Ketika anda terbangun di tengah malam dengan gejala yang mungkin mengkhawatirkan seperti demam tinggi atau sakit kepala parah, Anda mungkin tidak tahu apakah harus segera ke UGD atau tidak. Saat itu, Anda mungkin merasa sanggup untuk mengatasinya dan menunggu hingga pagi untuk periksa ke dokter. Di sini, dokter gawat darurat Ryan Stanton menjelaskan kondisi darurat yang harus Anda ketahui. 1. Sakit kepala Tiga jenis sakit kepala yang tidak berbahaya seperti tegang, migrain dan sakit kepala klaster (sakit kepala berat yang kambuh selama beberapa minggu dan sakit terbatas pada satu sisi kepala). . Jika ke UGD jika rasa sakit intens dan tiba-tiba seperti disambar petir atau kepala dipukul dengan palu. Sakit kepala juga mengkhawatirkan jika disertai demam, nyeri leher atau kekakuan dan ruam yang bisa menandakan gejala meningitis. . 2. Sakit perut Rasa sakit disebabkan oleh sejumlah faktor dari gas atau otot yang ditarik hingga ke flu perut. Bisa juga kondisi yang lebih serius seperti radang usus buntu atau infeksi saluran kemih. . 3. Sakit dada Jika Anda mengalami nyeri dada bersamaan dengan sesak napas, berkeringat atau nyeri yang menyebar ke leher, rahang dan lengan, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung. . 4. Infeksi Sebagian besar infeksi adalah virus yang berarti mereka tidak akan menanggapi antibiotik dan dapat dirawat di rumah. Infeksi yang lebih parah adalah sepsis, pneumonia, meningitis dan infeksi pada orang yang memiliki sistem kekebalan lemah. . 5. Muntah Muntah adalah gejala umum yang dapat disebabkan berbagai kondisi tapi paling sering adalah flu perut atau keracunan makanan. Muntah adalah dehidrasi yang jika tidak ditangani baik akan membahayakan. . 6. Demam Ini sebenarnya tanda tubuh Anda merespon infeksi. . 7. Kehilangan fungsi Mati rasa pada kaki, otot wajah kendur, kehilangan kontrol usus, jika bagian atau fungsi tubuh tertentu berhenti bekerja tiba-tiba, cari rumah sakit terdekat

Ketika anda terbangun di tengah malam dengan gejala yang mungkin mengkhawatirkan seperti demam tinggi atau sakit kepala parah, Anda mungkin tidak tahu apakah harus segera ke UGD atau tidak.

Saat itu, Anda mungkin merasa sanggup untuk mengatasinya dan menunggu hingga pagi untuk periksa ke dokter. Di sini, dokter gawat darurat Ryan Stanton menjelaskan kondisi darurat yang harus Anda ketahui.

1. Sakit kepala
Tiga jenis sakit kepala yang tidak berbahaya seperti tegang, migrain dan sakit kepala klaster (sakit kepala berat yang kambuh selama beberapa minggu dan sakit terbatas pada satu sisi kepala).
.
Jika ke UGD jika rasa sakit intens dan tiba-tiba seperti disambar petir atau kepala dipukul dengan palu. Sakit kepala juga mengkhawatirkan jika disertai demam, nyeri leher atau kekakuan dan ruam yang bisa menandakan gejala meningitis.
.
2. Sakit perut
Rasa sakit disebabkan oleh sejumlah faktor dari gas atau otot yang ditarik hingga ke flu perut. Bisa juga kondisi yang lebih serius seperti radang usus buntu atau infeksi saluran kemih.
.
3. Sakit dada
Jika Anda mengalami nyeri dada bersamaan dengan sesak napas, berkeringat atau nyeri yang menyebar ke leher, rahang dan lengan, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung.
.
4. Infeksi
Sebagian besar infeksi adalah virus yang berarti mereka tidak akan menanggapi antibiotik dan dapat dirawat di rumah. Infeksi yang lebih parah adalah sepsis, pneumonia, meningitis dan infeksi pada orang yang memiliki sistem kekebalan lemah.
.
5. Muntah
Muntah adalah gejala umum yang dapat disebabkan berbagai kondisi tapi paling sering adalah flu perut atau keracunan makanan. Muntah adalah dehidrasi yang jika tidak ditangani baik akan membahayakan.
.
6. Demam
Ini sebenarnya tanda tubuh Anda merespon infeksi.
.
7. Kehilangan fungsi
Mati rasa pada kaki, otot wajah kendur, kehilangan kontrol usus, jika bagian atau fungsi tubuh tertentu berhenti bekerja tiba-tiba, cari rumah sakit terdekat

Cacing Pita 2.86m : Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (Sumut) menemukan suatu spesies cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter. Cacing pita itu keluar dari dalam tubuh manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. “Penemuan bermula saat pasien asal Negeri Dolok Kabupaten Simalungun datang ke klinik mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Atas keluhan itu, lantas diperiksa serta mengunjungi lokasi tempat tinggal pasien,” kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Umar Zein, Kamis 19 Oktober 2017. Setelah dilakukan survei epidemiologi dan observasi, ternyata pasien menderita penyakit Taenisiasi, parahnya, tak hanya seorang pasien, tapi ada 29 orang menderita penyakit tersebut. Kemudian timnya memberikan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien. Tak lama setelah itu, dari salah seorang pasien keluar cacing sepanjang 2,86 meter dari anus korban. “Taeniasis merupakan salah satu penyakit terabaikan. Penderitanya biasanya mengeluhkan sakit perut berkepanjangan dan lemas. Taenisiasi menjadi masalah di dunia yang belum terpecahkan karena berhubungan dengan perilaku serta gaya hidup manusia,” ucap Umar Zein. Menurut Umar Zein, penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak maupun yang tidak sempurna dimasak. “Kita selalu menganggap penyakit cacing pita ini sepele. Padahal penyakit ini sangat mengganggu,” ujar mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini. “Ini sangat baru dan menjadi penemuan bahwasanya di Simalungun dijumpai penyakit cacing pita. Bisa saja di Sumut penyakit ini meningkat. Karena menyangkut penularan dari daging hewan, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Selain itu langkah yang ditempuh melakukan penyediaan obat-obatan bagi pasien,” bebernya. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram Sumber: http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/JKRl7L3b-universitas-islam-sumut-temukan-cacing-pita-2-86-meter?utm_source=line&utm_medium=line

Cacing Pita 2.86m : Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (Sumut) menemukan suatu spesies cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter. Cacing pita itu keluar dari dalam tubuh manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. “Penemuan bermula saat pasien asal Negeri Dolok Kabupaten Simalungun datang ke klinik mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Atas keluhan itu, lantas diperiksa serta mengunjungi lokasi tempat tinggal pasien,” kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Umar Zein, Kamis 19 Oktober 2017.

Setelah dilakukan survei epidemiologi dan observasi, ternyata pasien menderita penyakit Taenisiasi, parahnya, tak hanya seorang pasien, tapi ada 29 orang menderita penyakit tersebut. Kemudian timnya memberikan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien. Tak lama setelah itu, dari salah seorang pasien keluar cacing sepanjang 2,86 meter dari anus korban. “Taeniasis merupakan salah satu penyakit terabaikan. Penderitanya biasanya mengeluhkan sakit perut berkepanjangan dan lemas. Taenisiasi menjadi masalah di dunia yang belum terpecahkan karena berhubungan dengan perilaku serta gaya hidup manusia,” ucap Umar Zein.

Menurut Umar Zein, penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak maupun yang tidak sempurna dimasak. “Kita selalu menganggap penyakit cacing pita ini sepele. Padahal penyakit ini sangat mengganggu,” ujar mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini. “Ini sangat baru dan menjadi penemuan bahwasanya di Simalungun dijumpai penyakit cacing pita. Bisa saja di Sumut penyakit ini meningkat. Karena menyangkut penularan dari daging hewan, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Selain itu langkah yang ditempuh melakukan penyediaan obat-obatan bagi pasien,” bebernya.

Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram
Sumber: http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/JKRl7L3b-universitas-islam-sumut-temukan-cacing-pita-2-86-meter?utm_source=line&utm_medium=line