Sapi yang Dicuri Dipasangi GPS, Yoshep Ditangkap Polisi . Yosep Gessan Ulun (37), warga Kertapatih, Palembang, Sumsel, ditangkap polisi karena mencuri dua ekor sapi. Penangkapan dilakukan lewat petunjuk GPS yang terpasang di sapi. . “Pelaku Yoshep ditangkap oleh Polsek Gandus, karena mencuri hewan ternak. Sekarang penyidikan di Polsek,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi di Mapolda, Senin (1/4/2019). . Yoseph merupakan satu dari tiga pelaku kasus pencurian hewan ternak. Pencurian sapi sudah membuat resah warga sekitar sejak beberapa bulan terakhir. . “Saat pencurian ada tiga pelaku, tetapi baru Yoshep ini yang ditangkap. Pelaku juga terlibat dalam jaringan pembobol mesin ATM di Tanjung Lago,” sambung Supriadi. . Sementara itu, Yoshep yang ditemui usai rilis mengakui perbuatannya. . “Kami beraksi ada tiga orang, tapi yang mencuri di lapangan itu Jalil dan Yasid, aku hanya bawa mobil saja dan disuruh nunggu kalau sapinya selesai dipotong,” kata Yoshep. . Setelah sapi dipotong, Yoshep mengaku diminta membawa sapi dari perkebunan Gandus menuju bawah jembatan Musi IV Palembang. Di sana, sudah ada pembeli yang menunggu dan bakal memborong dua ekor sapi yang mereka curi. . “Waktu sampai di jembatan Musi IV itu aku lihat ada lampu kedap-kedip dekat tanduk. Aku bilang itu sapinya ada alat pendeteksi GPS dan dibungkus, semua langsung kaget,” kata Yoshep. . Jalil dan Yasid sempat membuka GPS dari tanduk sapi untuk dibuang ke arah sungai Musi. Sayang sang pemilik sapi dan polisi keburu datang, Minggu (17/3) sekitar pukul 20.00 WIB. . “Nggak lama pemilik sapi sama polisi datang nangkep, Jalil dan Yasid kabur. Aku mau kabur juga, tapi ingat mobil yang dipakai itu mobilku. Ya sudahlah ketangkap sendirian,” ujar Yoseph. . “Dari dua sapi yang kami curi itu, satu yang pakai GPS. Mungkin kalau nggak ada GPS nggak ketangkep, karena aku nggak ikut motong sama ngambil dari kebun ya nggak tau ada GPS nya, Jalil sama Yasid itu bodoh,” kata Yoshep. . Sumber : detik.com

Sapi yang Dicuri Dipasangi GPS, Yoshep Ditangkap Polisi
.
Yosep Gessan Ulun (37), warga Kertapatih, Palembang, Sumsel, ditangkap polisi karena mencuri dua ekor sapi. Penangkapan dilakukan lewat petunjuk GPS yang terpasang di sapi.
.
“Pelaku Yoshep ditangkap oleh Polsek Gandus, karena mencuri hewan ternak. Sekarang penyidikan di Polsek,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi di Mapolda, Senin (1/4/2019).
.
Yoseph merupakan satu dari tiga pelaku kasus pencurian hewan ternak. Pencurian sapi sudah membuat resah warga sekitar sejak beberapa bulan terakhir.
.
“Saat pencurian ada tiga pelaku, tetapi baru Yoshep ini yang ditangkap. Pelaku juga terlibat dalam jaringan pembobol mesin ATM di Tanjung Lago,” sambung Supriadi.
.
Sementara itu, Yoshep yang ditemui usai rilis mengakui perbuatannya. .
“Kami beraksi ada tiga orang, tapi yang mencuri di lapangan itu Jalil dan Yasid, aku hanya bawa mobil saja dan disuruh nunggu kalau sapinya selesai dipotong,” kata Yoshep.
.
Setelah sapi dipotong, Yoshep mengaku diminta membawa sapi dari perkebunan Gandus menuju bawah jembatan Musi IV Palembang. Di sana, sudah ada pembeli yang menunggu dan bakal memborong dua ekor sapi yang mereka curi.
.
“Waktu sampai di jembatan Musi IV itu aku lihat ada lampu kedap-kedip dekat tanduk. Aku bilang itu sapinya ada alat pendeteksi GPS dan dibungkus, semua langsung kaget,” kata Yoshep. .
Jalil dan Yasid sempat membuka GPS dari tanduk sapi untuk dibuang ke arah sungai Musi. Sayang sang pemilik sapi dan polisi keburu datang, Minggu (17/3) sekitar pukul 20.00 WIB.
.
“Nggak lama pemilik sapi sama polisi datang nangkep, Jalil dan Yasid kabur. Aku mau kabur juga, tapi ingat mobil yang dipakai itu mobilku. Ya sudahlah ketangkap sendirian,” ujar Yoseph.
.
“Dari dua sapi yang kami curi itu, satu yang pakai GPS. Mungkin kalau nggak ada GPS nggak ketangkep, karena aku nggak ikut motong sama ngambil dari kebun ya nggak tau ada GPS nya, Jalil sama Yasid itu bodoh,” kata Yoshep.
.
Sumber : detik.com

Dalam rangka merayakan Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menyembelih 25 ekor sapi kurban. . Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan di lapangan parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (22/8). Dalam penyembelihan ini salah satu sapi kurban milik Presiden Joko Widodo seberat 1,1 ton. Sapi itu sudah diserahkan secara simbolis kepada Pemprovsu. Sedangkan 24 ekor sapi lainnya merupakan partisipasi dari jajaran di lingkungan Pemprovsu dan BUMD. . Sekretaris Panitia Pelaksana Kurban Pemprovsu, Syahrial Effendi mengatakan, untuk pembagian daging kurban pihaknya sudah menyiapkan 1.750 kupon. Daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat, panti asuhan dan pegawai honor di lingkungan Pemprovsu. . “Pegawai honor tersebut meliputi petugas cleaning service, petugas maintenance, petugas penjaga rumah dinas dan lainnya,” kata Syahrial. . Syahrial mengungkapkan saat ini persiapan penyembelihan kurban telah mencapai 75%. “Kita sudah berkoordinasi dengan Sekda dan telah menyiapkan tenda maupun lubang untuk penyembelihan kurban,” pungkasnya. . Sumber : http://m.analisadaily.com/read/sapi-kurban-presiden-jokowi-di-sumut-seberat-11-ton/606247/2018/08/22

Dalam rangka merayakan Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menyembelih 25 ekor sapi kurban.
.
Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan di lapangan parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (22/8). Dalam penyembelihan ini salah satu sapi kurban milik Presiden Joko Widodo seberat 1,1 ton. Sapi itu sudah diserahkan secara simbolis kepada Pemprovsu. Sedangkan 24 ekor sapi lainnya merupakan partisipasi dari jajaran di lingkungan Pemprovsu dan BUMD.
.
Sekretaris Panitia Pelaksana Kurban Pemprovsu, Syahrial Effendi mengatakan, untuk pembagian daging kurban pihaknya sudah menyiapkan 1.750 kupon. Daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat, panti asuhan dan pegawai honor di lingkungan Pemprovsu.
.
“Pegawai honor tersebut meliputi petugas cleaning service, petugas maintenance, petugas penjaga rumah dinas dan lainnya,” kata Syahrial.
.
Syahrial mengungkapkan saat ini persiapan penyembelihan kurban telah mencapai 75%. “Kita sudah berkoordinasi dengan Sekda dan telah menyiapkan tenda maupun lubang untuk penyembelihan kurban,” pungkasnya.
.
Sumber : http://m.analisadaily.com/read/sapi-kurban-presiden-jokowi-di-sumut-seberat-11-ton/606247/2018/08/22

Jakarta Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar orang sukses?. Kebanyakan orang pasti berpikir mereka adalah sosok yang memiliki uang banyak, kehidupan mewah serta berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Tapi ternyata, hal itu tidaklah selamanya benar. Seorang pria asal Malaysia bernama Saipol Azmir Zainuddin membuktikan hal tersebut. Tak seperti miliarder kebanyakan, Saipol hanyalah merupakan lulusan SD. Namun kini ia sukses menjalani bisnis dengan keuntungan hingga lebih dari Rp 1 miliar per bulan. Saipol bercerita ia memang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah selepas lulus dari bangku kelas enam SD. Bukan apa-apa, hal ini dilakukan karena ia sudah punya tujuan jelas dalam pikirannya. Ia ingin menjadi seorang peternak sukses. “Meski saya tidak melanjutkan sekolah seperti halnya teman-teman saya, itu tidak mematahkan semangat saya. Saya selalu bermimpi bisa menjadi peternak sukses,” kata Saipol seperti dilansir dari worldofbuzz.com, Minggu (25/2/2018). Setelah keluar dari sekolah, Saipol bekerja sebagai pekerja konstruksi. Saat itu ia menerima gaji 750 Ringgit atau Rp 2,7 juta. Namun alih-alih menggunakan gajinya untuk berfoya-foya, Saipol memilih untuk membeli sapi ternak. Setiap bulan, ia menyisihkan gaji yang ia dapat untuk membeli seekor sapi. Hal itu terus ia lakukan hingga usia 18 tahun. “Saat usia saya menginjak 18 tahun, saya sudah memiliki 300 ekor sapi. Waktu itulah saya dan ayah saya mengembangbiakkan sapi-sapi tersebut dan menjualnya ke penduduk setempat. Keuntungan yang didapat selalu saya simpan karena saya ingin suatu hari nanti bisa memiliki peternakan sendiri,” ujar Saipol. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mimpinya untuk bisa memiliki peternakan sendiri akhirnya terwujud saat ia masih berusia 19 tahun. Hebatnya, meski masih sangat muda Saipol sudah mampu mandiri secara finansial hingga mampu membeli rumah dan mobil sendiri. Untuk memperluas bisnis yang ia miliki, Saipol meminjam dana tambahan dari Koperasi Petani di Malaysia. . Sumber : http://m.liputan6.com/bisnis/read/3314475/kisah-pria-lulusan-sd-yang-sukses-jadi-miliarder-berkat-ternak-sapi [Bersambung dikomentar]

Jakarta Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar orang sukses?. Kebanyakan orang pasti berpikir mereka adalah sosok yang memiliki uang banyak, kehidupan mewah serta berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Tapi ternyata, hal itu tidaklah selamanya benar.

Seorang pria asal Malaysia bernama Saipol Azmir Zainuddin membuktikan hal tersebut. Tak seperti miliarder kebanyakan, Saipol hanyalah merupakan lulusan SD. Namun kini ia sukses menjalani bisnis dengan keuntungan hingga lebih dari Rp 1 miliar per bulan.

Saipol bercerita ia memang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah selepas lulus dari bangku kelas enam SD. Bukan apa-apa, hal ini dilakukan karena ia sudah punya tujuan jelas dalam pikirannya. Ia ingin menjadi seorang peternak sukses. “Meski saya tidak melanjutkan sekolah seperti halnya teman-teman saya, itu tidak mematahkan semangat saya. Saya selalu bermimpi bisa menjadi peternak sukses,” kata Saipol seperti dilansir dari worldofbuzz.com, Minggu (25/2/2018). Setelah keluar dari sekolah, Saipol bekerja sebagai pekerja konstruksi. Saat itu ia menerima gaji 750 Ringgit atau Rp 2,7 juta. Namun alih-alih menggunakan gajinya untuk berfoya-foya, Saipol memilih untuk membeli sapi ternak.

Setiap bulan, ia menyisihkan gaji yang ia dapat untuk membeli seekor sapi. Hal itu terus ia lakukan hingga usia 18 tahun. “Saat usia saya menginjak 18 tahun, saya sudah memiliki 300 ekor sapi. Waktu itulah saya dan ayah saya mengembangbiakkan sapi-sapi tersebut dan menjualnya ke penduduk setempat. Keuntungan yang didapat selalu saya simpan karena saya ingin suatu hari nanti bisa memiliki peternakan sendiri,” ujar Saipol.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mimpinya untuk bisa memiliki peternakan sendiri akhirnya terwujud saat ia masih berusia 19 tahun.

Hebatnya, meski masih sangat muda Saipol sudah mampu mandiri secara finansial hingga mampu membeli rumah dan mobil sendiri. Untuk memperluas bisnis yang ia miliki, Saipol meminjam dana tambahan dari Koperasi Petani di Malaysia.
.
Sumber : http://m.liputan6.com/bisnis/read/3314475/kisah-pria-lulusan-sd-yang-sukses-jadi-miliarder-berkat-ternak-sapi
[Bersambung dikomentar]

Ratusan Sapi di Jambi Terjangkit Virus Mirip HIV / AIDS Sejumlah peternak sapi di Provinsi Jambi tengah dilanda galau. Penyebabnya adalah serangan virus jembrana yang menjangkiti ternak mereka. Dari keterangan warga, virus itu menyerang sapi di Kabupaten Batanghari dan Muarojambi. Di Kabupaten Muarojambi saja, virus tersebut diketahui sudah menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Mestong, Sungai Bahar, Sungai Gelam dan Kecamatan Muarosebo. Virus ini diketahui mirip dengan virus HIV pada manusia. . “Info dari teman-teman peternak, virus jembrana juga menyerang sapi peternak di Batanghari,” ujar Hendra (45), salah seorang peternak sapi di Kecamatan Sungai Bahar, Sabtu (12/8/2017). . Menurut Hendra, sebagian besar sapi yang ada di Muarojambi adalah jenis sapi Bali. Sapi jenis ini memang rentan terjangkit virus jembrana. Salah satu gejala virus ini adalah keluarnya cairan dari hidung sapi, ada bercak darah di tubuh sapi, serta diare yang disertai darah. Kemudian suhu badan sapi tinggi atau meningkat hingga kematian mendadak pada sapi. Hendra mengaku memiliki 10 ekor sapi. Dua di antaranya memiliki gejala mirip virus jembrana. Ia bersama peternak lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada dinas peternakan setempat. . “Ada beberapa peternak memilih segera memotong sapinya karena takut mati mendadak. Mudah-mudahan virus ini cepat hilang, apalagi ini mau Idul Adha,” ujar Hendra. Sementara itu dokter hewan dari Dinas Peternakan Muarojambi, drh. Rikianto menyebutkan, selama periode Januari hingga Juli 2017, setidaknya ada 500 ekor sapi di Muarojambi yang terjangkit virus jembrana. Menurut dokter Riki, cukup banyak laporan akan virus tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah turun langsung ke lapangan untuk pengecekan. Sapi-sapi yang belum terjangkit virus langsung diberikan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh. . “Peternak juga diimbau lebih waspada dalam menjaga ternaknya. Secepatnya melapor apabila ada gejala-gejala penyakit pada sapi,” ujar Riki

Ratusan Sapi di Jambi Terjangkit Virus Mirip HIV / AIDS

Sejumlah peternak sapi di Provinsi Jambi tengah dilanda galau. Penyebabnya adalah serangan virus jembrana yang menjangkiti ternak mereka. Dari keterangan warga, virus itu menyerang sapi di Kabupaten Batanghari dan Muarojambi.

Di Kabupaten Muarojambi saja, virus tersebut diketahui sudah menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Mestong, Sungai Bahar, Sungai Gelam dan Kecamatan Muarosebo. Virus ini diketahui mirip dengan virus HIV pada manusia.
.
“Info dari teman-teman peternak, virus jembrana juga menyerang sapi peternak di Batanghari,” ujar Hendra (45), salah seorang peternak sapi di Kecamatan Sungai Bahar, Sabtu (12/8/2017).
.
Menurut Hendra, sebagian besar sapi yang ada di Muarojambi adalah jenis sapi Bali. Sapi jenis ini memang rentan terjangkit virus jembrana. Salah satu gejala virus ini adalah keluarnya cairan dari hidung sapi, ada bercak darah di tubuh sapi, serta diare yang disertai darah. Kemudian suhu badan sapi tinggi atau meningkat hingga kematian mendadak pada sapi.

Hendra mengaku memiliki 10 ekor sapi. Dua di antaranya memiliki gejala mirip virus jembrana. Ia bersama peternak lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada dinas peternakan setempat.
.
“Ada beberapa peternak memilih segera memotong sapinya karena takut mati mendadak. Mudah-mudahan virus ini cepat hilang, apalagi ini mau Idul Adha,” ujar Hendra.

Sementara itu dokter hewan dari Dinas Peternakan Muarojambi, drh. Rikianto menyebutkan, selama periode Januari hingga Juli 2017, setidaknya ada 500 ekor sapi di Muarojambi yang terjangkit virus jembrana.

Menurut dokter Riki, cukup banyak laporan akan virus tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah turun langsung ke lapangan untuk pengecekan. Sapi-sapi yang belum terjangkit virus langsung diberikan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.
.
“Peternak juga diimbau lebih waspada dalam menjaga ternaknya. Secepatnya melapor apabila ada gejala-gejala penyakit pada sapi,” ujar Riki