Korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah. BNPB mencatat data terakhir menunjukkan korban meninggal berjumlah 1.571 orang. . “Sebanyak 1.571 meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018). . Sutopo menjelaskan tim SAR masih terus mencari korban lain yang kemungkinan belum ditemukan. Menurut Sutopo, diperkirakan korban masih banyak. . “Tim SAR gabungan terus-menerus mencari korban, diperkirakan korban masih banyak,” tutur Sutopo. . Selain korban meninggal, sebanyak 113 korban belum ditemukan. Sedangkan 152 orang lainnya diperkirakan masih tertimbun. . “Sebanyak 113 korban masih hilang, korban hilang adalah yang diketahui identitasnya namun belum diketahui keberadaannya,” ujar Sutopo. . “Sebanyak 152 korban masih tertimbun, itu dinyatakan perkiraan, terutama yang berada di daerah amblesan,” jelasnya.(rna/fjp) . Sumber : www.detik.com

Korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah. BNPB mencatat data terakhir menunjukkan korban meninggal berjumlah 1.571 orang.
.
“Sebanyak 1.571 meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).
.
Sutopo menjelaskan tim SAR masih terus mencari korban lain yang kemungkinan belum ditemukan. Menurut Sutopo, diperkirakan korban masih banyak.
.
“Tim SAR gabungan terus-menerus mencari korban, diperkirakan korban masih banyak,” tutur Sutopo.
.
Selain korban meninggal, sebanyak 113 korban belum ditemukan. Sedangkan 152 orang lainnya diperkirakan masih tertimbun.
.
“Sebanyak 113 korban masih hilang, korban hilang adalah yang diketahui identitasnya namun belum diketahui keberadaannya,” ujar Sutopo.
.
“Sebanyak 152 korban masih tertimbun, itu dinyatakan perkiraan, terutama yang berada di daerah amblesan,” jelasnya.(rna/fjp)
.
Sumber : www.detik.com

Korban jiwa akibat gempa 7,4 magnitudo serta tsunami yang menerjang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu, terus bertambah. Tercatat hingga Minggu (30/9) malam, data korban tewas yang dihimpun Mabes Polri sudah mencapai 1.203 jiwa. . “Ya, sebagian sudah dimakamkan keluarga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dihubungi kumparan, Minggu (30/9). . Para korban tewas tersebar di sejumlah rumah sakit dan posko terpadu Badan SAR Nasional (Basarnas). Sebagian jenazah yang berhasil teridentifikasi juga sudah dimakamkan. . “Karena sebagian besar sudah membusuk,” tutur Dedi. . Adapun, rincian korban tewas itu, yakni 10 jenazah di RS. Wirabuana, 201 jenazah di RS. Undata, 50 jenazah di Masjid Raya, 161 jenazah di RS. Bhayangkara, 35 jenazah di Kecamatan Tawaeli, dua jenazah di Kelurahan Kayumalue Pajeko, lima jenazah di Kelurahan Kawatuna, tujuh jenazah di Pos Polisi PP, 700 jenazah di Kelurahan Petobo, dan 32 jenazah di RS. Madani. . Sedangkan korban luka berat mencapai 184 orang dan korban hilang yang saat ini tengah dicari, sebanyak 46 orang. . Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho juga menyebutkan, jenazah yang telah teridentifikasi akan langsung dimakamkan secara massal. Data BNPB yang dihimpun pada Minggu pukul 13.00 WIB mencatat korban jiwa akibat bencana ini sebanyak 832 orang. . Sumber : www.kumparan.com

Korban jiwa akibat gempa 7,4 magnitudo serta tsunami yang menerjang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu, terus bertambah. Tercatat hingga Minggu (30/9) malam, data korban tewas yang dihimpun Mabes Polri sudah mencapai 1.203 jiwa.
.
“Ya, sebagian sudah dimakamkan keluarga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dihubungi kumparan, Minggu (30/9).
.
Para korban tewas tersebar di sejumlah rumah sakit dan posko terpadu Badan SAR Nasional (Basarnas). Sebagian jenazah yang berhasil teridentifikasi juga sudah dimakamkan.
.
“Karena sebagian besar sudah membusuk,” tutur Dedi.
.
Adapun, rincian korban tewas itu, yakni 10 jenazah di RS. Wirabuana, 201 jenazah di RS. Undata, 50 jenazah di Masjid Raya, 161 jenazah di RS. Bhayangkara, 35 jenazah di Kecamatan Tawaeli, dua jenazah di Kelurahan Kayumalue Pajeko, lima jenazah di Kelurahan Kawatuna, tujuh jenazah di Pos Polisi PP, 700 jenazah di Kelurahan Petobo, dan 32 jenazah di RS. Madani.
.
Sedangkan korban luka berat mencapai 184 orang dan korban hilang yang saat ini tengah dicari, sebanyak 46 orang.
.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho juga menyebutkan, jenazah yang telah teridentifikasi akan langsung dimakamkan secara massal. Data BNPB yang dihimpun pada Minggu pukul 13.00 WIB mencatat korban jiwa akibat bencana ini sebanyak 832 orang.
.
Sumber : www.kumparan.com