Jakarta: Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan penegakan aturan pengenaan bea masuk bisa dilakukan oleh para petugas jikalau masyarakat yang beli barang dari luar negeri memiliki bukti yang cukup, mulai dari kotak sampai invoice. Barang yang dibeli penumpang dari luar negeri ini terdapat batasannya, untuk orang pribadi batasnya US$ 250 per penumpang atau US$ 1.000 per keluarga. Jika barang yang dibeli masih di bawah batasan tersebut maka akan terbebas, jika sebaliknya maka akan dikenakan sesuai aturan yakni PMK Nomor 188 Tahun 2010 tentang penumpang dikenakan bea masuk barang lantaran harganya di atas batasan harga yang dibebaskan bea masuk. “Kalau misalnya seseorang meskipun bawa jam yang mahal tapi petugas tidak melihat itu sebagai barang yang dibeli di luar negeri, dia pakai, tidak ada invoice, tidak ada kotak, itu tidak ada landasan untuk petugas mengenakan, dan itu yang terjadi sekarang,” kata Heru di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9/2017). “Ya memang yang terjadi adalah beberapa penumpang itu nyatanya membeli, dia barangnya baru, kotaknya masih ada, invoicenya masih ada, dan tanggal pembeliannya dalam range dia waktu bepergian itu, ini bisa disimpulkan dia beli di luar negeri,” tambah dia. Bea Cukai juga memiliki data untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat yang ngakunya membeli barang untuk keperluan pribadi, namun pada nyatanya diperjualbelikan. “Kalau lama kelamaan kalau itu niatnya berdagang kita lihat frekuensinya, setiap minggu pergi ke luar negeri pulangnya bawa barang yang mewah. Ya tentunya itu mesti ada dikasih,” tukas dia. Sumber Net.TV dan detik

Jakarta: Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan penegakan aturan pengenaan bea masuk bisa dilakukan oleh para petugas jikalau masyarakat yang beli barang dari luar negeri memiliki bukti yang cukup, mulai dari kotak sampai invoice.

Barang yang dibeli penumpang dari luar negeri ini terdapat batasannya, untuk orang pribadi batasnya US$ 250 per penumpang atau US$ 1.000 per keluarga. Jika barang yang dibeli masih di bawah batasan tersebut maka akan terbebas, jika sebaliknya maka akan dikenakan sesuai aturan yakni PMK Nomor 188 Tahun 2010 tentang penumpang dikenakan bea masuk barang lantaran harganya di atas batasan harga yang dibebaskan bea masuk. “Kalau misalnya seseorang meskipun bawa jam yang mahal tapi petugas tidak melihat itu sebagai barang yang dibeli di luar negeri, dia pakai, tidak ada invoice, tidak ada kotak, itu tidak ada landasan untuk petugas mengenakan, dan itu yang terjadi sekarang,” kata Heru di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/9/2017). “Ya memang yang terjadi adalah beberapa penumpang itu nyatanya membeli, dia barangnya baru, kotaknya masih ada, invoicenya masih ada, dan tanggal pembeliannya dalam range dia waktu bepergian itu, ini bisa disimpulkan dia beli di luar negeri,” tambah dia.

Bea Cukai juga memiliki data untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat yang ngakunya membeli barang untuk keperluan pribadi, namun pada nyatanya diperjualbelikan.
“Kalau lama kelamaan kalau itu niatnya berdagang kita lihat frekuensinya, setiap minggu pergi ke luar negeri pulangnya bawa barang yang mewah. Ya tentunya itu mesti ada dikasih,” tukas dia.
Sumber Net.TV dan detik
#berita #beacukai #medantalkwisata #wisata #customs #medan #medantalk

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

MedanTalk

Browse info, berita, cerita Medan, sharing info di Forum Medan , check Lowongan Kerja dan cara pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply