Kerusuhan di Mako Brimob Jadi Sorotan Dunia . Kerusuhan yang pecah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa, 8 Mei 2018 tak hanya jadi perhatian masyarakat Indonesia. Dunia pun turut menyoroti peristiwa tersebut, apalagi ada sejumlah orang yang disandera para napi teroris. . Media Singapura The Straits Times yang dikutip Kamis (10/5/2018), memuat berita terkait insiden di Mako Brimob dengan judul “One inmate, five police officers killed in jail riot in Indonesia”. . “Seorang narapidana teroris dan lima polisi anti-teror tewas setelah sekelompok tahanan menyandera aparat, memicu bentrokan di malam hari…,” tulis media Singapura tersebut. . Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat berita bahwa ISIS menjadi dalang kerusuhan di Mako Brimob. Melalui artikel bertajuk “Islamic State claims its ‘fighters’ behind riot at Brimob detention center, Ahok’s sister says he is safe”. . Situs New York, Vice.com, juga mengangkat sisi yang sama terkait “otak” rusuh di penjara Mako Brimob dengan judul yang berbeda, “ISIS Claims Responsibility for Riot at Prison Housing Former Jakarta Governor”. . Media Inggris, The Guardian, ikut menyoroti peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dengan berita “Indonesian prison riot leaves five officers and one prisoner dead”. Berita itu mengulas terjadinya penyanderaan selama lebih dari 36 jam di penjara dengan keamanan super ketat. . Dari Timur Tengah, Al Jazeera, ikut memuat pemberitaan tersebut dengan “Prison riot in Indonesia leaves police officers dead”. . Sementara media Amerika Serikat, Voice of America, mengangkat isu ini melalui artikel “5 Killed in Indonesian Prison Riot”. Australia memuatnya dengan “5 police, inmate dead in Indonesia prison riot; hostage held”. . Media India, The Hindu juga tak ketinggalan membuat pemberitaan kerusuhan di Mako Brimob melalui tulisan “5 officers, 1 inmate dead in Indonesia detention center riot”. . Sumber : Liputan6.com

Kerusuhan di Mako Brimob Jadi Sorotan Dunia
.
Kerusuhan yang pecah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Selasa, 8 Mei 2018 tak hanya jadi perhatian masyarakat Indonesia. Dunia pun turut menyoroti peristiwa tersebut, apalagi ada sejumlah orang yang disandera para napi teroris.
.
Media Singapura The Straits Times yang dikutip Kamis (10/5/2018), memuat berita terkait insiden di Mako Brimob dengan judul “One inmate, five police officers killed in jail riot in Indonesia”.
.
“Seorang narapidana teroris dan lima polisi anti-teror tewas setelah sekelompok tahanan menyandera aparat, memicu bentrokan di malam hari…,” tulis media Singapura tersebut.
.
Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat berita bahwa ISIS menjadi dalang kerusuhan di Mako Brimob. Melalui artikel bertajuk “Islamic State claims its ‘fighters’ behind riot at Brimob detention center, Ahok’s sister says he is safe”.
.
Situs New York, Vice.com, juga mengangkat sisi yang sama terkait “otak” rusuh di penjara Mako Brimob dengan judul yang berbeda, “ISIS Claims Responsibility for Riot at Prison Housing Former Jakarta Governor”.
.
Media Inggris, The Guardian, ikut menyoroti peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dengan berita “Indonesian prison riot leaves five officers and one prisoner dead”. Berita itu mengulas terjadinya penyanderaan selama lebih dari 36 jam di penjara dengan keamanan super ketat.
.
Dari Timur Tengah, Al Jazeera, ikut memuat pemberitaan tersebut dengan “Prison riot in Indonesia leaves police officers dead”.
.
Sementara media Amerika Serikat, Voice of America, mengangkat isu ini melalui artikel “5 Killed in Indonesian Prison Riot”. Australia memuatnya dengan “5 police, inmate dead in Indonesia prison riot; hostage held”.
.
Media India, The Hindu juga tak ketinggalan membuat pemberitaan kerusuhan di Mako Brimob melalui tulisan “5 officers, 1 inmate dead in Indonesia detention center riot”.
.
Sumber : Liputan6.com

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut. Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau. Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang. Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju. . “Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017. Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang. . “Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot. Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap. . “Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.” . 📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan

Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut.

Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau.

Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang.

Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju.
.
“Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017.

Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang.
.
“Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot.

Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap.
.
“Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.”
.
📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan