Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sumut Bukit Tambunan mengatakan, terdapat sekitar 1.300 Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sumut saat ini. Jumlah tersebut dihitung sejak Januari 2015 hingga April 2016. “Sejak Januari 2015 hingga April lalu ada sekitar 1.300 TKA,” ujar Bukit saat dihubungi, Rabu (4/5). Sementara Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sumut Sevline Rosdiana mengatakan, 1.300 TKA tersebut sebagian besar didominasi beberapa spesifikasi pekerjaan, seperti mechanical engineering, mechanical and electrical engineering, maintenance advisor, direktur utama, general manager, electrical engineering, quality control advisor, production manager, finance director, marketing advisor, marketing manager, dan project manager. Sedangkan untuk asal negara, Tiongkok masih menjadi negara di urutan teratas penempatan TKA di Sumut. “Urutannya China, Malaysia, Filipina, dan India. Kalau China sekitar 35 persen,” ujarnya. Menurut Sevline, terdapat penurunan jumlah TKA di Sumut. Penurunan tersebut disebabkan terdapat beberapa perusahaan atau pemberi kerja yang tidak lagi memperpanjang Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). . “Kalau perpanjangan IMTA dari provinsi memang menurun walau hanya sedikit, jadi kalau pada tahun 2014 itu terdapat 237 IMTA Perpanjangan, kalau di 2015 itu hanya terdapat sekitar 215,” ujar Sevline. Sevline mengatakan, IMTA untuk perusahan pengguna tenaga asing di Indonesia langsung diterbitkan oleh kementerian pusat. Sedangkan Dinas Tenaga Kerja tingkat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta pemerintah kota hanya bertanggungjawab atas pengurusan perpanjangan IMTA. “Memang kita baru tahun 2015 kita connect langsung ke pusat. Jadi penerbitan awal itu langsung dari pusat,” ujarnya. Sumber: tribun medan

Medan Talk: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sumut Bukit Tambunan mengatakan, terdapat sekitar 1.300 Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sumut saat ini. Jumlah tersebut dihitung sejak Januari 2015 hingga April 2016. “Sejak Januari 2015 hingga April lalu ada sekitar 1.300 TKA,” ujar Bukit saat dihubungi, Rabu (4/5). Sementara Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sumut Sevline Rosdiana mengatakan, 1.300 TKA tersebut sebagian besar didominasi beberapa spesifikasi pekerjaan, seperti mechanical engineering, mechanical and electrical engineering, maintenance advisor, direktur utama, general manager, electrical engineering, quality control advisor, production manager, finance director, marketing advisor, marketing manager, dan project manager.

Sedangkan untuk asal negara, Tiongkok masih menjadi negara di urutan teratas penempatan TKA di Sumut.
“Urutannya China, Malaysia, Filipina, dan India. Kalau China sekitar 35 persen,” ujarnya.
Menurut Sevline, terdapat penurunan jumlah TKA di Sumut. Penurunan tersebut disebabkan terdapat beberapa perusahaan atau pemberi kerja yang tidak lagi memperpanjang Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).
.
“Kalau perpanjangan IMTA dari provinsi memang menurun walau hanya sedikit, jadi kalau pada tahun 2014 itu terdapat 237 IMTA Perpanjangan, kalau di 2015 itu hanya terdapat sekitar 215,” ujar Sevline.
Sevline mengatakan, IMTA untuk perusahan pengguna tenaga asing di Indonesia langsung diterbitkan oleh kementerian pusat. Sedangkan Dinas Tenaga Kerja tingkat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta pemerintah kota hanya bertanggungjawab atas pengurusan perpanjangan IMTA. “Memang kita baru tahun 2015 kita connect langsung ke pusat. Jadi penerbitan awal itu langsung dari pusat,” ujarnya.
Sumber: tribun medan

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply