Ditembak BNN, Bandar Narkoba Bersimbah Darah di Jalan Tritura . Badan Narkotika Nasional menembak seorang pria terduga bandar narkoba di Jalan Tritura, Medan, Selasa (20/3/2018). . Pria yang mengenakan kaos abu-abu itu sempat tergeletak lama di pinggir jalan dengan kondisi berlumuran darah di bagian perut dan punggung. . Petugas yang melakukan penangkapan belum bersedia merinci identitas pelaku yang mereka tembak. . Amatan di lokasi, petugas juga mengamankan seorang pria yang mengenakan baju merah ke dalam mobil dengan kedua tangan diborgol. . Sementara pelaku yang ditembak dibawa ke RS Bhayangkara Medan. . Sejumlah saksi mata mengatakan kedua pelaku awalnya menumpang becak. Petugas yang menguntit dari belakang sempat meneriaki keduanya agar berhenti. . “Tiba-tiba ada suara tembakan, satu orang langsung tergeletak,” kata seorang saksi. Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengakui penangkapan itu dilakukan anak buahnya. . “Iya benar, sabar ya,” kata Arman. Petugas terlihat mengamankan sebuah tas ransel milik pelaku. Informasinya tas tersebut berisi sabu-sabu dalam jumlah besar. (*) . Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2018/03/20/ditembak-bnn-bandar-narkoba-bersimbah-darah-di-jalan-tritura

Ditembak BNN, Bandar Narkoba Bersimbah Darah di Jalan Tritura
.
Badan Narkotika Nasional menembak seorang pria terduga bandar narkoba di Jalan Tritura, Medan, Selasa (20/3/2018).
.
Pria yang mengenakan kaos abu-abu itu sempat tergeletak lama di pinggir jalan dengan kondisi berlumuran darah di bagian perut dan punggung.
.
Petugas yang melakukan penangkapan belum bersedia merinci identitas pelaku yang mereka tembak.
.
Amatan di lokasi, petugas juga mengamankan seorang pria yang mengenakan baju merah ke dalam mobil dengan kedua tangan diborgol.
.
Sementara pelaku yang ditembak dibawa ke RS Bhayangkara Medan.
.
Sejumlah saksi mata mengatakan kedua pelaku awalnya menumpang becak. Petugas yang menguntit dari belakang sempat meneriaki keduanya agar berhenti.
.
“Tiba-tiba ada suara tembakan, satu orang langsung tergeletak,” kata seorang saksi.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengakui penangkapan itu dilakukan anak buahnya.
.
“Iya benar, sabar ya,” kata Arman.
Petugas terlihat mengamankan sebuah tas ransel milik pelaku. Informasinya tas tersebut berisi sabu-sabu dalam jumlah besar. (*)
.
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2018/03/20/ditembak-bnn-bandar-narkoba-bersimbah-darah-di-jalan-tritura

Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polres Langkat menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional. . Dari penangkapan, 4 (empat) orang tersangka diamankan dan satu ditembak mati. “Keempatnya berinisial Amn, Amr, Mpg dan Zkp. Mereka  bandar narkoba jaringan Malaysia-Aceh-Medan,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Selasa (27/2). . Penangkapan itu berawal dari informasi adanya pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia. Pada Minggu (25/2) sekira pukul 12.25 WIB, petugas bergerak dan berhasil menangkap pelaku di dua lokasi berbeda. . “Di dua tempat di Medan, yakni di halaman Hotel Antara, Jalan Gatot Subroto dan Perumahan Taman Impian Indah Sakti Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia,” jelas Arman. . Selain meringkus 4 orang tersangka, petugas juga berhasil mengamankan 15.33 kilogram sabu dan 79.905 butir pil ekstasi. . Lebih lanjut Arman menabahkan, saat dilakukan pengembangan ke daerah Aceh Tamiang, perbatasan Aceh-Sumut satu tersangka berinisial Amr yang bertindak sebagai pengendali atau koordinator berusaha melarikan diri. . “Amr terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai bagian dada. Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” tambahnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnn-ri-tembak-mati-pengendali-peredaran-narkoba/512633/2018/02/27

Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polres Langkat menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional.
.
Dari penangkapan, 4 (empat) orang tersangka diamankan dan satu ditembak mati. “Keempatnya berinisial Amn, Amr, Mpg dan Zkp. Mereka  bandar narkoba jaringan Malaysia-Aceh-Medan,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Selasa (27/2).
.
Penangkapan itu berawal dari informasi adanya pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia. Pada Minggu (25/2) sekira pukul 12.25 WIB, petugas bergerak dan berhasil menangkap pelaku di dua lokasi berbeda.
.
“Di dua tempat di Medan, yakni di halaman Hotel Antara, Jalan Gatot Subroto dan Perumahan Taman Impian Indah Sakti Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia,” jelas Arman.
.
Selain meringkus 4 orang tersangka, petugas juga berhasil mengamankan 15.33 kilogram sabu dan 79.905 butir pil ekstasi.
.
Lebih lanjut Arman menabahkan, saat dilakukan pengembangan ke daerah Aceh Tamiang, perbatasan Aceh-Sumut satu tersangka berinisial Amr yang bertindak sebagai pengendali atau koordinator berusaha melarikan diri.
.
“Amr terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai bagian dada. Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” tambahnya.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bnn-ri-tembak-mati-pengendali-peredaran-narkoba/512633/2018/02/27

Penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh piket penjagaan Mako Polrestabes Medan. . Pada saat pukul 14.45 wib, tersangka atas nama A (Lk,21 THN) permisi ke penjagaan untuk mengantarkan makanan berupa bakso dan gorengan kepada tahanan atas nama AF kasus kriminal (pembunuhan) . Kemudian personil penjagaan atas nama Bripka S.A Lubis dan Bripda Dionesus didampingi dua orang personil SiPropam atas nama Brigadir MR Hutasoit dan Brigadir Amri melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan tersebut. . Ketika bakso diperiksa tersangka ketakutan dan mengatakan bahwa bakso itu tidak ada apa – apanya, namun tiba – tiba tersangka panik dan langsung lari keluar Mako menuju kejalan Perintis Kemerdekaan yang dikejar oleh Bripka S.A Lubis dan Bripda Dionesus sampai ke SPBU Perintis Kemerdekaan dan langsung dibawa ke Mako untuk diinterogasi. . Sumber : @polrestabea.medan

Penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh piket penjagaan Mako Polrestabes Medan.
.
Pada saat pukul 14.45 wib, tersangka atas nama A (Lk,21 THN) permisi ke penjagaan untuk mengantarkan makanan berupa bakso dan gorengan kepada tahanan atas nama AF kasus kriminal (pembunuhan) . Kemudian personil penjagaan atas nama Bripka S.A Lubis dan Bripda Dionesus didampingi dua orang personil SiPropam atas nama Brigadir MR Hutasoit dan Brigadir Amri melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan tersebut.
.
Ketika bakso diperiksa tersangka ketakutan dan mengatakan bahwa bakso itu tidak ada apa – apanya, namun tiba – tiba tersangka panik dan langsung lari keluar Mako menuju kejalan Perintis Kemerdekaan yang dikejar oleh Bripka S.A Lubis dan Bripda Dionesus sampai ke SPBU Perintis Kemerdekaan dan langsung dibawa ke Mako untuk diinterogasi.
.
Sumber : @polrestabea.medan

Ini Kata Hendri Soal Penangkapan Bandar Narkoba di Balai Kota Medan . MEDAN (medanbicara.com)-Direktorat Reserse Narkoba Polisi Daerah Sumatra Utara Polda Sumut berhasil menangkap jaringan narkoba asal Aceh yang diamankan di jalan Balai Kota Medan, Kecamatan Medan Barat Selasa (5/12) malam. . Direktur Reserse Narkoba Polisi Daerah Sumatra Utara, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, penangkapan tadi malam tepat di depan Merdeka Walk sekira pukul 22:30 wib. . “Penangkapan ini sesuai prosedur dan saya langsung yang mengeluarkan surat perintahnya. Penangkapan ini merupakan hasil pengejaran petugas dari luar kota. Dari Aceh sudah di monitor sesampai di lampu merah depan Merdeka Walk petugas langsung  menghentikan sebuah mobil avanza yang ditumpangi bandar tersebut,”katanya kepada wartawan, Rabu (6/12). . Setelah dihentikan petugas lanjutnya, salah satu bandar narkoba yang diketahui indentitasnya bernama Suryono terpaksa dilumpuhkan, karena berusaha melarikan diri. . Dalam penangkapan ini petugas berhasil menyita 10 KG sabu-sabu asal Aceh. “Untuk sementara itu yang bisa saya ungkapkan karena kita masih melakukan perkembangan selanjutnya,”pungkasnya. (byma) . Sumber : https://medanbicara.com/hukum/ini-kata-hendri-soal-penangkapan-bandar-narkoba-di-balai-kota-medan

Ini Kata Hendri Soal Penangkapan Bandar Narkoba di Balai Kota Medan
.
MEDAN (medanbicara.com)-Direktorat Reserse Narkoba Polisi Daerah Sumatra Utara Polda Sumut berhasil menangkap jaringan narkoba asal Aceh yang diamankan di jalan Balai Kota Medan, Kecamatan Medan Barat Selasa (5/12) malam.
.
Direktur Reserse Narkoba Polisi Daerah Sumatra Utara, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, penangkapan tadi malam tepat di depan Merdeka Walk sekira pukul 22:30 wib.
.
“Penangkapan ini sesuai prosedur dan saya langsung yang mengeluarkan surat perintahnya. Penangkapan ini merupakan hasil pengejaran petugas dari luar kota. Dari Aceh sudah di monitor sesampai di lampu merah depan Merdeka Walk petugas langsung  menghentikan sebuah mobil avanza yang ditumpangi bandar tersebut,”katanya kepada wartawan, Rabu (6/12).
.
Setelah dihentikan petugas lanjutnya, salah satu bandar narkoba yang diketahui indentitasnya bernama Suryono terpaksa dilumpuhkan, karena berusaha melarikan diri.
.
Dalam penangkapan ini petugas berhasil menyita 10 KG sabu-sabu asal Aceh. “Untuk sementara itu yang bisa saya ungkapkan karena kita masih melakukan perkembangan selanjutnya,”pungkasnya. (byma)
.
Sumber : https://medanbicara.com/hukum/ini-kata-hendri-soal-penangkapan-bandar-narkoba-di-balai-kota-medan

Penyergapan yang lakukan oleh personil kepolisian pada satu mobil penumpang berwarna hitam pada malam tadi di seputaran lapangan merdeka Medan 05/12/2017. . Belum ada informasi lengkap terhadap penyerapan tersebut, menurut informasi yang beredar, penyergapan tersebut terhadap kurir narkoba. . Video yang beredar luar ini menunjukkan penyergapan polisi berada di tengah jalan dan mengeluarkan tembakan beberapa kali

Penyergapan yang lakukan oleh personil kepolisian pada satu mobil penumpang berwarna hitam pada malam tadi di seputaran lapangan merdeka Medan 05/12/2017.
.
Belum ada informasi lengkap terhadap penyerapan tersebut, menurut informasi yang beredar, penyergapan tersebut terhadap kurir narkoba.
.
Video yang beredar luar ini menunjukkan penyergapan polisi berada di tengah jalan dan mengeluarkan tembakan beberapa kali

Ratu Narkoba Siantar Diringkus di Medan, 17 Ribu Butir Ekstasi Disita Petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi Sumu meringkus Lenny (39), bandar narkoba asal Siantar, parkir basement Center Point di Jalan Jawa Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Rabu (2/8/2017) sekira pukul 16.15 WIB. Dari tangan wanita asal Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar ini, petugas BNNP Sumut menyita barang bukti 17.000 butir narkotika jenis pil ekstasy warna pink. Sesuai informasi yang dihimpun, pelaku yang pernah ditangkap oleh petugas Intel Korem 022 Pantai Timur atas kepemilikan 3,3 gram narkoba jenis sabu-sabu ini sudah lama diincar oleh petugas Bidang Pemberantasan BNNP Sumut. Petugas yang mengintainya kemudian mendapat informasi kalau wanita yang saat ini tinggal di tempat kos yang berada di Jalan Candi Kalasan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah ini hendak bertransaksi narkoba jenis ekstasi di tempat perbelanjaan Center Point. Petugas BNNP Sumut pun membuntuti pelaku hingga ke Center Point. Namun pelaku tak kunjung bertransaksi. Ketika pelaku hendak meninggalkan Center Point, petugas pun menangkap pelaku yang pada saat akan memasuki mobilnya. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 2 bungkusan narkotika jenis ekstasy, dimana tiap bungkus berisi 1000 butir hingga total ekstasi yang disita berjumlah 2000 butir. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di tempat kos tersangka yang berada di Jalan Candi Kalasan Lantai 3. Dari dalam kamar pelaku, petugas menemukan 3 bungkus besar yang diperkirakan 1 bungkus berisi 5.000 butir dengan total 15.000 butir. Dengan temuan di kamar kos-kosan itu, maka total ekstasi yang diamankan dari pelaku berjumlah 17 ribu butir. Sumber : http://www.jurnalsiantar.net/lenny-ratu-narkoba-siantar-diringkus-di-medan-17-ribu-butir-ekstasi-disita/

Ratu Narkoba Siantar Diringkus di Medan, 17 Ribu Butir Ekstasi Disita

Petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi Sumu meringkus Lenny (39), bandar narkoba asal Siantar, parkir basement Center Point di Jalan Jawa Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Rabu (2/8/2017) sekira pukul 16.15 WIB.

Dari tangan wanita asal Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar ini, petugas BNNP Sumut menyita barang bukti 17.000 butir narkotika jenis pil ekstasy warna pink.

Sesuai informasi yang dihimpun, pelaku yang pernah ditangkap oleh petugas Intel
Korem 022 Pantai Timur atas kepemilikan
3,3 gram narkoba jenis sabu-sabu ini sudah lama diincar oleh petugas Bidang
Pemberantasan BNNP Sumut.

Petugas yang mengintainya kemudian mendapat informasi kalau wanita yang saat ini tinggal di tempat kos yang berada di Jalan Candi Kalasan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah ini hendak bertransaksi narkoba jenis ekstasi di tempat perbelanjaan Center Point.

Petugas BNNP Sumut pun membuntuti pelaku hingga ke Center Point. Namun pelaku tak kunjung bertransaksi. Ketika pelaku hendak meninggalkan Center Point, petugas pun menangkap pelaku yang pada saat akan memasuki mobilnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 2 bungkusan narkotika jenis ekstasy, dimana tiap bungkus berisi 1000 butir hingga total ekstasi yang disita berjumlah 2000 butir.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di tempat kos tersangka yang berada di Jalan Candi Kalasan Lantai 3. Dari dalam kamar pelaku, petugas menemukan 3 bungkus besar yang diperkirakan 1 bungkus berisi 5.000 butir dengan total 15.000 butir.

Dengan temuan di kamar kos-kosan itu, maka total ekstasi yang diamankan dari pelaku berjumlah 17 ribu butir.

Sumber : http://www.jurnalsiantar.net/lenny-ratu-narkoba-siantar-diringkus-di-medan-17-ribu-butir-ekstasi-disita/

35 Kg Sabu, 11 Ribu Ekstasi dan 464 Kg Ganja Dimusnahkan Poldasu Barang bukti narkotika berupa sabu seberat 35 kilogram (kg) dan 11.433 ribu butir ekstasi serta 464,2 kg ganja dimusnahkan Poldas Sumut (Poldasu) dengan cara direbus dan dibakar di halaman Gedung Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Poldasu, Rabu (19/07/2017).”Dengan dimusnahkan seluruh barang bukti ini, maka 300 ribu nyawa bisa terselamatkan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw. Adapun barang bukti yang dimusnahkan, sebutnya, merupakan hasil tangkap Ditresnarkoba Poldasu dan Polres Langkat. Poldasu berhasil menyita berupa 30 kg sabu dan 9.615 butir ekstasi. Namun yang dimusnahkan hanya 29 Kg sabu dan 9.433 butir ekstasi. . “Kenapa jumlah yang dimusnahkan berkurang. Karena telah dipakai untuk penyelidikan ke laboratorium forensik (Labfor) dan untuk kebutuhan barang bukti oleh jaksa dalam menangani kasus ini hingga ke tinggkat pengadilan,” jelas mantan Waka Baintelkam Mabes Polri ini. . Sedangkan barang bukti yang berhasil disita Polres Langkat dari tangan pelaku kejahatan narkoba berupa 6 kg Sabu, 2 ribu ekstasi dan 464 kg ganja. Sehingga total yang dimusnahkan 35 kg sabu, 11.433 ribu butir ekstasi dan 464,2 kg ganja. Paulus yang juga mantan Kapolda Papua ini berharap seluruh elemen terkait dapat terus berperan dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika demi menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.”Mudah-mudahan hasil pengungkapan ini, semakin berhasil kedepannya sehingga semakin banyak jiwa dan nyawa yang terselamatkan,” pungkas Kapoldasu seraya menambahkan jika permasalahan narkoba ini telah menjadi kejahatan trans nasional karena sudah melibatkan berbagai jaringan internasional. Sumber : beritasumut.com https://beritasumut.com/peristiwa/35-Kg-Sabu–11-Ribu-Ekstasi-dan-464-Kg-Ganja-Dimusnahkan-Poldasu

35 Kg Sabu, 11 Ribu Ekstasi dan 464 Kg Ganja Dimusnahkan Poldasu

Barang bukti narkotika berupa sabu seberat 35 kilogram (kg) dan 11.433 ribu butir ekstasi serta 464,2 kg ganja dimusnahkan Poldas Sumut (Poldasu) dengan cara direbus dan dibakar di halaman Gedung Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Poldasu, Rabu (19/07/2017).”Dengan dimusnahkan seluruh barang bukti ini, maka 300 ribu nyawa bisa terselamatkan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan, sebutnya, merupakan hasil tangkap Ditresnarkoba Poldasu dan Polres Langkat. Poldasu berhasil menyita berupa 30 kg sabu dan 9.615 butir ekstasi. Namun yang dimusnahkan hanya 29 Kg sabu dan 9.433 butir ekstasi.
.
“Kenapa jumlah yang dimusnahkan berkurang. Karena telah dipakai untuk penyelidikan ke laboratorium forensik (Labfor) dan untuk kebutuhan barang bukti oleh jaksa dalam menangani kasus ini hingga ke tinggkat pengadilan,” jelas mantan Waka Baintelkam Mabes Polri ini.
.
Sedangkan barang bukti yang berhasil disita Polres Langkat dari tangan pelaku kejahatan narkoba berupa 6 kg Sabu, 2 ribu ekstasi dan 464 kg ganja. Sehingga total yang dimusnahkan 35 kg sabu, 11.433 ribu butir ekstasi dan 464,2 kg ganja.

Paulus yang juga mantan Kapolda Papua ini berharap seluruh elemen terkait dapat terus berperan dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika demi menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.”Mudah-mudahan hasil pengungkapan ini, semakin berhasil kedepannya sehingga semakin banyak jiwa dan nyawa yang terselamatkan,” pungkas Kapoldasu seraya menambahkan jika permasalahan narkoba ini telah menjadi kejahatan trans nasional karena sudah melibatkan berbagai jaringan internasional.

Sumber : beritasumut.com
https://beritasumut.com/peristiwa/35-Kg-Sabu–11-Ribu-Ekstasi-dan-464-Kg-Ganja-Dimusnahkan-Poldasu

Melawan Saat Ditangkap, Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati Tim Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menyergap 3 orang yang diduga sebagai bandar narkoba. Dua di antaranya ditembak mati saat diamankan dari kawasan Besitang, Langkat, Sumut. Polisi menyatakan keduanya berusaha kabur dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Dalam penyergapan, polisi menyita 5 Kg sabu-sabu. Petugas juga mengamankan sepucuk senjata api beserta amunisi. . “Sekali lagi tindakan tegas terhadap pengedar narkoba yang melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian selalu kami lakukan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Rycko Amelza Daniel, dalam paparannya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (4/6). . Kapolda menambahkan, jajarannya berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan narkoba secara komprehensif, baik menggunakan cara-cara soft power, upaya-upaya pemberdayaan mengikutsertakan masyarakat​, sampai upaya-upaya penindakan tegas kepada bandar-bandar narkoba. . “Hari ini kami ekspos bandar narkoba yang ke-12 dan ke-13 yang ditembak mati. Keduanya ditembak karena melawan petugas. Setelah dilakukan uji laboratorium, barang bukti benar-benar asli narkotika golongan Ini jenis sabu-sabu.” . “Total 3 tersangka, 2 meninggal di tempat, 1 tersangka hidup. Barang bukti ada 5 Kg narkotika jenis sabu, serta kami juga mengamankan satu unit mobil Honda Jazz yang digunakan para tersangka,” tandasnya. (analisadaily.com

Melawan Saat Ditangkap, Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati

Tim Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menyergap 3 orang yang diduga sebagai bandar narkoba. Dua di antaranya ditembak mati saat diamankan dari kawasan Besitang, Langkat, Sumut.

Polisi menyatakan keduanya berusaha kabur dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Dalam penyergapan, polisi menyita 5 Kg sabu-sabu. Petugas juga mengamankan sepucuk senjata api beserta amunisi.
.
“Sekali lagi tindakan tegas terhadap pengedar narkoba yang melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian selalu kami lakukan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. Rycko Amelza Daniel, dalam paparannya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (4/6).
.
Kapolda menambahkan, jajarannya berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan narkoba secara komprehensif, baik menggunakan cara-cara soft power, upaya-upaya pemberdayaan mengikutsertakan masyarakat​, sampai upaya-upaya penindakan tegas kepada bandar-bandar narkoba.
.
“Hari ini kami ekspos bandar narkoba yang ke-12 dan ke-13 yang ditembak mati. Keduanya ditembak karena melawan petugas. Setelah dilakukan uji laboratorium, barang bukti benar-benar asli narkotika golongan Ini jenis sabu-sabu.”
.
“Total 3 tersangka, 2 meninggal di tempat, 1 tersangka hidup. Barang bukti ada 5 Kg narkotika jenis sabu, serta kami juga mengamankan satu unit mobil Honda Jazz yang digunakan para tersangka,” tandasnya.
(analisadaily.com

Rilis resmi BNN setelah berhasil Ringkus Jaringan Narkoba Internasional. Setelah melakukan pengintaian selama tiga minggu, Badan Narkotika Nasional bersama tim gabungan, akhirnya meringkus jaringan narkoba internasional asal Aceh. Pengintaian gerak-gerik para pelaku dilakukan mulai dari Aceh sampai masuk ke Sumatera Utara. Petugas berhasil mengamankan 10 tersangka dari beberapa tempat. Satu diantaranya tewas ditembus timah panas petugas karena berusaha melarikan diri dari kejaran.(yu

Rilis resmi BNN setelah berhasil Ringkus Jaringan Narkoba Internasional.

Setelah melakukan pengintaian selama tiga minggu, Badan Narkotika Nasional bersama tim gabungan, akhirnya meringkus jaringan narkoba internasional asal Aceh. Pengintaian gerak-gerik para pelaku dilakukan mulai dari Aceh sampai masuk ke Sumatera Utara.

Petugas berhasil mengamankan 10 tersangka dari beberapa tempat. Satu diantaranya tewas ditembus timah panas petugas karena berusaha melarikan diri dari kejaran.(yu

BNN Grebek Rumah dijalan Melinjo III Hasil Pengembangan pada penangkapan Jalan Medan-Binjai Rumah nomor 6 berwarna putih di Jalan Melinjo III, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (01/03/2017) siang ini. Penggerebekan ini adalah hasil pengembangan penangkapan tersangka pengedar sabu di Km 10,5 Jalan Medan-Binjai, pagi tadi. Dari dalam rumah petugas berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Heri. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1,8 kilogram. Barang bukti dibawa menggunakan tas berwarna merah muda. Heri diboyong keluar dari rumah dengan tangan diborgol. Istri dan anaknya melihat langsung penangkapan itu.(yu

BNN Grebek Rumah dijalan Melinjo III Hasil Pengembangan pada penangkapan Jalan Medan-Binjai

Rumah nomor 6 berwarna putih di Jalan Melinjo III, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (01/03/2017) siang ini.

Penggerebekan ini adalah hasil pengembangan penangkapan tersangka pengedar sabu di Km 10,5 Jalan Medan-Binjai, pagi tadi.
Dari dalam rumah petugas berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Heri. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1,8 kilogram. Barang bukti dibawa menggunakan tas berwarna merah muda.

Heri diboyong keluar dari rumah dengan tangan diborgol. Istri dan anaknya melihat langsung penangkapan itu.(yu