasional adalah dengan berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau guru-guru yang pernah mengajar mereka. 3. Pemerintah sering memberi hadiah Pemerintah Korea Utara sering memberikan hadiah kepada masyarakat berupa televisi, radio, bahan makanan dan sering diberikan secara intens. 4. Pendidikan dan kesehatan gratis Hal positif lainnya dari pemerintah Korea Utara adalah pendidikan dan kesehatan yang gratis. Namun untuk beberapa hal, masyarakat tetap harus membayarnya. Misalnya buku-buku sekolah, seragam sekolah dan yang lainnya. Untuk kesehatan, ada hal-hal yang juga ditanggung sendiri oleh pasien. 5. Lingkungan tempat tinggal yang indah Selama ini kita hanya mengetahui tempat-tempat indah di Korea Selatan saja. Namun Korea Utara juga tak kalah dari itu. Alam di Korea Utara masih sangat terjaga, dan udara pun juga masih segar. Misalnya di kawasan wisata Paekdusan, pegunungan Myohyang

Mengintip Sisi Lain Kehidupan Korea Utara yang Jarang diketahui

Korea Utara memang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Tak seperti tetangganya, Korea Selatan, Korea Utara memang sangat tertutup dari kehidupan luar. Bahkan untuk mengakses internet saja warganya tidak dibebaskan seperti yang dilakukan oleh semua orang di dunia.

Bahkan di dalam negeri saja, banyak larangan-larangan dari pemerintah yang jika dilanggar, akan menerima hukuman berat.

Namun begitu pun, Korea Utara masih menyimpan sisi lain kehidupan di negaranya hingga mereka begitu mencintai negara dan pemimpin mereka.

1. Tetangga sudah seperti saudara kandung

Di beberapa negara, tidak mengenal satu sama lain di antara tetangga bukanlah hal yang aneh lagi. Meski tinggal berdampingan, kita bahkan tidak tahu nama tetangga kita. Tapi di Korea Utara, hubungan antar masyarakat sangat apik dan harmonis.

2. Hari libur nasional menjadi momen silahturahmi massal

Di Indonesia, momen bersilahturahmi mungkin hanya dilakukan ketika libur perayaan agama. Penduduk Korea Utara memang dikenal mempunyai nasionalisme yang tinggi, maka dari itu mereka selalu merayakan hari libur nasional dengan gembira. Bukannya berpesta, namun cara mereka merayakan hari libur nasional adalah dengan berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau guru-guru yang pernah mengajar mereka.

3. Pemerintah sering memberi hadiah

Pemerintah Korea Utara sering memberikan hadiah kepada masyarakat berupa televisi, radio, bahan makanan dan sering diberikan secara intens.

4. Pendidikan dan kesehatan gratis

Hal positif lainnya dari pemerintah Korea Utara adalah pendidikan dan kesehatan yang gratis. Namun untuk beberapa hal, masyarakat tetap harus membayarnya. Misalnya buku-buku sekolah, seragam sekolah dan yang lainnya. Untuk kesehatan, ada hal-hal yang juga ditanggung sendiri oleh pasien.

5. Lingkungan tempat tinggal yang indah

Selama ini kita hanya mengetahui tempat-tempat indah di Korea Selatan saja. Namun Korea Utara juga tak kalah dari itu. Alam di Korea Utara masih sangat terjaga, dan udara pun juga masih segar. Misalnya di kawasan wisata Paekdusan, pegunungan Myohyang

Uni Eropa adalah organisasi antar-pemerintah dan supra-nasional yang beranggotakan negara-negara Eropa. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Maastricht pada tahun 1992. Percobaan untuk menyatukan negara Eropa telah dimulai sebelum terbentuknya negara-negara modern. Awal penyatuan ini diciptakan dengan cara paksa, yaitu dengan penakhlukan wilayah-wilayah. Mulai dari Kekaisaran Roma hingga penakhlukan oleh Nazi Jerman pada tahun 1940-an. Setelah Perang Dunia II, keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat, oleh karena itu didirikanlah European Coal and Steel Community oleh Jerman, Perancis, Italia dan negara-negara Benelux. Setelah itu terbentuk pula European Economic Community yang didirikan oleh Perjanjian Roma pada 1957. Kemudian komunitas tersebut berubah menjadi Masyarakat Eropa yang merupakan ‘pilar pertama’ dari Uni Eropa. Uni Eropa telah berevolusi dari sebuah badan perdagangan menjadi sebuah kerjasama ekonomi dan politik. Hingga saat ini ada 28 negara yang tergabung dalam Uni Eropa, yaitu; Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Luksemburg, Perancis, Britania Raya, Denmark, Irlandia, Yunani, Portugal, Spanyol, Austria, Finlandia, Swedia, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Siprus, Slovenia, Slowakia, Bulgaria, Rumania dan Kroasia

Uni Eropa adalah organisasi antar-pemerintah dan supra-nasional yang beranggotakan negara-negara Eropa. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Maastricht pada tahun 1992.

Percobaan untuk menyatukan negara Eropa telah dimulai sebelum terbentuknya negara-negara modern. Awal penyatuan ini diciptakan dengan cara paksa, yaitu dengan penakhlukan wilayah-wilayah. Mulai dari Kekaisaran Roma hingga penakhlukan oleh Nazi Jerman pada tahun 1940-an.

Setelah Perang Dunia II, keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat, oleh karena itu didirikanlah European Coal and Steel Community oleh Jerman, Perancis, Italia dan negara-negara Benelux.

Setelah itu terbentuk pula European Economic Community yang didirikan oleh Perjanjian Roma pada 1957. Kemudian komunitas tersebut berubah menjadi Masyarakat Eropa yang merupakan ‘pilar pertama’ dari Uni Eropa. Uni Eropa telah berevolusi dari sebuah badan perdagangan menjadi sebuah kerjasama ekonomi dan politik.

Hingga saat ini ada 28 negara yang tergabung dalam Uni Eropa, yaitu; Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Luksemburg, Perancis, Britania Raya, Denmark, Irlandia, Yunani, Portugal, Spanyol, Austria, Finlandia, Swedia, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Siprus, Slovenia, Slowakia, Bulgaria, Rumania dan Kroasia