SIMO HAYHA ‘THE WHITE DEATH’ SANG PENEMBAK PALING MEMATIKAN Simo Hayha adalah seorang petani dan pemburu asal Finlandia yang kemudian menjadi penembak paling mematikan selama Winter War. Ia dijuluki ‘The White Death’ oleh musuh-musuhnya. Pengalaman setahun mengikuti wajib militer membuat Hayha cukup akrab dengan senapan. Hal itu pula yang kemudian membuatnya memutuskan untuk membantu negaranya saat diserang Uni Soviet tahun 1939 dalam perang dingin. Ia memilih untuk bersembunyi diantara pepohonan di dalam hutan yang sering menjadi lokasi pertempuran, ditemani senapan dan makanan kaleng. Para tentara Soviet menyebut Hayha ‘The White Death’ sejak Ia berhasil membunuh puluhan tentara Soviet secara misterius, dengan berpakaian serba putih untuk kamuflase. Sejak itu, mitos The White Death kerap mengganggu para tentara yang akan berperang, serta juga mengganggu para petinggi di Soviet, hingga akhirnya diturunkanlah counter-sniper untuk memburu Hayha. Namun sayang, upaya ini gagal karena dalam waktu 100 hari, Hayha diketahui telah membunuh 705 pasukan Soviet. Puncaknya terjadi tanggal 6 Maret 1940, ketika seorang tentara Soviet berhasil menembakkan peluru peledak tepat di dekat kepala Hayha dan membuatnya mengalami luka yang cukup parah. Hayha pun ditangkap Soviet dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tanggal 13 Maret 1940, bertepatan dengan berakhirnya perang di kawasan itu, Hayha sadarkan diri. Hayha dibebaskan dan kemudian kembali ke Finlandia, tempat kelahirannya. Di sana, Ia langsung mendapat penghormatan dan diangkat menjadi letnan oleh Carl Gustaf Emil Mannerheim, selaku marsekal lapangan tentara Finlandia. Sayangnya, bekas luka di kepala Hayha membuat sebagian wajahnya terlihat kendur dan tidak bisa kembali normal sampai Ia meninggal pada 1 April 2002

Instagram filter used: Normal

View in Instagram ⇒

Leave a Reply