Medan — Tewasnya tahanan Polsek Batang Toru, Tapanuli Selatan masih membuahkan tanda tanya besar. Pasalnya banyak kejanggalan atas tewasnya Rifzal Riandi Siregar (25), yang merupakan tahanan kasus perkelahian dengan polisi. Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara yang melakukan investigasi mendapati banyak kejanggalan. Amin Multazam Lubis, Koordinator KontraS Sumut membeberkan sejumlah kejanggalan yang didapatnya. “Mulai dari awal Rifzal di tahan, sudah banyak kejanggalan yang kita lihat. Kita menduga Rifzal bukan bunuh diri,” kata Amin, Selasa (19/9/2017). Sebelum meninggal, Rifzal mengaku kepada keluarga yang mengunjunginya kalau dia dianiaya sejumlah orang yang diduga anggota kepolisian. Rifzal ditangkap pada 27 Agustus 2017, dia terlibat perkelahian dengan anggota Polisi Bripda Khairil Fadli. “Polisi juga terkesan lambat memberitahu keluarga tentang kabar meninggalnya Rifzal. Pihak keluarga mendapat kabar Rifzal meninggal pada pukul 05.30 WIB, Senin (4/9/2017). Sedangkan dari keterangan polisi, Rifzal meninggal pada Minggu (3/9/2017),” kata Amin Multazam. Yang cukup aneh, saat keluarga datang ke Polsek Batang Toru, jenazah korban sudah dibawa ke RSU Padang Sidimpuan dalam kondisi sudah dibersihkan. Ruang tahanan tempat Rifzal meninggal juga sudah dibersihkan. Keluarga jua tidak diberikan surat visum ataupun otopsi dari kepolisian. Keluarga yang awalnya meminta korban divisum di RSU Siantar, malah dibawa ke RS Bhayangkara Medan tanpa sepengetahuan keluarga. “Kita mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera menyelidiki kasus ini. Polisi haus bekerja secara profesional dan transparan. Kita juga meminta Kapolda Sumut untuk melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Agar kedepan tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa,” ujar Amin.

Medan — Tewasnya tahanan Polsek Batang Toru, Tapanuli Selatan masih membuahkan tanda tanya besar. Pasalnya banyak kejanggalan atas tewasnya Rifzal Riandi Siregar (25), yang merupakan tahanan kasus perkelahian dengan polisi.
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara yang melakukan investigasi mendapati banyak kejanggalan. Amin Multazam Lubis, Koordinator KontraS Sumut membeberkan sejumlah kejanggalan yang didapatnya. “Mulai dari awal Rifzal di tahan, sudah banyak kejanggalan yang kita lihat. Kita menduga Rifzal bukan bunuh diri,” kata Amin, Selasa (19/9/2017). Sebelum meninggal, Rifzal mengaku kepada keluarga yang mengunjunginya kalau dia dianiaya sejumlah orang yang diduga anggota kepolisian.

Rifzal ditangkap pada 27 Agustus 2017, dia terlibat perkelahian dengan anggota Polisi Bripda Khairil Fadli. “Polisi juga terkesan lambat memberitahu keluarga tentang kabar meninggalnya Rifzal. Pihak keluarga mendapat kabar Rifzal meninggal pada pukul 05.30 WIB, Senin (4/9/2017). Sedangkan dari keterangan polisi, Rifzal meninggal pada Minggu (3/9/2017),” kata Amin Multazam.
Yang cukup aneh, saat keluarga datang ke Polsek Batang Toru, jenazah korban sudah dibawa ke RSU Padang Sidimpuan dalam kondisi sudah dibersihkan. Ruang tahanan tempat Rifzal meninggal juga sudah dibersihkan.
Keluarga jua tidak diberikan surat visum ataupun otopsi dari kepolisian. Keluarga yang awalnya meminta korban divisum di RSU Siantar, malah dibawa ke RS Bhayangkara Medan tanpa sepengetahuan keluarga. “Kita mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera menyelidiki kasus ini. Polisi haus bekerja secara profesional dan transparan. Kita juga meminta Kapolda Sumut untuk melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Agar kedepan tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa,” ujar Amin.

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

MedanTalk

Browse info, berita, cerita Medan, sharing info di Forum Medan , check Lowongan Kerja dan cara pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply