Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira tak menampik jika angka kejahatan bakal meningkat di akhir Ramadan dan jelang lebaran. Kata Putu, naiknya angka kejahatan itu sudah diprediksi sebelumnya. Namun, lanjut Putu, bila dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017, angka kejahatan justru mengalami trend penurunan di tahun 2018. . “Kami belajar dan menganalisa kejadian-kejadian dari tahun ke tahun. Dibandingkan Januari hingga Mei 2016 dan 2017, masih biasa-biasa saja. Begitu mendekati lebaran, meningkat,” terang Putu, Sabtu (2/6). Ia menjelaskan, khusus kasus 3 C seperti curat, curas, dan curanmor, tidak begitu menonjol dibandingkan dua tahun belakangan. . “Meski angkanya tidak begitu tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, anggota tetap melakukan hunting. Apalagi kemarin sudah dibentuk Tim Pegasus atau Tim Penanganan Gangguan Khusus,” terang Putu. Belum lama ini, kasus penetapan tersangka terhadap korban begal di Bekasi, Jawa Barat sempat viral di media sosial. Belakangan, korban begal itu justru diberi penghargaan. . Putu yang ditanya mengenai masalah begal ini, langsung menjawab dengan tegas. Katanya, ia akan melakukan tembak di tempat jika bertemu pelaku di jalanan. Ia juga mempersilahkan korban begal melawan. Menurut Putu, korban begal berhak membela diri dan mempertahankan harta bendanya. . “Kalau saya pribadi, jika menemukan begal di jalan, tentu saya tembak lah. Bagi masyarakat, pada saat membela diri karena merasa terancam, wajib melakukan tindakan tegas. Apabila senjata begal berhasil direbut, terus kemudian dia masih bisa menyerang, diperbolehkan membela diri. Nanti di dalam pemeriksaan akan dituangkan bahwa posisinya membela diri,” katanya. . Meski Tim Pegasus sudah diresmikan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, pada Rabu (30/5) kemarin sempat terjadi perampokan sadis terhadap pengemudi ojek online. Adapun korbannya yakni Fakri warga Jalan Alumunium I. Saat korban tengah mencari penumpang, tiba-tiba pelaku perampokan pura-pura minta tolong di seputaran Jalan Wiliem Iskandar dengan alasan ban motornya pecah. . Sumber : www.medan.tribunnews.com

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira tak menampik jika angka kejahatan bakal meningkat di akhir Ramadan dan jelang lebaran. Kata Putu, naiknya angka kejahatan itu sudah diprediksi sebelumnya. Namun, lanjut Putu, bila dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017, angka kejahatan justru mengalami trend penurunan di tahun 2018.
.
“Kami belajar dan menganalisa kejadian-kejadian dari tahun ke tahun. Dibandingkan Januari hingga Mei 2016 dan 2017, masih biasa-biasa saja. Begitu mendekati lebaran, meningkat,” terang Putu, Sabtu (2/6). Ia menjelaskan, khusus kasus 3 C seperti curat, curas, dan curanmor, tidak begitu menonjol dibandingkan dua tahun belakangan.
.
“Meski angkanya tidak begitu tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, anggota tetap melakukan hunting. Apalagi kemarin sudah dibentuk Tim Pegasus atau Tim Penanganan Gangguan Khusus,” terang Putu. Belum lama ini, kasus penetapan tersangka terhadap korban begal di Bekasi, Jawa Barat sempat viral di media sosial. Belakangan, korban begal itu justru diberi penghargaan.
.
Putu yang ditanya mengenai masalah begal ini, langsung menjawab dengan tegas. Katanya, ia akan melakukan tembak di tempat jika bertemu pelaku di jalanan. Ia juga mempersilahkan korban begal melawan. Menurut Putu, korban begal berhak membela diri dan mempertahankan harta bendanya.
.
“Kalau saya pribadi, jika menemukan begal di jalan, tentu saya tembak lah. Bagi masyarakat, pada saat membela diri karena merasa terancam, wajib melakukan tindakan tegas. Apabila senjata begal berhasil direbut, terus kemudian dia masih bisa menyerang, diperbolehkan membela diri. Nanti di dalam pemeriksaan akan dituangkan bahwa posisinya membela diri,” katanya.
.
Meski Tim Pegasus sudah diresmikan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, pada Rabu (30/5) kemarin sempat terjadi perampokan sadis terhadap pengemudi ojek online. Adapun korbannya yakni Fakri warga Jalan Alumunium I. Saat korban tengah mencari penumpang, tiba-tiba pelaku perampokan pura-pura minta tolong di seputaran Jalan Wiliem Iskandar dengan alasan ban motornya pecah.
.
Sumber : www.medan.tribunnews.com
#Medan #Berita #Begal #DiTembak #MedanTalk

Berita Cerita Kota Medan

[if-insta-embed-video]

[/if-insta-embed-video]

Untuk informasi pasang iklan , cek halaman sponsors Untuk informasi lowongan kerja cek www.KarirGram.com

Untuk informasi kuliner sedunia, cek www.MakanTalk.com

Untuk informasi property Medan, tips dan inspirasi cek www.RumahTalk.com

Untuk informasi otomotif dan video viral otomotif, cek www.OtomTalk.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply