Ini Penjelasan Soal Powerbank Dibatasi Terbang di Pesawat . Direktorat Jenderal Perhubungan Udara baru saja menerbitkan surat edaran tentang ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan ke pesawat udara. Pentingkah hal tersebut dilakukan? . detikINET coba menghubungi pengamat gadget Lucky Sebastian. Dia mengatakan Surat Edaran (SE) Nomor 015 Tahun 2018 memang sudah seharusnya ada. . “Selain kelalaian, aturan ini juga perlu untuk melihat ancaman teroris, yang sekarang mungkin saja mengalihkan bahan peledak dengan menggunakan baterai,” ujar Lucky. . Lanjut dijelaskannya baterai lithium yang sekarang banyak digunakan memang bisa meledak jika terkena panas berlebih atau short curcuit. Sekarang ini tidak hanya smartphone ataupun laptop, perangkat powerbank dan drone juga menggunakan baterai dan sering dibawa berpergian. . “Tidak semua powerbank dibuat dengan kualitas yang sama. Banyak juga yang abal-abal dan mengabaikan tingkat keamanan. Semakin besar kapasitasnya baterainya, risikonya semakin tinggi jika meledak,” kata pria berkacamata ini. . Karena itu, saat ini banyak maskapai menyediakan slot USB untuk penumpang mengisi ulang ponselnya di bangku. Walaupun lama pengisiannya, tetapi setidaknya lebih ketat aturan keamanannya . Terkait kapasitas maksimum 100 wh (sekitar 20.000 mAh, tergantung votage) powerbank yang diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat, menurut Lucky pembatasan tersebut sudah cukup. Toh penumpang masih bisa membawa yang kapasitas lebih dengan melapor terlebih dulu ke otoritas penerbangan. . Dalam kesempatan ini, Lucky memberikan tips agar aman membawa powerbank selama melakukan perjalanan. . 1. Powerbank dan baterai biasanya tidak diijinkan dimasukkan ke dalam bagasi bersama koper dalam penerbangan, tetapi harus dimasukkan ke dalam tas yang kita bawa ke kabin, ini supaya lebih mudah pengawasannya . 2. Selama terbang, jangan melakukan charging dengan powerbank. Sebab proses charging membuat powerbank menghasilkan panas. Jadi pastikan proses charging dilakukan sebelum lepas landas atau sebelum masuk ke dalam pesawat . Sumber : www.detik.com [Bersambung dikomentar]

Ini Penjelasan Soal Powerbank Dibatasi Terbang di Pesawat
.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara baru saja menerbitkan surat edaran tentang ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan ke pesawat udara. Pentingkah hal tersebut dilakukan?
.
detikINET coba menghubungi pengamat gadget Lucky Sebastian. Dia mengatakan Surat Edaran (SE) Nomor 015 Tahun 2018 memang sudah seharusnya ada.
.
“Selain kelalaian, aturan ini juga perlu untuk melihat ancaman teroris, yang sekarang mungkin saja mengalihkan bahan peledak dengan menggunakan baterai,” ujar Lucky.
.
Lanjut dijelaskannya baterai lithium yang sekarang banyak digunakan memang bisa meledak jika terkena panas berlebih atau short curcuit. Sekarang ini tidak hanya smartphone ataupun laptop, perangkat powerbank dan drone juga menggunakan baterai dan sering dibawa berpergian.
.
“Tidak semua powerbank dibuat dengan kualitas yang sama. Banyak juga yang abal-abal dan mengabaikan tingkat keamanan. Semakin besar kapasitasnya baterainya, risikonya semakin tinggi jika meledak,” kata pria berkacamata ini.
.
Karena itu, saat ini banyak maskapai menyediakan slot USB untuk penumpang mengisi ulang ponselnya di bangku. Walaupun lama pengisiannya, tetapi setidaknya lebih ketat aturan keamanannya
.
Terkait kapasitas maksimum 100 wh (sekitar 20.000 mAh, tergantung votage) powerbank yang diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat, menurut Lucky pembatasan tersebut sudah cukup. Toh penumpang masih bisa membawa yang kapasitas lebih dengan melapor terlebih dulu ke otoritas penerbangan.
.
Dalam kesempatan ini, Lucky memberikan tips agar aman membawa powerbank selama melakukan perjalanan. .
1. Powerbank dan baterai biasanya tidak diijinkan dimasukkan ke dalam bagasi bersama koper dalam penerbangan, tetapi harus dimasukkan ke dalam tas yang kita bawa ke kabin, ini supaya lebih mudah pengawasannya
.
2. Selama terbang, jangan melakukan charging dengan powerbank. Sebab proses charging membuat powerbank menghasilkan panas. Jadi pastikan proses charging dilakukan sebelum lepas landas atau sebelum masuk ke dalam pesawat
.
Sumber : www.detik.com
[Bersambung dikomentar]

Video Viral: Petugas terpaksa menurunkan seorang penumpang penerbangan terakhir pesawat Citilink karena kedapatan merokok saat pesawat tengah mengisi bahan bakar pada Minggu (25/2/2018). . “Kejadian ini bermula ketika kami mendapatkan informasi mengenai seorang penumpang yang masih merokok saat menuju pesawat penerbangan terakhir Citilink tujuan Halim-Denpasar dengan kode penerbangan QG 156 yang sesuai jadwal penerbangan dilakukan pukul 21.35 WIB,” ujar Corporate Communication Citilink Benny Butar Butar melalui keterangan tertulis, Senin (26/2/2018). . Ia mengatakan, penumpang tersebut tetap merokok saat hendak menaiki tangga pesawat. Di saat bersamaan, pesawat sedang mengisi bahan bakar avtur (refueling) dan posisinya dekat dengan engine. . Menurut Benny, kondisi tersebut sangat mengancam dan membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan penerbangan. . Mendengar laporan tersebut, lanjut Benny, aviation security (avsec) atau petugas keamanan bandara segera mengambil tindakan. . “Saat penumpang memasuki pesawat dan duduk dibangkunya, tidak lama datang petugas keamanan bandara bersama pihak Citilink meminta penumpang untuk turun,” ujarnya. . Saat diminta turun, tambah Benny, penumpang sempat menolak, bahkan terlibat adu mulut dengan petugas. . “Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri airlines, kami harus bisa memastikan tidak ada satu pun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya. . Sumber: Video: Manuel Buchacher Berita: http://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/26/10244011/merokok-saat-pesawat-isi-bahan-bakar-penumpang-citilink-diturunkan

Video Viral: Petugas terpaksa menurunkan seorang penumpang penerbangan terakhir pesawat Citilink karena kedapatan merokok saat pesawat tengah mengisi bahan bakar pada Minggu (25/2/2018).
.
“Kejadian ini bermula ketika kami mendapatkan informasi mengenai seorang penumpang yang masih merokok saat menuju pesawat penerbangan terakhir Citilink tujuan Halim-Denpasar dengan kode penerbangan QG 156 yang sesuai jadwal penerbangan dilakukan pukul 21.35 WIB,” ujar Corporate Communication Citilink Benny Butar Butar melalui keterangan tertulis, Senin (26/2/2018).
.
Ia mengatakan, penumpang tersebut tetap merokok saat hendak menaiki tangga pesawat. Di saat bersamaan, pesawat sedang mengisi bahan bakar avtur (refueling) dan posisinya dekat dengan engine.
.
Menurut Benny, kondisi tersebut sangat mengancam dan membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan penerbangan.
.
Mendengar laporan tersebut, lanjut Benny, aviation security (avsec) atau petugas keamanan bandara segera mengambil tindakan.
.
“Saat penumpang memasuki pesawat dan duduk dibangkunya, tidak lama datang petugas keamanan bandara bersama pihak Citilink meminta penumpang untuk turun,” ujarnya.
.
Saat diminta turun, tambah Benny, penumpang sempat menolak, bahkan terlibat adu mulut dengan petugas.
.
“Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri airlines, kami harus bisa memastikan tidak ada satu pun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.
.
Sumber:
Video: Manuel Buchacher
Berita: http://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/26/10244011/merokok-saat-pesawat-isi-bahan-bakar-penumpang-citilink-diturunkan

Penerbangan Wings Air IW1216 tgl: 28 Juni 2017 jam 10.10WIB KNO-AEG Medan menuju Aek Godang / Padangsidimpuan delay selama 3 jam lebih membuat penumpang kecewa dan marah hampir blokir Gate penerbangan Bandara Kuala Namu. Hal ini terjadi Karena tidak ada pemberitahuan yang baik dari maskapai kepada penumpang. Salah satu penumpang Rahmadi Hidayat SW menjelaskan kondisi Lapangan sebagai Berikut: Awalnya penerbangan pukul 10:10wib, Begitu check-in, secara sepihak , pihak maskapai menunda keberangkatannya menjadi pukul 11:50 WIB, Setelah pukul 11:50 tak ada pemberitahuan dan penumpang dibiarkan. Konfirm ke pihak maskapai katanya berangkat pukul 12:20, 12:35 hingga akhirnya penumpang marah dan mau memblokade gate 6 Bandara International Kuala Namu. Akhirnya penumpang di terbangkan pukul 13:30 tanpa ada diberi apapun. Bus yg membawa penumpang pun tadi tidak tahu pesawat mana yang harus di tuju. Begitulah Cerita Rahmadi sambil kesal dan mengirimkan video snapgram/story nya kepada MedanTalk Laporan video ini di kirim ke LINE @medantalk oleh Rahmadi Hidayat SW Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama

Penerbangan Wings Air IW1216 tgl: 28 Juni 2017 jam 10.10WIB KNO-AEG Medan menuju Aek Godang / Padangsidimpuan delay selama 3 jam lebih membuat penumpang kecewa dan marah hampir blokir Gate penerbangan Bandara Kuala Namu.
Hal ini terjadi Karena tidak ada pemberitahuan yang baik dari maskapai kepada penumpang.
Salah satu penumpang Rahmadi Hidayat SW menjelaskan kondisi Lapangan sebagai Berikut:
Awalnya penerbangan pukul 10:10wib, Begitu check-in, secara sepihak , pihak maskapai menunda keberangkatannya menjadi pukul 11:50 WIB, Setelah pukul 11:50 tak ada pemberitahuan dan penumpang dibiarkan. Konfirm ke pihak maskapai katanya berangkat pukul 12:20, 12:35 hingga akhirnya penumpang marah dan mau memblokade gate 6 Bandara International Kuala Namu. Akhirnya penumpang di terbangkan pukul 13:30 tanpa ada diberi apapun. Bus yg membawa penumpang pun tadi tidak tahu pesawat mana yang harus di tuju. Begitulah Cerita Rahmadi sambil kesal dan mengirimkan video snapgram/story nya kepada MedanTalk
Laporan video ini di kirim ke LINE @medantalk oleh Rahmadi Hidayat SW
Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama