Rencannya lokasi pasar baru pengganti Pasar Aksara akan dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter. Letaknya tidak jauh dari eks Pasar Aksara, yakni di belakang Pos Lantas Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang. . Sekretaris Dinas Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Benny Iskandar mengklaim pihaknya sudah mendapat izin penetapan lokasi dari Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan. . Namun, begitu dia belum bisa memastikan apakah lahan yang masuk wilayah Deliserdang itu dialihkan menjadi wilayah Kota Medan. . “Pemkab Deliserdang memang tidak ada janjikan pemberian lahan tersebut, hanya Bupati memberikan persetujuan di wilayahnya akan dibangun pasar pengganti Aksara. Kalau itu dialihkan menjadi wilayah Medan butuh proses, mengingat hal itu harus mendapat persetujuan dari DPRD dan juga Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya, di Medan, Selasa (3/7/2018). . Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Medan mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 110 miliar kepada Kementrian Perdagangan pada Mei 2018 untuk membangun pengganti Pasar Aksara yang terbakar beberapa waktu lalu. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/07/03/42546/pasar_baru_pengganti_aksara_dibangun_di_belakang_poslantas_percut_seituan/

Rencannya lokasi pasar baru pengganti Pasar Aksara akan dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter. Letaknya tidak jauh dari eks Pasar Aksara, yakni di belakang Pos Lantas Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
.
Sekretaris Dinas Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Benny Iskandar mengklaim pihaknya sudah mendapat izin penetapan lokasi dari Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan.
.
Namun, begitu dia belum bisa memastikan apakah lahan yang masuk wilayah Deliserdang itu dialihkan menjadi wilayah Kota Medan.
.
“Pemkab Deliserdang memang tidak ada janjikan pemberian lahan tersebut, hanya Bupati memberikan persetujuan di wilayahnya akan dibangun pasar pengganti Aksara. Kalau itu dialihkan menjadi wilayah Medan butuh proses, mengingat hal itu harus mendapat persetujuan dari DPRD dan juga Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya, di Medan, Selasa (3/7/2018).
.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Medan mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 110 miliar kepada Kementrian Perdagangan pada Mei 2018 untuk membangun pengganti Pasar Aksara yang terbakar beberapa waktu lalu.
.
Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/07/03/42546/pasar_baru_pengganti_aksara_dibangun_di_belakang_poslantas_percut_seituan/

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut. Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau. Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang. Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju. . “Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017. Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang. . “Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot. Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap. . “Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.” . 📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan

Melebihi Kapasitas, 90 Napi di Medan Dipindahkan

Rumah tahanan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memindahkan 90 orang narapidananya ke rutan dan lapas lainnya di Sumut.

Pemindahan itu menyusul kondisi rutan yang melebihi kapasitas, dan dikhawatirkan bisa terjadi kejadian seperti di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau.

Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang mengatakan, 90 napi itu, dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan 30 orang. Kemudian Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang.

Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan pemindahan narapidana dan selama proses perjalanan menuju lapas yang dituju.
.
“Untuk menindaklanjuti perintah Menkumham dalam rangka menanggulangi overkapasitas Rutan Kelas IA Medan melakukan pemindahan napi ke rutan dan lapas di Sumut yang masih mau menerima napi walaupun sudah sama-sama mengalami over kapaitas,” kata Nimrot kepada VIVA.co.id, Sabtu sore, 13 Mei 2017.

Nimrot menjelaskan, setelah dilakukan pemindahan 90 napi. Kini, jumlah tahanan yang menghuni Rutan Tanjung Gusta Medan, berjumlah 3.696 orang. Meskipun diakuinya, jumlah tersebut masih tetap over kapasitas, karena rutan tersebut seharusnya hanya bisa dihuni 1.281 orang.
.
“Rutan ini dihuni oleh tahanan dan narapidana dari berbagai kasus mulai dari tipikor, narkoba dan kriminal umum,” ujar Nimrot.

Dia menambahkan, pengiriman napi ke lapas dan rutan di Sumut dilakukan pada Jum’at malam, 12 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB. Pemindahan napi dengan pengawalan ketat puluhan personel polisi bersenjata lengkap.
.
“Pengiriman napi ke lapas dan rutan lain seharusnya masih tetap dilaksanakan, namun saat ini berhenti dikarenakan semua lapas dan rutan di Sumut telah over kapasitas selain itu jumlah petugas yang tidak sebanding.”
.
📃 : http://m.viva.co.id/berita/nasional/914950-melebihi-kapasitas-90-napi-di-medan-dipindahkan