Ilmuwan dari Ohio State University belum lama ini ini menemukan sebuah perangkat yang mampu menyembuhkan luka hanya dengan sekali sentuhan ya Perangka tersebut dinamakan dengan Tissue Nanotransfection (TNT). . Perangkat ini mampu bekerja untuk semua tipe sel sehingga bisa diterapkan di seluruh tubuh pasien dan bisa menyembuhkanluka dalam waktu yang sangat cepat. . Teknologi yang ada di dalam perangkat, bisa bekerja memperbaiki jaringan yang rusak akibat luka serta menggantikan fungsi jaringan yang mengalami penuaan, termasuk organ, aliran darah, dan sel-sel saraf. . Alat ini juga bekerja secara sederhana, hanya perlu muatan listrik kecil untuk mengoperasikan perangkat. Sengatan untuk pasien sangat kecil dan nyaris tidak terasa. Untuk informasi, penelitian pengembangan TNT dipimpin oleh Chandan Sen, direktur Center for Regenerative Medicine & Cell Based Therapies dan L. James Lee, profesor kimia dan biomolekuler. . “Dengan menggunakan teknologi nanochip baru kami, organ yang terluka atau yang terganggu bisa diganti. Kami telah menunjukkan bahwa kulit adalah area strategis dimana kita bisa menumbuhkan unsur-unsur dari setiap organ yang sedang menurun,” kata Chandan Sen. . Meski belum diuji pada manusia, perangkat ini telah diuji  pada tikus dan babi. . Pada seekor tikus yang mengalami luka kaki, dalam waktu satu pekan chip menyebabkan aliran darah aktif kembali, lalu setelah dua pekan kakinya sembuh. . Hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa perangkat ini juga mampu menyembuhkan stroke

Ilmuwan dari Ohio State University belum lama ini ini menemukan sebuah perangkat yang mampu menyembuhkan luka hanya dengan sekali sentuhan ya Perangka tersebut dinamakan dengan Tissue Nanotransfection (TNT).
.
Perangkat ini mampu bekerja untuk semua tipe sel sehingga bisa diterapkan di seluruh tubuh pasien dan bisa menyembuhkanluka dalam waktu yang sangat cepat.
.
Teknologi yang ada di dalam perangkat, bisa bekerja memperbaiki jaringan yang rusak akibat luka serta menggantikan fungsi jaringan yang mengalami penuaan, termasuk organ, aliran darah, dan sel-sel saraf.
.
Alat ini juga bekerja secara sederhana, hanya perlu muatan listrik kecil untuk mengoperasikan perangkat. Sengatan untuk pasien sangat kecil dan nyaris tidak terasa.

Untuk informasi, penelitian pengembangan TNT dipimpin oleh Chandan Sen, direktur Center for Regenerative Medicine & Cell Based Therapies dan L. James Lee, profesor kimia dan biomolekuler.
.
“Dengan menggunakan teknologi nanochip baru kami, organ yang terluka atau yang terganggu bisa diganti. Kami telah menunjukkan bahwa kulit adalah area strategis dimana kita bisa menumbuhkan unsur-unsur dari setiap organ yang sedang menurun,” kata Chandan Sen.
.
Meski belum diuji pada manusia, perangkat ini telah diuji  pada tikus dan babi.
.
Pada seekor tikus yang mengalami luka kaki, dalam waktu satu pekan chip menyebabkan aliran darah aktif kembali, lalu setelah dua pekan kakinya sembuh.
.
Hasil tes laboratorium menunjukkan bahwa perangkat ini juga mampu menyembuhkan stroke

Luke Hanoman (28) tidak tahu menggigit kuku adalah kebiasaan buruk, tapi ia tidak pernah menyadari tindakan tersebut bisa membunuhnya. . Pada hari-hari selanjutnya, Luke terus bekerja meski ia merasa sakit dan terkena gejala mirip flu. Jarinya juga membengkak. . “Tubuhku mulai sangat aneh dan tidak bisa fokus,” lanjutnya. . Di suatu malam, ia tidur lelap dan baru bangun tidur pada jam 2 siang keesokan harinya. Pada hari libur, sang ibu bergegas membawa Luke ke rumah sakit. Garis-garis merah muncul di sekujur tubuhnya. . Dokter mendiagnosis Luke terkena sepsis–peradangan seluruh tubuh yang disebabkan infeksi bakteri. Sepsis dapat membahayakan nyawa seseorang. . Luka jari yang terinfeksi , Sepsis yang dialami Luke bersumber dari luka jari kukunya yang terinfeksi. Bahkan, dokter mengungkapkan Luke bisa meninggal. . “Itu cukup menakutkan,” lanjut Luke. “Dokter bilang, aku beruntung bisa bertahan lama. Padahal, aku hampir mengalami syok septik–penurunan tekanan darah yang berpotensi mematikan–juga.” . Sepsis menjadi respons dari sistem kekebalan tubuh yang besar terhadap infeksi. Jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian, menurut Sepsis Alliance. . Setiap tahun, lebih dari 1,7 juta orang di Amerika Serikat didiagnosis menderita sepsis dan 270.000 orang meninggal karena tak bisa bertahan hidup. . Tak ayal, sepsis jadi penyebab utama kematian di antara orang-orang yang sudah dirawat di rumah sakit. Gejala sepsis berupa menggigil, demam, rasa nyeri, kulit pucat atau berubah warna, tidur, lesu, dan sesak napas. . Berbahaya bila tak ditangani . Direktur medis Sepsis Alliance, Steven Simpson menambahkan, bila Anda merasa alami gejala sepsis perlu segera ke dokter. . “Menunggu terlalu lama itu berbahaya. Nyawa Anda bisa terancam. Jadi, segera mencari pertolongan medis,” Simpson menjelaskan. . The American Academy of Dermatology menyarankan, potong kuku pendek untuk mencegah kebiasaan orang menggigit kuku. . Sumber : https://m.liputan6.com/health/read/3512552/pria-ini-nyaris-meninggal-akibat-suka-gigit-kuku#MedanTalkKesehatan

Luke Hanoman (28) tidak tahu menggigit kuku adalah kebiasaan buruk, tapi ia tidak pernah menyadari tindakan tersebut bisa membunuhnya.
.
Pada hari-hari selanjutnya, Luke terus bekerja meski ia merasa sakit dan terkena gejala mirip flu. Jarinya juga membengkak.
.
“Tubuhku mulai sangat aneh dan tidak bisa fokus,” lanjutnya.
.
Di suatu malam, ia tidur lelap dan baru bangun tidur pada jam 2 siang keesokan harinya. Pada hari libur, sang ibu bergegas membawa Luke ke rumah sakit. Garis-garis merah muncul di sekujur tubuhnya.
.
Dokter mendiagnosis Luke terkena sepsis–peradangan seluruh tubuh yang disebabkan infeksi bakteri. Sepsis dapat membahayakan nyawa seseorang.
.
Luka jari yang terinfeksi
,
Sepsis yang dialami Luke bersumber dari luka jari kukunya yang terinfeksi. Bahkan, dokter mengungkapkan Luke bisa meninggal.
.
“Itu cukup menakutkan,” lanjut Luke. “Dokter bilang, aku beruntung bisa bertahan lama. Padahal, aku hampir mengalami syok septik–penurunan tekanan darah yang berpotensi mematikan–juga.”
.
Sepsis menjadi respons dari sistem kekebalan tubuh yang besar terhadap infeksi. Jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian, menurut Sepsis Alliance.
.
Setiap tahun, lebih dari 1,7 juta orang di Amerika Serikat didiagnosis menderita sepsis dan 270.000 orang meninggal karena tak bisa bertahan hidup.
.
Tak ayal, sepsis jadi penyebab utama kematian di antara orang-orang yang sudah dirawat di rumah sakit. Gejala sepsis berupa menggigil, demam, rasa nyeri, kulit pucat atau berubah warna, tidur, lesu, dan sesak napas.
.
Berbahaya bila tak ditangani
.
Direktur medis Sepsis Alliance, Steven Simpson menambahkan, bila Anda merasa alami gejala sepsis perlu segera ke dokter.
.
“Menunggu terlalu lama itu berbahaya. Nyawa Anda bisa terancam. Jadi, segera mencari pertolongan medis,” Simpson menjelaskan.
.
The American Academy of Dermatology menyarankan, potong kuku pendek untuk mencegah kebiasaan orang menggigit kuku.
.
Sumber : https://m.liputan6.com/health/read/3512552/pria-ini-nyaris-meninggal-akibat-suka-gigit-kuku#MedanTalkKesehatan

Ketika anda terbangun di tengah malam dengan gejala yang mungkin mengkhawatirkan seperti demam tinggi atau sakit kepala parah, Anda mungkin tidak tahu apakah harus segera ke UGD atau tidak. Saat itu, Anda mungkin merasa sanggup untuk mengatasinya dan menunggu hingga pagi untuk periksa ke dokter. Di sini, dokter gawat darurat Ryan Stanton menjelaskan kondisi darurat yang harus Anda ketahui. 1. Sakit kepala Tiga jenis sakit kepala yang tidak berbahaya seperti tegang, migrain dan sakit kepala klaster (sakit kepala berat yang kambuh selama beberapa minggu dan sakit terbatas pada satu sisi kepala). . Jika ke UGD jika rasa sakit intens dan tiba-tiba seperti disambar petir atau kepala dipukul dengan palu. Sakit kepala juga mengkhawatirkan jika disertai demam, nyeri leher atau kekakuan dan ruam yang bisa menandakan gejala meningitis. . 2. Sakit perut Rasa sakit disebabkan oleh sejumlah faktor dari gas atau otot yang ditarik hingga ke flu perut. Bisa juga kondisi yang lebih serius seperti radang usus buntu atau infeksi saluran kemih. . 3. Sakit dada Jika Anda mengalami nyeri dada bersamaan dengan sesak napas, berkeringat atau nyeri yang menyebar ke leher, rahang dan lengan, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. . 4. Infeksi Sebagian besar infeksi adalah virus yang berarti mereka tidak akan menanggapi antibiotik dan dapat dirawat di rumah. Infeksi yang lebih parah adalah sepsis, pneumonia, meningitis dan infeksi pada orang yang memiliki sistem kekebalan lemah. . 5. Muntah Muntah adalah gejala umum yang dapat disebabkan berbagai kondisi tapi paling sering adalah flu perut atau keracunan makanan. Muntah adalah dehidrasi yang jika tidak ditangani baik akan membahayakan. . 6. Demam Ini sebenarnya tanda tubuh Anda merespon infeksi. . 7. Kehilangan fungsi Mati rasa pada kaki, otot wajah kendur, kehilangan kontrol usus, jika bagian atau fungsi tubuh tertentu berhenti bekerja tiba-tiba, cari rumah sakit terdekat

Ketika anda terbangun di tengah malam dengan gejala yang mungkin mengkhawatirkan seperti demam tinggi atau sakit kepala parah, Anda mungkin tidak tahu apakah harus segera ke UGD atau tidak.

Saat itu, Anda mungkin merasa sanggup untuk mengatasinya dan menunggu hingga pagi untuk periksa ke dokter. Di sini, dokter gawat darurat Ryan Stanton menjelaskan kondisi darurat yang harus Anda ketahui.

1. Sakit kepala
Tiga jenis sakit kepala yang tidak berbahaya seperti tegang, migrain dan sakit kepala klaster (sakit kepala berat yang kambuh selama beberapa minggu dan sakit terbatas pada satu sisi kepala).
.
Jika ke UGD jika rasa sakit intens dan tiba-tiba seperti disambar petir atau kepala dipukul dengan palu. Sakit kepala juga mengkhawatirkan jika disertai demam, nyeri leher atau kekakuan dan ruam yang bisa menandakan gejala meningitis.
.
2. Sakit perut
Rasa sakit disebabkan oleh sejumlah faktor dari gas atau otot yang ditarik hingga ke flu perut. Bisa juga kondisi yang lebih serius seperti radang usus buntu atau infeksi saluran kemih.
.
3. Sakit dada
Jika Anda mengalami nyeri dada bersamaan dengan sesak napas, berkeringat atau nyeri yang menyebar ke leher, rahang dan lengan, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung.
.
4. Infeksi
Sebagian besar infeksi adalah virus yang berarti mereka tidak akan menanggapi antibiotik dan dapat dirawat di rumah. Infeksi yang lebih parah adalah sepsis, pneumonia, meningitis dan infeksi pada orang yang memiliki sistem kekebalan lemah.
.
5. Muntah
Muntah adalah gejala umum yang dapat disebabkan berbagai kondisi tapi paling sering adalah flu perut atau keracunan makanan. Muntah adalah dehidrasi yang jika tidak ditangani baik akan membahayakan.
.
6. Demam
Ini sebenarnya tanda tubuh Anda merespon infeksi.
.
7. Kehilangan fungsi
Mati rasa pada kaki, otot wajah kendur, kehilangan kontrol usus, jika bagian atau fungsi tubuh tertentu berhenti bekerja tiba-tiba, cari rumah sakit terdekat

Diskusi & Tanya Jawab Kanker, Diabetes, Sirosis Hati GRATIS bersama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Dapatkan saran pengobatan terbaik Metode Pengobatan Kanker Minimal Invasif, Tanpa Operasi, Minim Luka, Minim Efek samping MEDAN 🗓Rabu, 28 Mar 2018 ⏰19:00-selesai 🏨Adimulia Hotel Medan ============== *RESERVASI sekarang, tempat terbatas! *KHUSUS pasien & keluarga/kerabat (silahkan membawa hasil medis u/ sesi konsultasi) 💟Reservasi & Info💟 Felicia ☎ 08777 6603 102 (WA/Telp

Diskusi & Tanya Jawab Kanker, Diabetes, Sirosis Hati GRATIS
bersama St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Dapatkan saran pengobatan terbaik
Metode Pengobatan Kanker Minimal Invasif, Tanpa Operasi, Minim Luka, Minim Efek samping

MEDAN
🗓Rabu, 28 Mar 2018 ⏰19:00-selesai 🏨Adimulia Hotel Medan ==============
*RESERVASI sekarang, tempat terbatas!
*KHUSUS pasien & keluarga/kerabat (silahkan membawa hasil medis u/ sesi konsultasi) 💟Reservasi & Info💟
Felicia
☎ 08777 6603 102 (WA/Telp

Jika mendengar kata stroke pasti kita akan terbayang pada seseorang yang tidak bisa menggerakkan sebelah atau seluruh anggota tubuhnya. Penyakit ini banyak ditakuti oleh orang dengan usia lanjut. . Tahukan Anda bahwa kebanyakan penyakit stroke disebabkan oleh fiblirasi atrium (FA). FA merupakan gangguan degup atau denyut jantung yang tidak normal. . Berdasarkan data dari penelitian yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI) tahun 2017, diperkirakan pada tahun 2050, Asia akan memiliki 72 juta pasien yang mengalami FA. Sedangkan 2,9 juta di antaranya dapat menderita stroke. . Namun menurut dokter spesialis jantung senior di Singapura, Prof dr Tan Ru San, stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah, yakni dengan deteksi dini FA. . “Dengan mengecek denyut nadi, kita bisa tahu itu ada perubahan dari biasanya atau tidak. Misal kita biasanya tidak mudah lelah lalu belakangan gampang lelah dan deg-degan atau napasnya pendek, maka sebaiknya kita harus konsultasikan ke dokter,” ujarnya saat ditemui usai acara Spotlight on Stroke di Carlton Hotel Singapura, Selasa (13/3/2018). . Selain menemukan denyut nadi yang tidak teratur, Prof Tan manganjurkan untuk melakukan melakukan pemeriksaan teratur, seperti medical check up. Selain pemeriksaan jantung, kita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan diabetes. . Tiga hal itu termasuk ke dalam faktor risiko terjadinya stroke. Bukan hanya melakukan pemeriksaan, mengatur stres dan menjalankan pola hidup yang sehat juga termasuk langkah pencegahan terjadinya stroke. . “Risiko stroke bisa diprediksi. Sekitar 60 persen bisa dicegah,” tegas Prof Tan. . Sumber : https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/3917951/penting-60-persen-risiko-stroke-bisa-dicegah-begini-caranya

Jika mendengar kata stroke pasti kita akan terbayang pada seseorang yang tidak bisa menggerakkan sebelah atau seluruh anggota tubuhnya. Penyakit ini banyak ditakuti oleh orang dengan usia lanjut.
.
Tahukan Anda bahwa kebanyakan penyakit stroke disebabkan oleh fiblirasi atrium (FA). FA merupakan gangguan degup atau denyut jantung yang tidak normal.
.
Berdasarkan data dari penelitian yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI) tahun 2017, diperkirakan pada tahun 2050, Asia akan memiliki 72 juta pasien yang mengalami FA. Sedangkan 2,9 juta di antaranya dapat menderita stroke.
.
Namun menurut dokter spesialis jantung senior di Singapura, Prof dr Tan Ru San, stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah, yakni dengan deteksi dini FA.
.
“Dengan mengecek denyut nadi, kita bisa tahu itu ada perubahan dari biasanya atau tidak. Misal kita biasanya tidak mudah lelah lalu belakangan gampang lelah dan deg-degan atau napasnya pendek, maka sebaiknya kita harus konsultasikan ke dokter,” ujarnya saat ditemui usai acara Spotlight on Stroke di Carlton Hotel Singapura, Selasa (13/3/2018).
.
Selain menemukan denyut nadi yang tidak teratur, Prof Tan manganjurkan untuk melakukan melakukan pemeriksaan teratur, seperti medical check up. Selain pemeriksaan jantung, kita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan diabetes.
.
Tiga hal itu termasuk ke dalam faktor risiko terjadinya stroke. Bukan hanya melakukan pemeriksaan, mengatur stres dan menjalankan pola hidup yang sehat juga termasuk langkah pencegahan terjadinya stroke.
.
“Risiko stroke bisa diprediksi. Sekitar 60 persen bisa dicegah,” tegas Prof Tan.
.
Sumber : https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/3917951/penting-60-persen-risiko-stroke-bisa-dicegah-begini-caranya

Media sosial adalah tempat berbagi dan mencari informasi, seperti yang dilakukan beberapa orang yang sedang dalam penerapan diet. Pilah-pilih makanan bisa mereka lakukan di medsos. . Misal, dengan memasukkan kata kunci, atau semua orang bisa mendapat informasi bahkan inspirasi mengenai makanan sehat yang akan dipilihnya. . Begitu besar peran medsos, yang bahkan dalam sebuah penelitian yang dikutip dari The List menyatakan bahwa 50 persen orang-orang belajar mengenai makanan sehat di Twitter, Facebook, atau Instagram. Sedangkan 40 persen lainnya belajar dari situs web, aplikasi, dan blog. . Tapi jangan salah, dengan mencari informasi makanan sehat di medsos juga bisa memicu seseorang menjadi orthorexia. Yaitu gangguan makan yang membuat orang terobsesi dengan makanan yang serba sehat. Obsesi ini bisa jadi membuatmu terjebak ke dalam kebiasaan tak sehat dengan membatasi makanan. . Menurut pelatih dan blogger kesehatan, Maddy Moon, orang dengan orthorexia mudah terpicu hal baru mengenai makanan atau pola makan sehat. Maka dari itu, media sosial dapat dan memang memberi kontribusi pada kebiasaan makan yang terobsesi dengan pola dan makanan sehat. . “Ada yang bisa menulis tentang apapun (di medsos), dan seseorang yang mudah terpicu bisa mengikuti dan melanjutkan kebiasaan makan mereka yang terbatas dan tidak teratur dengan informasi baru itu,” ujar Moon. . “Menurut saya ya, lebih mudah bagi orang untuk terus menumbuhkan obsesi mereka pada pola makan, diet, yang sehat karena mereka memiliki akses ke sana 24/7 di ujung jari mereka,” tandasnya. . Sumber : https://m.detik.com/health/diet/3903151/media-sosial-berperan-penting-untuk-membuatmu-jadi-orthorexia

Media sosial adalah tempat berbagi dan mencari informasi, seperti yang dilakukan beberapa orang yang sedang dalam penerapan diet. Pilah-pilih makanan bisa mereka lakukan di medsos.
.
Misal, dengan memasukkan kata kunci, atau semua orang bisa mendapat informasi bahkan inspirasi mengenai makanan sehat yang akan dipilihnya.
.
Begitu besar peran medsos, yang bahkan dalam sebuah penelitian yang dikutip dari The List menyatakan bahwa 50 persen orang-orang belajar mengenai makanan sehat di Twitter, Facebook, atau Instagram. Sedangkan 40 persen lainnya belajar dari situs web, aplikasi, dan blog.
.
Tapi jangan salah, dengan mencari informasi makanan sehat di medsos juga bisa memicu seseorang menjadi orthorexia. Yaitu gangguan makan yang membuat orang terobsesi dengan makanan yang serba sehat. Obsesi ini bisa jadi membuatmu terjebak ke dalam kebiasaan tak sehat dengan membatasi makanan.
.
Menurut pelatih dan blogger kesehatan, Maddy Moon, orang dengan orthorexia mudah terpicu hal baru mengenai makanan atau pola makan sehat. Maka dari itu, media sosial dapat dan memang memberi kontribusi pada kebiasaan makan yang terobsesi dengan pola dan makanan sehat.
.
“Ada yang bisa menulis tentang apapun (di medsos), dan seseorang yang mudah terpicu bisa mengikuti dan melanjutkan kebiasaan makan mereka yang terbatas dan tidak teratur dengan informasi baru itu,” ujar Moon.
.
“Menurut saya ya, lebih mudah bagi orang untuk terus menumbuhkan obsesi mereka pada pola makan, diet, yang sehat karena mereka memiliki akses ke sana 24/7 di ujung jari mereka,” tandasnya.
.
Sumber : https://m.detik.com/health/diet/3903151/media-sosial-berperan-penting-untuk-membuatmu-jadi-orthorexia

@tepungdelapandewa Punya Sakit Maag itu paling gk enak rasanya,apalagi datangnya tiba-tiba saat lagi ada acara/pekerjaan kantor yang harus segera di selesaikan..konsentrasi jadi hilang, alhasil pekerjaan terhambat… Nah,,skrg jangan khawatir lagi akibat sakit maag/asam lambung yang tiba2 datang menyerang,,segera konsumsi secara rutin Tepung Delapan Dewa utk mengatasi dan menuntaskan sakit maag anda.. Minum secara rutin 1hari 2x pagi dan malam sebelum makan,cukup di seduh dengan air mendidih,tidak pahit dan tidak berbauk…aman buat kesehatan krn tidak ada efek samping nya.. . . Siap-siap katanya Bye-byeee sakit maag Bye-bye asam lambung….=-d . info lebih lanjut dan pemesanan hub :. pin BBM = 5fd1e0c7 WA = 082225449865 Ig = @tepungdelapandewa#asamlambung#jamutradisional#tanpaefeksamping#tanpabahankimia#alami#rempahrempah#halal#iklanmedan#medantalk#MedanTalkKesehatan

@tepungdelapandewa

Punya Sakit Maag itu paling gk enak rasanya,apalagi datangnya tiba-tiba saat lagi ada acara/pekerjaan kantor yang harus segera di selesaikan..konsentrasi jadi hilang, alhasil pekerjaan terhambat…
Nah,,skrg jangan khawatir lagi akibat sakit maag/asam lambung yang tiba2 datang menyerang,,segera konsumsi secara rutin Tepung Delapan Dewa utk mengatasi dan menuntaskan sakit maag anda..
Minum secara rutin 1hari 2x pagi dan malam sebelum makan,cukup di seduh dengan air mendidih,tidak pahit dan tidak berbauk…aman buat kesehatan krn tidak ada efek samping nya..
.
.
Siap-siap katanya Bye-byeee sakit maag Bye-bye asam lambung….=-d
.
info lebih lanjut dan pemesanan hub :.
pin BBM = 5fd1e0c7
WA = 082225449865
Ig = @tepungdelapandewa#asamlambung#jamutradisional#tanpaefeksamping#tanpabahankimia#alami#rempahrempah#halal#iklanmedan#medantalk#MedanTalkKesehatan

Berkenaan dengan peringatan Hari PendengaranDunia yang jatuh pada 3 Maret, the World Health Organization (WHO) memperingatkan 1 dari 10 orang di dunia, atau lebih dari 900 juta, berisiko kehilangan indra pendengaran menjelang tahun 2050. Hal itu bisa dicegah dengan mengambil tindakan segera. . WHO melaporkan 466 juta orang di dunia saat ini menderita kehilangan pendengaran. . Permasalahan akibat dari hilangnya indrapendengaran diperkirakan akan mengalami peningkatan akibat pertumbuhan populasi dan bertambahnya warga lansia – populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9 miliar jiwa menjelang tahun 2050. Demikian dikutip dari VOAIndonesiapada Senin (5/3/2018). . Shelly Chadha, pejabat teknis Departemen Pencegahan Ketulian dan Kehilangan Indra Pendengaran dari WHO mengatakan peningkatan populasi lansia tidak berarti peningkatan kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah. Ia mengatakan ada banyak faktor selain meningkatnya usia yang mempengaruhi indra pendengaran. . “Bisa jadi ini adalah faktor-faktornya seperti penyakit infeksi, yang mungkin kita hadapi di masa kanak-kanak – campak Jerman atau penyakit gondong, meningitis atau infeksi telinga. Mungkin ada faktor-faktor seperti paparan pada suara bising, seperti musik yang bising atau kebisingan di tempat kerja. Banyak dari penyebabnya dapat dicegah, dan dengan mengangkat permasalahan ini, kita dapat menekan atau meminimalisir risiko kehilangan indra pendengaran,” ujar Chadha. WHO melaporkan sekitar 60 persen dari hilangnya pendengaran di kalangan anak-anak dapat dicegah. Tindakan-tindakan seperti mengimunisasi anak untuk mencegah penyakit-penyakit infeksi, menyaraing dan merawat infeksi telinga kronis, mencegah konsumsi obat yang dapat berdampak pada indra pendengaran, dan mengendalikan paparan pada suara-suara bising dan musik. Dalam kasus-kasus dimana kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah, WHO mengatakan penderita dapat dibantu lewat teknologi seperti alat bantu pendengaran dan dengan implantasi alat pendengaran. Sumber :http://m.liputan6.com/global/read/3342549/who-hampir-1-miliar-orang-berisiko-kehilangan-pendengaran-jelang-2050

Berkenaan dengan peringatan Hari PendengaranDunia yang jatuh pada 3 Maret, the World Health Organization (WHO) memperingatkan 1 dari 10 orang di dunia, atau lebih dari 900 juta, berisiko kehilangan indra pendengaran menjelang tahun 2050. Hal itu bisa dicegah dengan mengambil tindakan segera.
.
WHO melaporkan 466 juta orang di dunia saat ini menderita kehilangan pendengaran.
.
Permasalahan akibat dari hilangnya indrapendengaran diperkirakan akan mengalami peningkatan akibat pertumbuhan populasi dan bertambahnya warga lansia – populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9 miliar jiwa menjelang tahun 2050. Demikian dikutip dari VOAIndonesiapada Senin (5/3/2018).
.
Shelly Chadha, pejabat teknis Departemen Pencegahan Ketulian dan Kehilangan Indra Pendengaran dari WHO mengatakan peningkatan populasi lansia tidak berarti peningkatan kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah. Ia mengatakan ada banyak faktor selain meningkatnya usia yang mempengaruhi indra pendengaran.
.
“Bisa jadi ini adalah faktor-faktornya seperti penyakit infeksi, yang mungkin kita hadapi di masa kanak-kanak – campak Jerman atau penyakit gondong, meningitis atau infeksi telinga. Mungkin ada faktor-faktor seperti paparan pada suara bising, seperti musik yang bising atau kebisingan di tempat kerja. Banyak dari penyebabnya dapat dicegah, dan dengan mengangkat permasalahan ini, kita dapat menekan atau meminimalisir risiko kehilangan indra pendengaran,” ujar Chadha.

WHO melaporkan sekitar 60 persen dari hilangnya pendengaran di kalangan anak-anak dapat dicegah. Tindakan-tindakan seperti mengimunisasi anak untuk mencegah penyakit-penyakit infeksi, menyaraing dan merawat infeksi telinga kronis, mencegah konsumsi obat yang dapat berdampak pada indra pendengaran, dan mengendalikan paparan pada suara-suara bising dan musik.

Dalam kasus-kasus dimana kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah, WHO mengatakan penderita dapat dibantu lewat teknologi seperti alat bantu pendengaran dan dengan implantasi alat pendengaran.

Sumber :http://m.liputan6.com/global/read/3342549/who-hampir-1-miliar-orang-berisiko-kehilangan-pendengaran-jelang-2050