Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Dr Arwin Juli Rahmadi Butarbutar mengatakan, sebenarnya gerhana matahari itu setiap tahun terjadi. Namun, kata Arwin, kemunculan gerhana matahari tidak terjadi pada tempat yang sama di tiap tahun. “Gerhana matahari setiap tahun terjadi. Hanya saja, tidak pada satu tempat yang sama. Setiap tahun berbeda, ke satu tempat, ke tempat yang lain. Tetapi pada satu titik yang sama, tempat yang sama, terlebih gerhana matahari total, itu akan terjadi ratusan tahun. Untuk Kota Medan itu akan terjadi 250 tahun yang akan datang,” kata Arwin, Rabu (9/3/2016). . Menurutnya, gerhana matahari total di Kota Medan tidak menimbulkan dampak jangka pendek ataupun jangka panjang. Tetapi, sambungnya, dapat menimbulkan dampak pada aspek ilmiah. . “Dampak aspek ilmiah yang bisa dilakukan terhadap terjadinya gerhana ini ada, aspek bidang pertanian, aspek ekonomi, dan aspek perilaku hewan itu ada. Contohnya adalah ketika fase total, maka keadaan akan gelap,” ungkap Arwin. Saat kondisi gelap gulita, lanjutnya, para ahli pertanian atau ahli geologi akan melakukan penelitian bagaimana proses foto sintesis terhadap suatu tanaman. Ketika ia berproses malam hari, kata Arwin, misalnya 12 jam. . “Ketika gerhana terjadi, berarti ada penambahan waktu dari 12 jam tadi. Bagaimana pengaruhnya (terhadap tanaman), itu ahli pertanian yang tau,” ungkapnya

Medan Talk: Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Dr Arwin Juli Rahmadi Butarbutar mengatakan, sebenarnya gerhana matahari itu setiap tahun terjadi. Namun, kata Arwin, kemunculan gerhana matahari tidak terjadi pada tempat yang sama di tiap tahun. “Gerhana matahari setiap tahun terjadi. Hanya saja, tidak pada satu tempat yang sama. Setiap tahun berbeda, ke satu tempat, ke tempat yang lain. Tetapi pada satu titik yang sama, tempat yang sama, terlebih gerhana matahari total, itu akan terjadi ratusan tahun. Untuk Kota Medan itu akan terjadi 250 tahun yang akan datang,” kata Arwin, Rabu (9/3/2016).
.
Menurutnya, gerhana matahari total di Kota Medan tidak menimbulkan dampak jangka pendek ataupun jangka panjang. Tetapi, sambungnya, dapat menimbulkan dampak pada aspek ilmiah.
.
“Dampak aspek ilmiah yang bisa dilakukan terhadap terjadinya gerhana ini ada, aspek bidang pertanian, aspek ekonomi, dan aspek perilaku hewan itu ada. Contohnya adalah ketika fase total, maka keadaan akan gelap,” ungkap Arwin.

Saat kondisi gelap gulita, lanjutnya, para ahli pertanian atau ahli geologi akan melakukan penelitian bagaimana proses foto sintesis terhadap suatu tanaman. Ketika ia berproses malam hari, kata Arwin, misalnya 12 jam.
.
“Ketika gerhana terjadi, berarti ada penambahan waktu dari 12 jam tadi. Bagaimana pengaruhnya (terhadap tanaman), itu ahli pertanian yang tau,” ungkapnya

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply