Dalam rangka kepedulian untuk mengembangan kawasan pariwisata Danau Toba, Keuskupan Agung Medan mengajak Badan Otorita Danau Toba dan Kementrian Pariwisata untuk duduk bersama. Untuk itu digelar diskusi bertajuk “Penajaman Program Gereja Keuskupan Agung Medan di Kawasan Danau Toba dalam Meningkatkan Kepariwisatsan” di Aula Caritas PSE, Jl. Sei Asahan, Medan, Jumat (27/10/2017). . Perwakilan BODT dihadiri Deputi BODT Romi dan Asisten Deputi Kementrian Pariwisata Frans Teguh. Ketua Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Medan, Pastor Markus menjelaskan sulit majunya pariwisata di Danau Toba adalah pada kesan suku Batak yang mendiami daerah tersebut yang kurang ramah dalam menghadapi setiap wisatawan. . “Kita punya program yang cocok untuk antisipasi ini, mungkin bapak dari BODT dan Kementerian bisa sama-sama kita Laksanakan yaitu Program 4S, Senyum, Sopan, Sapa, Sayang. Orang batak itu terkesan sulit senyum, kurang sopan, kurang mau menyapa dan kurang mencintai para wisatawan. Untuk itu attitude masyarakat perlu diubah,” katanya. . Markus bahkan memperjelas mental para pelaku usaha yang sering menipu harga bagi penjual atau kesan marah-marah tukang parkir atau supir angkutan umum. . “Kita sering tahu banyak penjual yang penting untung, bahkan sering menipu baik itu harga yang begitu tinggi atau nanti jual mangga tiba-tiba sampai di bawa ke rumah sudah banyak yang busuk. Penanaman attitude ini, untuk setiap pelaku usaha pariswisata baik tukang parkir, jangan dibalbalin mobil baik itu guide juga,” jelasnya. Selain kurang sopan, masalah yang ada pada masyarakat setempat adalah kurang bersih. Pastor menjelaskan ia sering menemukan di mana masih banyak babi-babi yang berkeliaran di beberapa daerah. Bahkan pernah ada sapi yang mandi bersama para wisatawan di danau. . “Kami sarankan adanya pembuatan peraturan desa (Perdes), kita lihat banyak babi masih berjalan disana-sini,” cetusnya . Sumber : https://www.google.co.id/amp/medan.tribunnews.com/amp/2017/10/27/pelaku-usaha-di-sekitar-danau-toba-disebut-sering-menipu-dan-tidak-sopan-ini-saran-pastor-markus

Dalam rangka kepedulian untuk mengembangan kawasan pariwisata Danau Toba, Keuskupan Agung Medan mengajak Badan Otorita Danau Toba dan Kementrian Pariwisata untuk duduk bersama.

Untuk itu digelar diskusi bertajuk “Penajaman Program Gereja Keuskupan Agung Medan di Kawasan Danau Toba dalam Meningkatkan Kepariwisatsan” di Aula Caritas PSE, Jl. Sei Asahan, Medan, Jumat (27/10/2017).
.
Perwakilan BODT dihadiri Deputi BODT Romi dan Asisten Deputi Kementrian Pariwisata Frans Teguh.

Ketua Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Medan, Pastor Markus menjelaskan sulit majunya pariwisata di Danau Toba adalah pada kesan suku Batak yang mendiami daerah tersebut yang kurang ramah dalam menghadapi setiap wisatawan.
.
“Kita punya program yang cocok untuk antisipasi ini, mungkin bapak dari BODT dan Kementerian bisa sama-sama kita Laksanakan yaitu Program 4S, Senyum, Sopan, Sapa, Sayang. Orang batak itu terkesan sulit senyum, kurang sopan, kurang mau menyapa dan kurang mencintai para wisatawan. Untuk itu attitude masyarakat perlu diubah,” katanya.
.
Markus bahkan memperjelas mental para pelaku usaha yang sering menipu harga bagi penjual atau kesan marah-marah tukang parkir atau supir angkutan umum.
.
“Kita sering tahu banyak penjual yang penting untung, bahkan sering menipu baik itu harga yang begitu tinggi atau nanti jual mangga tiba-tiba sampai di bawa ke rumah sudah banyak yang busuk. Penanaman attitude ini, untuk setiap pelaku usaha pariswisata baik tukang parkir, jangan dibalbalin mobil baik itu guide juga,” jelasnya.

Selain kurang sopan, masalah yang ada pada masyarakat setempat adalah kurang bersih. Pastor menjelaskan ia sering menemukan di mana masih banyak babi-babi yang berkeliaran di beberapa daerah.

Bahkan pernah ada sapi yang mandi bersama para wisatawan di danau.
.
“Kami sarankan adanya pembuatan peraturan desa (Perdes), kita lihat banyak babi masih berjalan disana-sini,” cetusnya
.
Sumber : https://www.google.co.id/amp/medan.tribunnews.com/amp/2017/10/27/pelaku-usaha-di-sekitar-danau-toba-disebut-sering-menipu-dan-tidak-sopan-ini-saran-pastor-markus
#Medan #Berita #Medantalk

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

Photo taken at: Medan, Indonesia

Lihat ini diInstagram @medantalk ⇒

Cari LowonganKerja -Medan diInstagram @karirgram atau website www.karirgram.com ⇒

Browse info cara pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply