Sebenarnya Pemko Medan telah menggunakan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Jalan Marelan Raya, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Hanya saja belum dilakukan sepenuhnya, sebab sebagian lagi pengelolaan yang dilakukan masih menggunakan sistem open dumping. . Namun yang dinilai Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI justru pengelolaan  yang menggunakan sistem open dumping sehingga nilai yang diperoleh Pemko Medan sangat rendah. . “Penilaian Adipura ada beberapa kriteria, salah satunya menyangkut pengelolaan TPA yang termasuk faktor utama sehingga memiliki bobot nilai 60%. Lantaran kita masih menggunakan sistem open dumping di TPA Terjun, Kota Medan pun mendapat nilai rendah. . Jadi bukan kota terkotor seperti yang diberitakan sejumlah media usai penyerahan Piala Adipura oleh Wapres Jusuf Kalla di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/2019),” kata Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar dalam acara Sapa Pagi yang ditayangkan Kompas TV live dari TPA Terjun, Rabu (16/1/2019). . Oleh karenanya pasca penilaian ini, Wakil Wali Kota mengatakan Pemko Medan akan melakukan pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill, termasuk juga di TPA Namo Bintang yang akan dioperasikan dalam waktu dekat. Selain akan menjadi lebih baik, Wali Kota juga optimis delivery sampah mulai dari hulu (rumah warga) sampai hilir (TPA) akan berjalan lebih lancar dan cepat dibandingkan yang selama ini dilakukan. . Mantan anggota DPRD Medan itu mengungkapkan, selama ini delivery sampahdari hulu sampai hilir memakan waktu sekitar 5 jam dengan perincian 2 jam truk sampahmengangkut sampah dari rumah warga, 2 jam perjalan menuju TPA dan 1 jam menunggu giliran untuk melakukan pembuangan. . “Apabila TPA Namo Bintang sudah dioperasikan, maka sampah yang berasal dari kawasan sekitarnya tidak perlu lagi dibuang ke TPA Terjun, langsung dibuang saja ke TPA Namo Bintang. Artinya, kita ingin mempersingkat waktu pembuangan sehingga delivery sampah bisa lebih efektif dan cepat lagi,” ungkapnya. . Sumber : https://amp/medan.tribunnews.com/amp/2019/01/17

Sebenarnya Pemko Medan telah menggunakan sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Jalan Marelan Raya, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Hanya saja belum dilakukan sepenuhnya, sebab sebagian lagi pengelolaan yang dilakukan masih menggunakan sistem open dumping.
.
Namun yang dinilai Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI justru pengelolaan  yang menggunakan sistem open dumping sehingga nilai yang diperoleh Pemko Medan sangat rendah.
.
“Penilaian Adipura ada beberapa kriteria, salah satunya menyangkut pengelolaan TPA yang termasuk faktor utama sehingga memiliki bobot nilai 60%. Lantaran kita masih menggunakan sistem open dumping di TPA Terjun, Kota Medan pun mendapat nilai rendah.
.
Jadi bukan kota terkotor seperti yang diberitakan sejumlah media usai penyerahan Piala Adipura oleh Wapres Jusuf Kalla di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/2019),” kata Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar dalam acara Sapa Pagi yang ditayangkan Kompas TV live dari TPA Terjun, Rabu (16/1/2019).
.
Oleh karenanya pasca penilaian ini, Wakil Wali Kota mengatakan Pemko Medan akan melakukan pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill, termasuk juga di TPA Namo Bintang yang akan dioperasikan dalam waktu dekat.
Selain akan menjadi lebih baik, Wali Kota juga optimis delivery sampah mulai dari hulu (rumah warga) sampai hilir (TPA) akan berjalan lebih lancar dan cepat dibandingkan yang selama ini dilakukan.
.
Mantan anggota DPRD Medan itu mengungkapkan, selama ini delivery sampahdari hulu sampai hilir memakan waktu sekitar 5 jam dengan perincian 2 jam truk sampahmengangkut sampah dari rumah warga, 2 jam perjalan menuju TPA dan 1 jam menunggu giliran untuk melakukan pembuangan.
.
“Apabila TPA Namo Bintang sudah dioperasikan, maka sampah yang berasal dari kawasan sekitarnya tidak perlu lagi dibuang ke TPA Terjun, langsung dibuang saja ke TPA Namo Bintang. Artinya, kita ingin mempersingkat waktu pembuangan sehingga delivery sampah bisa lebih efektif dan cepat lagi,” ungkapnya.
.
Sumber : https://amp/medan.tribunnews.com/amp/2019/01/17

Hasil survei dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dihimpun Antara di Jakarta, Senin, menunjukkan bahwa produksi sampah di beberapa kota besar di Indonesia mampu menghasilkan listrik sebesar 2.000 megawatt. . Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Andriah Febby Misna menyatakan, hasil survei yang dilakukan Pemerintah, terdapat sekitar 15 kota yang memiliki sampah dengan jumlah besar, di antaranya DKI Jakarta dengan potensi sampah yang mencapai 7.000 ton per hari, disusul Surabaya, Bandung, dan Bekasi. . Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut diperkirakan mampu menghasilkan potensi energi listrik sekitar 2.000 MW.  Pemerintah menargetkan pembangunan PLTSa di 12 kota, yakni DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, Manado dan Bali. . “Kami sadari sampah mempunyai potensi energi biomassa yang dapat dikonversi menjadi energi listrik, tetapi juga tidak tertutup peluang untuk bisa dimanfaatkan menjadi biofuel,” ujar Andriah. . Inisiatif sejumlah pemerintah daerah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), dinilai merupakan langkah jitu sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah sampah, terutama sampah plastik. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung program kelistrikan nasional. Sejumlah pemda yang sudah berkomitmen membangun pembangkit listrik berbahan baku sampah tersebut, diantaranya adalah Kota Semarang, Denpasar, Tangerang, Tangerang Selatan, dan sejumlah kota besar lainnya. . Progress paling cepat adalah yang dilakukan Pemkot Semarang, yang menargetkan PLTSa Jatibarang dapat beroperasi pada April tahun ini. . PLTSa tersebut direncanakan akan memproduksi arus listrik sebesar 1,3 megawatt, dengan menggunakan teknologi insinerator dan landfill gas (LFG), yang saling terintegrasi. . “Teknologi insinerator bisa mengurangi sampah secara signifikan karena mampu mereduksi hingga 90 persen. Jadi, hanya akan tersisa residu sampah 10 persen,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Muthohar. . Sumber : www.antaranews.com

Hasil survei dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dihimpun Antara di Jakarta, Senin, menunjukkan bahwa produksi sampah di beberapa kota besar di Indonesia mampu menghasilkan listrik sebesar 2.000 megawatt. .
Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Andriah Febby Misna menyatakan, hasil survei yang dilakukan Pemerintah, terdapat sekitar 15 kota yang memiliki sampah dengan jumlah besar, di antaranya DKI Jakarta dengan potensi sampah yang mencapai 7.000 ton per hari, disusul Surabaya, Bandung, dan Bekasi. .
Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut diperkirakan mampu menghasilkan potensi energi listrik sekitar 2.000 MW. 
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTSa di 12 kota, yakni DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, Manado dan Bali. .
“Kami sadari sampah mempunyai potensi energi biomassa yang dapat dikonversi menjadi energi listrik, tetapi juga tidak tertutup peluang untuk bisa dimanfaatkan menjadi biofuel,” ujar Andriah.
.
Inisiatif sejumlah pemerintah daerah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), dinilai merupakan langkah jitu sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah sampah, terutama sampah plastik. Inisiatif tersebut sekaligus mendukung program kelistrikan nasional.

Sejumlah pemda yang sudah berkomitmen membangun pembangkit listrik berbahan baku sampah tersebut, diantaranya adalah Kota Semarang, Denpasar, Tangerang, Tangerang Selatan, dan sejumlah kota besar lainnya.
.
Progress paling cepat adalah yang dilakukan Pemkot Semarang, yang menargetkan PLTSa Jatibarang dapat beroperasi pada April tahun ini. .
PLTSa tersebut direncanakan akan memproduksi arus listrik sebesar 1,3 megawatt, dengan menggunakan teknologi insinerator dan landfill gas (LFG), yang saling terintegrasi.
.
“Teknologi insinerator bisa mengurangi sampah secara signifikan karena mampu mereduksi hingga 90 persen. Jadi, hanya akan tersisa residu sampah 10 persen,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Muthohar.
.
Sumber : www.antaranews.com

Penemuan mayat bayi didalam tempat sampah terjadi di Jalan Iskandar Muda Baru, Medan hari ini Kamis 10/01/2018 Munurut informasi, mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu pertama kali ditemukan pemulung yang sedang mencari barang bekas diseputaran lokasi sekitar pukul 09.00 Wib, saat pemulung tersebut mengambil plastik dan membukanya, ia melihat plastik itu berisi 2 pasang sepatu bekas, keset kaki dan satu kotak sepatu. Saat kotak dibuka, di dalamnya ada bayi berlumuran darah, tidak bergerak. Tali pusarnya juga masih menempel dan langsung menginformasikan pada warga sekitar. . Video kiriman melalui line @medantalk

Penemuan mayat bayi didalam tempat sampah terjadi di Jalan Iskandar Muda Baru, Medan hari ini Kamis 10/01/2018
Munurut informasi, mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu pertama kali ditemukan pemulung yang sedang mencari barang bekas diseputaran lokasi sekitar pukul 09.00 Wib, saat pemulung tersebut mengambil plastik dan membukanya, ia melihat plastik itu berisi 2 pasang sepatu bekas, keset kaki dan satu kotak sepatu. Saat kotak dibuka, di dalamnya ada bayi berlumuran darah, tidak bergerak. Tali pusarnya juga masih menempel dan langsung menginformasikan pada warga sekitar.
.
Video kiriman melalui line @medantalk

Buang Sampah Sembarangan, Ali Langsung Bayar Denda Rp 20 Juta . Pengadilan Negeri (PN) Jambi menjatuhkan hukuman denda Rp 20 juta kepada Ali Johan Slamet. Ali langsung memilih membayar denda daripada dipenjara 45 hari. . Kasus bermula saat Ali membuang sampah dahan kelapa pada Sabtu (5/1) di luar jam yang diatur. Dia membuang di TPS di kawasan Kecamatan Jelutung Kota Jambi. Ia membuang dengan mobil pikap. Saat sedang membuang, kepergok satpol PP. Lalu diamankan dan diproses menggunakan hukum acara tindak pidana ringan. . “Menjatuhkan pidana denda Rp 20 juta,” kata hakim tunggal Moraelam Purba dalam sidang pada Selasa (9/1) kemarin. . Mendapati putusan itu, Ali menerima dan langsung membayar usai sidang. Ali memilih membahar Rp 20 juta daripada masuk penjara selama 45 hari. . Mendapati hal itu, Kasat pol PP Kota Jambi, Yan Ismar mengapresiasi putusan PN Jambi. . “Kalau menurut Perda yang ada, jika melakukan pelanggaran dari aturan membuang sampah bisa dikenakan denda sampai Rp 50 juta. Tetapi hakim memutuskan Rp 20 juta, dan kita tidak bisa meintervensikan hakim. Kita harap dengan dilakukan sidang dan dendanya cukup besar mampu membuat kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tepatnya yang telah diatur oleh Perda,” ujar Yan. . Ali dinilai peraturan daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah. Pelaku ketangkap tangan oleh petugas karena membuang sampah di lokasi yang dilarang dan membuang sampah pada waktu siang hari . “Ketika kita amankan, pelaku itu sempat memungut kembali sampah yang telah dibuangnya itu, namun kita sudah melihatnya dan pelaku itu juga sudah salah membuang sampah pada jam siang hari. Aturan buang sampah itukan jam 18.00 sore sampai jam 06.00 pagi, bukan di siang hari. Tempat pelaku membuang sampah itu juga bukan pada tempatnya,” kata Yan. . Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4377012/buang-sampah-sembarangan-ali-langsung-bayar-denda-rp-20-juta

Buang Sampah Sembarangan, Ali Langsung Bayar Denda Rp 20 Juta
.
Pengadilan Negeri (PN) Jambi menjatuhkan hukuman denda Rp 20 juta kepada Ali Johan Slamet. Ali langsung memilih membayar denda daripada dipenjara 45 hari.
.
Kasus bermula saat Ali membuang sampah dahan kelapa pada Sabtu (5/1) di luar jam yang diatur. Dia membuang di TPS di kawasan Kecamatan Jelutung Kota Jambi. Ia membuang dengan mobil pikap. Saat sedang membuang, kepergok satpol PP. Lalu diamankan dan diproses menggunakan hukum acara tindak pidana ringan.
.
“Menjatuhkan pidana denda Rp 20 juta,” kata hakim tunggal Moraelam Purba dalam sidang pada Selasa (9/1) kemarin.
.
Mendapati putusan itu, Ali menerima dan langsung membayar usai sidang. Ali memilih membahar Rp 20 juta daripada masuk penjara selama 45 hari.
.
Mendapati hal itu, Kasat pol PP Kota Jambi, Yan Ismar mengapresiasi putusan PN Jambi.
.
“Kalau menurut Perda yang ada, jika melakukan pelanggaran dari aturan membuang sampah bisa dikenakan denda sampai Rp 50 juta. Tetapi hakim memutuskan Rp 20 juta, dan kita tidak bisa meintervensikan hakim. Kita harap dengan dilakukan sidang dan dendanya cukup besar mampu membuat kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tepatnya yang telah diatur oleh Perda,” ujar Yan.
.
Ali dinilai peraturan daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah. Pelaku ketangkap tangan oleh petugas karena membuang sampah di lokasi yang dilarang dan membuang sampah pada waktu siang hari
.
“Ketika kita amankan, pelaku itu sempat memungut kembali sampah yang telah dibuangnya itu, namun kita sudah melihatnya dan pelaku itu juga sudah salah membuang sampah pada jam siang hari. Aturan buang sampah itukan jam 18.00 sore sampai jam 06.00 pagi, bukan di siang hari. Tempat pelaku membuang sampah itu juga bukan pada tempatnya,” kata Yan.
.
Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4377012/buang-sampah-sembarangan-ali-langsung-bayar-denda-rp-20-juta

Pencuri tong sampah buangkan sampah dijalan. . Menurut pengirim video, kejadian tong sampah hilang dirumahnya sudah berulang kali. Dari putaran rekaman CCTV terlihat seorang ibu yang di antar dua orang lainnya dengan becak barang mengambil tong sampah dari rumah pemilik dan buangkan sampahnya dijalan. Rekaman CCTV pada jam 10.24 WIB 19 Jun 2018 kejadian di jln Gatot Subroto Medan Apakah ada yang juga mengalami hal yang sama? Tong sampah rumah dicuri? . Laporan video dikirim oleh Vin_Motret ke LINE . •• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medanku untuk di sharing bersama •• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner •• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Berita Medan Follow @medantalk ••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Pencuri tong sampah buangkan sampah dijalan.
.
Menurut pengirim video, kejadian tong sampah hilang dirumahnya sudah berulang kali. Dari putaran rekaman CCTV terlihat seorang ibu yang di antar dua orang lainnya dengan becak barang mengambil tong sampah dari rumah pemilik dan buangkan sampahnya dijalan.
Rekaman CCTV pada jam 10.24 WIB 19 Jun 2018 kejadian di jln Gatot Subroto Medan
Apakah ada yang juga mengalami hal yang sama? Tong sampah rumah dicuri?
.
Laporan video dikirim oleh Vin_Motret ke LINE
.
•• Jangan lupa Like, comment pendapat anda, share post ini dan mention kawan kawan anda
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medanku untuk di sharing bersama
•• Follow @MakanTalk untuk info wisata kuliner
•• Follow @OtomTalk untuk video otomotif lainnya
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Berita Medan Follow @medantalk
••Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Mayat seorang bayi ditemukan di daerah Patumbak Medan, bayi yang terlihat baru dilahirkan ini buang di tumpukan sampah didekat perumahan anugerah Patumbak sore ini sekitar pikul 16.00 wib. . Pencari barang bekas atau botot menemukan bayi ini dibungkus plasting berwarna hitam dan berbau busuk. . Video kiriman @derry_akruf dan @mas_hans03 Melalui Line @medantalk . Like – Comment – Share •• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. •• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk •• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk •• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku •• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Mayat seorang bayi ditemukan di daerah Patumbak Medan, bayi yang terlihat baru dilahirkan ini buang di tumpukan sampah didekat perumahan anugerah Patumbak sore ini sekitar pikul 16.00 wib.
.
Pencari barang bekas atau botot menemukan bayi ini dibungkus plasting berwarna hitam dan berbau busuk.
.
Video kiriman @derry_akruf dan @mas_hans03 Melalui Line @medantalk
.
Like – Comment – Share
•• Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama.
•• Untuk informasi Automotif lainnya Follow @OtomTalk
•• Mau cari rumah? Inspirasi design? Follow @RumahTalk
•• Untuk Medan Punya Cerita Follow @medanku
•• Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi menyebut, sepanjang 2017 jumlah sampah di Sumut mencapai 2.416.645 ton. . “Untuk Kota Medan sampahnya sepanjang 2017 sebanyak 504.977,2 ton,” kata Tengku Erry saat acara pembukaan Hari Bumi di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (22/4/2018). . Kata dia, sebagian sampah dikelola melalui prinsip 3 R, yakni resude (mengurangi), recycle (daur ulang) serta reuse (menggunakan kembali). . “Sebagian sampah memang tidak bisa dikelola dengan baik karena tingkat kesadaran masyarakat yang rendah, banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan ke tempat yang dilarang lainnya,” sebutnya. . Oleh karena itu, momentum Hari Bumi bisa menjadi refleksi untuk bisa melakukan perubahan perilaku untuk menahan diri dari perilaku yang tidak baik. . Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/04/22/33725/hari_bumi_sampah_di_sumut_2_4_juta_ton/

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi menyebut, sepanjang 2017 jumlah sampah di Sumut mencapai 2.416.645 ton.
.
“Untuk Kota Medan sampahnya sepanjang 2017 sebanyak 504.977,2 ton,” kata Tengku Erry saat acara pembukaan Hari Bumi di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (22/4/2018).
.
Kata dia, sebagian sampah dikelola melalui prinsip 3 R, yakni resude (mengurangi), recycle (daur ulang) serta reuse (menggunakan kembali).
.
“Sebagian sampah memang tidak bisa dikelola dengan baik karena tingkat kesadaran masyarakat yang rendah, banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan ke tempat yang dilarang lainnya,” sebutnya.
.
Oleh karena itu, momentum Hari Bumi bisa menjadi refleksi untuk bisa melakukan perubahan perilaku untuk menahan diri dari perilaku yang tidak baik.
.
Sumber :
http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2018/04/22/33725/hari_bumi_sampah_di_sumut_2_4_juta_ton/

@kepul.id Kepul Project adalah inisisasi dari anak-anak muda Kota Medan alumni Universitas Sumatera Utara, dengan visi untuk menjadikan bumi ini sebagai tempat layak huni yang merupakan titipan amanah bagi generasi berikutnya. Dengan misi untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berprofesi sebagai pengepul sampah/barang tidak terpakai, bantu kami dengan cara mendukung Kepul Project dengan mengakses halaman web www.kepul.co Jual sampah/barang tidak terpakai di rumah/kantor Anda seperti plastik, kertas, logam, dll. Kami akan mengambil barang Anda dengan senang hati dan membelinya dengan harga yang disepakati bersama. Instagram: @kepul.id Untuk awal rilis, wilayah Medan dulu ya😊 Doain ya kawan2 semoga berjalan lancar, biar bisa seluruh Indonesia

@kepul.id

Kepul Project adalah inisisasi dari anak-anak muda Kota Medan alumni Universitas Sumatera Utara, dengan visi untuk menjadikan bumi ini sebagai tempat layak huni yang merupakan titipan amanah bagi generasi berikutnya.
Dengan misi untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berprofesi sebagai pengepul sampah/barang tidak terpakai, bantu kami dengan cara mendukung Kepul Project dengan mengakses halaman web www.kepul.co

Jual sampah/barang tidak terpakai di rumah/kantor Anda seperti plastik, kertas, logam, dll. Kami akan mengambil barang Anda dengan senang hati dan membelinya dengan harga yang disepakati bersama.

Instagram: @kepul.id
Untuk awal rilis, wilayah Medan dulu ya😊
Doain ya kawan2 semoga berjalan lancar, biar bisa seluruh Indonesia

Hati hati membakar sampah, jangan sampai menyebar tidak terkendali. Cerita dari pengirim video, “ada orang bakar sampah sama ada ban yang bercecer di lahan kosong, untuk membersihkan sampah, tapi karena terlalu banyak rumput kering liar, maka api cepat menyebar dan semakin lama semakin besar api nya dan asap makin tebal yang menarik perhatian warga dan kendaraan yang melintas mengakibatkan lalu lintas padat macet. Kejadian di jl. Gatot subroto km 5.5 samping RRI sekitar 15.10 WIB 12 Mar 2018. Selalu berhati hati saat membakar sampah. Jangan sampai tidak terkendali. Laporan video dikirim oleh @winston_limford @dimazeternity ke @medantalk . Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Hati hati membakar sampah, jangan sampai menyebar tidak terkendali.
Cerita dari pengirim video, “ada orang bakar sampah sama ada ban yang bercecer di lahan kosong, untuk membersihkan sampah, tapi karena terlalu banyak rumput kering liar, maka api cepat menyebar dan semakin lama semakin besar api nya dan asap makin tebal yang menarik perhatian warga dan kendaraan yang melintas mengakibatkan lalu lintas padat macet. Kejadian di jl. Gatot subroto km 5.5 samping RRI sekitar 15.10 WIB 12 Mar 2018.
Selalu berhati hati saat membakar sampah. Jangan sampai tidak terkendali.
Laporan video dikirim oleh @winston_limford @dimazeternity ke @medantalk
.
Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan.
Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Jangan Dicontoh! Seorang terlihat membuang sampah sampah dari goni dan plastik ke sungai. Menurut pengirim video tepat nya pukul 06.30 WIB minggu pagi tanggal 11 Mar 2018, selepas jogging berliau melihat seorang warga membuang sampah ke sungai, alamatnya di Desa sena perbatesan dengan tembung. Harap jangan dicontoh. Laporan video dikirim oleh Dito Y Nugroho ke LINE @medantalk . Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan. Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Jangan Dicontoh! Seorang terlihat membuang sampah sampah dari goni dan plastik ke sungai.
Menurut pengirim video tepat nya pukul 06.30 WIB minggu pagi tanggal 11 Mar 2018, selepas jogging berliau melihat seorang warga membuang sampah ke sungai, alamatnya di Desa sena perbatesan dengan tembung.
Harap jangan dicontoh.
Laporan video dikirim oleh Dito Y Nugroho ke LINE @medantalk
.
Punya foto/video yang anda ingin berbagi? Silakan LINE ke @medantalk untuk di sharing bersama. Follow @medanku untuk hal – hal unik dan menarik di Medan.
Bingung Cari Kerja atau Cari karyawan? Cek info Lowongan Kerja. Follow @KarirGram

Kalau timbunan sampah menjadi masalah di negara-negara berkembang, Swedia justru menganggap limbah sebagai berkah. Di saat negara lain -termasuk Indonesia- pusing mengatasi masalah sampah yang menggunung, Swedia justru menginginkan sampah. Sejak beberapa tahun terakhir negara itu telah mengimpor 700 ribu ton sampah dari negara lain termasuk negara-negara Eropa seperti Inggris. Swedia punya sistem pengolahan sampah yang canggih. Dilansir The Huffington Post, Swedia menerapkan manajamen sampah dengan konsep waste-to-energy (WTE). Di sini limbah rumah tangga diolah lewat proses pembakaran. Uap panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran ini lalu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Kemudian listrik didistribusikan ke rumah-rumah di seluruh negeri. Pembangkit listrik berbahan bakar sampah ini telah memasok kebutuhan panas bagi 950.000 rumah tangga dan memenuhi kebutuhan listrik bagi 260.000 rumah tangga di seluruh Swedia

Kalau timbunan sampah menjadi masalah di negara-negara berkembang, Swedia justru menganggap limbah sebagai berkah. Di saat negara lain -termasuk Indonesia- pusing mengatasi masalah sampah yang menggunung, Swedia justru menginginkan sampah.

Sejak beberapa tahun terakhir negara itu telah mengimpor 700 ribu ton sampah dari negara lain termasuk negara-negara Eropa seperti Inggris.

Swedia punya sistem pengolahan sampah yang canggih. Dilansir The Huffington Post, Swedia menerapkan manajamen sampah dengan konsep waste-to-energy (WTE). Di sini limbah rumah tangga diolah lewat proses pembakaran. Uap panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran ini lalu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Kemudian listrik didistribusikan ke rumah-rumah di seluruh negeri.

Pembangkit listrik berbahan bakar sampah ini telah memasok kebutuhan panas bagi 950.000 rumah tangga dan memenuhi kebutuhan listrik bagi 260.000 rumah tangga di seluruh Swedia

Sampah yang berada di Jln. Sm Raja km. 5,5 perbatasan Kelurahan Siti Rejo II dan Kelurahan Harjosari I Kec. Medan Ampas menumpuk. Padahal biasanya jam delapan pagi sudah diangkut oleh mobil pengangkut sampah. Tumpukan itu pun menimbulkan bau busuk yang menyengat.(yu

Sampah yang berada di Jln. Sm Raja km. 5,5 perbatasan Kelurahan Siti Rejo II dan Kelurahan Harjosari I Kec. Medan Ampas menumpuk.

Padahal biasanya jam delapan pagi sudah diangkut oleh mobil pengangkut sampah. Tumpukan itu pun menimbulkan bau busuk yang menyengat.(yu