Kronologi 54 Siswa Positif Covid-19 Usai Sekolah Buka PTM, gara-gara

http://thestroudlawfirm.com/20-cat/casino_5.html Sebanyak 54 siswa dalam satu sekolah di Padang Panjang, Sumatera Barat dilaporkan positif Covid-19.

http://dreamcontrols.com/17-cat/dating_9.html Siswa SMA 1 Padang Panjang itu terpapar setelah menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai sejak Kamis (12/8/2021) lalu.

ivermectin made by Berikut kronologi kejadiannya.

  1. Berawal dari satu siswa

ivermectin not working Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Padang Panjang, Nuryanuar menyebutkan awalnya ada satu orang siswa yang mengalami demam dan kemudian dilakukan tes swab.

pragmatic play demo Janesville Ternyata hasil tes swab siswa tersebut positif.

prise stromectol le soir Selanjutnya, kata Nuryanuar dilakukan tracing dan didapat sebanyak 369 orang kontak erat dan menjalani tes swab.

Mereka terdiri dari 131 orang siswa putra dan 231 siswi dengan total 362 orang siswa. Kemudian ditambah 7 orang petugas asrama dan petugas kantin.

“Dari hasil tes yang dikeluarkan Sabtu kemarin ternyata ada 54 siswa yang positif,” kata Nuryanuar.

  1. Isolasi di asrama

Nuryanuar menyebutkan saat ini mereka yang terpapar menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah.

Mereka yang positif adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan memiliki gejala ringan.

“Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di asrama di bawah pengawasan Dinkes Padang Panjang,” kata Nuryanuar.

  1. PTM diganti daring

Nuryanuar menyebutkan sebagai langkah antisipasi, PTM di sekolah itu dikembalikan ke daring.

PTM di SMA 1 Padang Panjang dan sekolah lainnya dimulai sejak 12 Agustus 2021 lalu setelah sebelumnya dilaksanakan secara daring.

“Terhitung Senin besok, PTM di SMA 1 Padang Panjang diganti dengan daring sampai tidak ada kasus lagi di sana,” jelas Nuryanuar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang itu.

Nuryanuar mengatakan pemberlakuan pembelajaran daring hanya di SMA 1 Padang Panjang.

Sedangkan untuk sekolah lain masih seperti biasa yaitu PTM.

  1. Tetap jaga prokes

Nuryanuar berharap masyarakat tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Siapa yang menyebarkan kita tidak tahu karena virusnya tidak kelihatan. Makanya, perlu prokes yang ketat agar bisa terhindar,” kata Nuryanuar.

Sumber: kompas