Kemenkes: Ada Kemungkinan Hepatitis Akut Bisa Menular via Udara, Pakai Masker Masih

Kemenkes: Ada Kemungkinan Hepatitis Akut Bisa Menular via Udara, Pakai Masker

Masih banyak yang harus kita pelajari soal hepatitis akut pada anak, terutama mengenai penyebab atau virus yang memicu penyakit ini. WHO mengkategorikannya probable hepatitis akut berat.

“Ada dugaan (penyebabnya) hepatitis virus atau adenovirus yang bermutasi seperti itu. Kedua adalah kita hanya mengetahui kemungkinan besar, selama ini hepatitis banyak menular melalui vital oral, vital oral itu melalui makanan,” kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam bincang-bincang To The Point kumparan, Jumat (13/5).
Nadia membeberkan cara pencegahan terbaik agar terhindar dari penyakit yang masih misterius ini.
“Jadi makanya upaya pencegahannya satu, tetap menjalankan personal hygiene agar tidak sakit. Artinya cuci tangan, kemudian menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, minum air yang sudah matang, melakukan pengelolaan makanan dengan bersih,” imbuhnya.

Nadia juga menyoroti pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini sudah bisa 100 persen. Kantin pun boleh buka.

“Jadi sekolah harus memastikan kalau kantin sekolah itu dikelola dengan bersih, menggunakan sarung tangan buat yang menjual makanan dan dipastikan makanan itu adalah makanan yang dibuat dengan air yang bersih,” urai dia.

Kemungkinan cara penularan kedua, berdasarkan data dari Inggris itu 92% ditemukan adenovirus pada anak-anak yang menderita hepatitis akut. Dan ini diketahui adanya virus yang biasa menyerang kita. Bisa menimbulkan keluhan saluran pernapasan atas maupun juga keluhan saluran cerna.
“Salah satu dugaan penularan juga melalui udara. Karena itu kita berharap (masyarakat) tetap menjalankan protokol kesehatan dan menggunakan masker,” ujarnya.
Dengan menjaga kesehatan pribadi dan memakai masker diharapkan bisa mencegah terkena hepatitis akut.
“Dengan 2 cara ini kita bisa mencegah COVID-19, tapi juga mencegah hepatitis akut khususnya pada anak-anak usia di bawah 1 tahun yang belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19,” tutur Nadia.

Sambung di komentar
Sumber: kumparan

Kemenkes: Ada Kemungkinan Hepatitis Akut Bisa Menular via Udara, Pakai Masker

Masih banyak yang harus kita pelajari soal hepatitis akut pada anak, terutama mengenai penyebab atau virus yang memicu penyakit ini. WHO mengkategorikannya probable hepatitis akut berat. 

"Ada dugaan (penyebabnya) hepatitis virus atau adenovirus yang bermutasi seperti itu. Kedua adalah kita hanya mengetahui kemungkinan besar, selama ini hepatitis banyak menular melalui vital oral, vital oral itu melalui makanan," kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam bincang-bincang To The Point kumparan, Jumat (13/5).
Nadia membeberkan cara pencegahan terbaik agar terhindar dari penyakit yang masih misterius ini. 
"Jadi makanya upaya pencegahannya satu, tetap menjalankan personal hygiene agar tidak sakit. Artinya cuci tangan, kemudian menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, minum air yang sudah matang, melakukan pengelolaan makanan dengan bersih," imbuhnya.

Nadia juga menyoroti pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini sudah bisa 100 persen. Kantin pun boleh buka.

"Jadi sekolah harus memastikan kalau kantin sekolah itu dikelola dengan bersih, menggunakan sarung tangan buat yang menjual makanan dan dipastikan makanan itu adalah makanan yang dibuat dengan air yang bersih," urai dia.

Kemungkinan cara penularan kedua, berdasarkan data dari Inggris itu 92% ditemukan adenovirus pada anak-anak yang menderita hepatitis akut. Dan ini diketahui adanya virus yang biasa menyerang kita. Bisa menimbulkan keluhan saluran pernapasan atas maupun juga keluhan saluran cerna. 
"Salah satu dugaan penularan juga melalui udara. Karena itu kita berharap (masyarakat) tetap menjalankan protokol kesehatan dan menggunakan masker," ujarnya.
Dengan menjaga kesehatan pribadi dan memakai masker diharapkan bisa mencegah terkena hepatitis akut.
"Dengan 2 cara ini kita bisa mencegah COVID-19, tapi juga mencegah hepatitis akut khususnya pada anak-anak usia di bawah 1 tahun yang belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19," tutur Nadia.

Sambung di komentar
Sumber: kumparan

NB: Berita & Cerita Medan terkini, silakan browse menu HARI INI diatas
Untuk Berita khusus lainnya Add Channel Telegram @MedanTalk
Buat yang mau berbagi join Forum Telegram kami cari Medan Talk Forum di Telegram

Yang main tiktok, add TikTok @MedanTalk
follow instagram @MedanTalk dan @MedanTalkViral khusus berita viral
YouTube channel MedanTalk untuk berita video

Cek info lowongan kerja di www.KarirGram.com
Medan Punya Cerita cek www.MedanKu.com

Browse berita cerita lainnya di hashtags dibawah =>