Medan — Zebra cross hanya memiliki satu jenis fungsi, yaitu memberikan prioritas kepada orang yang melaluinya untuk menyeberang dengan selamat. Jika menemukan Zebra Cross pengendara harus memberikan prioritas kepada penyebrang jalan. Fungsi tunggal ini tentu saja dapat dipadankan dengan fungsi lampu lalu lintas yang menyala merah. Saat kendaraan berhenti dan pejalan kaki menyeberang. Peraturan hukum tentang zebra cross itu sendiri termaktub sesuai Undang-Undang No: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 131 Ayat (2), disebutkan bahwa “Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyebrang  jalan di tempat penyebrangan”. Dan pasal  106 Ayat (2), disebutkan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan  kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda”. Kemudian dalam Pasal 284 disebutkan bahwa “ Setiap orang yang mengumudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Medan — Zebra cross hanya memiliki satu jenis fungsi, yaitu memberikan prioritas kepada orang yang melaluinya untuk menyeberang dengan selamat.
Jika menemukan Zebra Cross pengendara harus memberikan prioritas kepada penyebrang jalan.
Fungsi tunggal ini tentu saja dapat dipadankan dengan fungsi lampu lalu lintas yang menyala merah. Saat kendaraan berhenti dan pejalan kaki menyeberang.
Peraturan hukum tentang zebra cross itu sendiri termaktub sesuai Undang-Undang No: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 131 Ayat (2), disebutkan bahwa “Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyebrang  jalan di tempat penyebrangan”. Dan pasal  106 Ayat (2), disebutkan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan  kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda”. Kemudian dalam Pasal 284 disebutkan bahwa “ Setiap orang yang mengumudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

[if-embed-video]

Video posted

[/if-embed-video]

MedanTalk

Browse info, berita, cerita Medan, Lowongan Kerja dan cara pasang iklan di web www.MedanTalk.com

Leave a Reply