Dalam situasi darurat, kekurangan air bersih merupakan persoalan yang sangat serius karena membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dalam pelatihan penggunaan skyhydrant untuk pengolahan air bersih dalam situasi kebencanaan, Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) mengadakan pelatihan di Lingkungan I, Kelurahan Mencirim. Koordinator Program Peningkatan Kapasitas Kesiagaan Bencana yayasan KKSP, Maman Natawijaya menjelaskan, pelatihan ini dibuat untuk mensosialisasikan pengolahan air (water treatment) dalam masa kedaruratan (emergency) dan promosi kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Penyediaan sarana air minum pada kondisi bencana alam dan kebutuhan mendesak lainnya dilakukan dengan cara konvensional yakni dropping air melalui mobil tangki,” ucapnya kepada Analisadaily.com, Rabu (27/4). Maman juga menambahkan, tidak semua kawasan bencana bisa dijangkau oleh armada mobil tangki yang dikerahkan, adakalanya lokasi bencana sulit dijangkau oleh transportasi darat. “Jalan terputus karena longsor atau jembatan runtuh menuju jalan lokasi bencana terendam banjir faktor lainnya,” tambahnya. Sementara, Ahli Water Sanitation and Hygienity (WASH), Mardi Syukri menjelaskan bahwa alat skyhydrant ini merupakan alat yang paling sederhana dan efisien, karena beratnya hanya 15 kilogram dan mampu menghasilkan air bersih sebanyak 1000 liter per satu jam. “Alat ini merupakan alat alternatif buat tanggap darurat kekurangan air bersih,” ucapnya. Sumber: analisa medan

Medan Talk: Dalam situasi darurat, kekurangan air bersih merupakan persoalan yang sangat serius karena membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Dalam pelatihan penggunaan skyhydrant untuk pengolahan air bersih dalam situasi kebencanaan, Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) mengadakan pelatihan di Lingkungan I, Kelurahan Mencirim.

Koordinator Program Peningkatan Kapasitas Kesiagaan Bencana yayasan KKSP, Maman Natawijaya menjelaskan, pelatihan ini dibuat untuk mensosialisasikan pengolahan air (water treatment) dalam masa kedaruratan (emergency) dan promosi kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Penyediaan sarana air minum pada kondisi bencana alam dan kebutuhan mendesak lainnya dilakukan dengan cara konvensional yakni dropping air melalui mobil tangki,” ucapnya kepada Analisadaily.com, Rabu (27/4). Maman juga menambahkan, tidak semua kawasan bencana bisa dijangkau oleh armada mobil tangki yang dikerahkan, adakalanya lokasi bencana sulit dijangkau oleh transportasi darat. “Jalan terputus karena longsor atau jembatan runtuh menuju jalan lokasi bencana terendam banjir faktor lainnya,” tambahnya.

Sementara, Ahli Water Sanitation and Hygienity (WASH), Mardi Syukri menjelaskan bahwa alat skyhydrant ini merupakan alat yang paling sederhana dan efisien, karena beratnya hanya 15 kilogram dan mampu menghasilkan air bersih sebanyak 1000 liter per satu jam. “Alat ini merupakan alat alternatif buat tanggap darurat kekurangan air bersih,” ucapnya.
Sumber: analisa medan

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply